26.7 C
Jayapura
Monday, January 30, 2023

Ratusan Pedagang Terpaksa Berjualan di Pinggir Jalan

SENTANI- Ratusan pedagang yang merupakan korban kebakaran Pasar Baru Sentani saat ini terpaksa membuka lapak jualan seadanya di sekitar pinggir jalan masuk pasar Pharaa Sentani. Meskipun kegiatan jual beli ini hanya dilakukan di atas tempat seadanya namun para pedagang mengaku terpaksa melakukannya hanya demi mencari sesuap nasi.

“Sebenarnya ini terpaksa daripada kami hehilangan pekerjaan dan pendapatan sementara biaya hidup sehari-hari tetap kami tanggung,” kata Wati, salah satu pedagang yang ditemui Cenderawasih Pos Selasa (17/1) kemarin.

Dia bersama ratusan pedagang lainnya terpaksa mendirikan lapak jualan seadanya yang terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar dua kali dua meter. Meskipun tidak nyaman namun mereka tetap melaksanakan aktivitas itu.

“Kalau menunggu itu artinya kami kehilangan pekerjaan yang terlalu lama.  Sambil menunggu yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita buka di sini, meskipun di luar areal pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Sejumlah Aset Pemda Banyak Dikuasai Mantan ASN

Dia mengaku berdagang di luar areal pasar dengan fasilitas apa adanya memang jauh lebih susah ketimbang di dalam pasar yang mana dari segi keamanan barang-barang jualan bisa dijamin terutama dari aksi para pencuri.  Karena biasanya apabila habis menjual dari pagi sampai sore hari barang-barang dagangan itu akan dikemas di dalam tempat yang sudah disiapkan di dalam pasar itu sendiri.

“Tapi kalau di sini kita tidak bisa rlepas barang di sini kita harus bawa pulang,  karena takut pencurian juga cukup banyak terjadi di sini,” tandasnya.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah supaya tidak saja mengakomodir para pedagang yang berprofesi sebagai penjual pakaian tetapi juga mereka yang berpresi sebagai penjual buah maupun sayur juga di akomodir untuk ditempatkan di dalam rapat darurat yang sementara ini sedang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Jaga Ketahahan Pangan, Polisi dan Warga Garap Lahan Pertanian

“Kami berharap semua pedagang yang ada di dalam sini bisa diakomodir,  baik bagi mereka yang menjual pakaian tetapi juga kita yang menjual sayur dan buah,” tambahnya.

Diketahui dari data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura tercatat ada 819 kios yang terbakar akibat bencana kebakaran pada Jumat (6/1) lalu.  Saat ini pembangunan Pasar itu masih bersifat darurat sambil menunggu pembangunan permanen yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura. (roy/wen)

SENTANI- Ratusan pedagang yang merupakan korban kebakaran Pasar Baru Sentani saat ini terpaksa membuka lapak jualan seadanya di sekitar pinggir jalan masuk pasar Pharaa Sentani. Meskipun kegiatan jual beli ini hanya dilakukan di atas tempat seadanya namun para pedagang mengaku terpaksa melakukannya hanya demi mencari sesuap nasi.

“Sebenarnya ini terpaksa daripada kami hehilangan pekerjaan dan pendapatan sementara biaya hidup sehari-hari tetap kami tanggung,” kata Wati, salah satu pedagang yang ditemui Cenderawasih Pos Selasa (17/1) kemarin.

Dia bersama ratusan pedagang lainnya terpaksa mendirikan lapak jualan seadanya yang terbuat dari kayu dengan ukuran sekitar dua kali dua meter. Meskipun tidak nyaman namun mereka tetap melaksanakan aktivitas itu.

“Kalau menunggu itu artinya kami kehilangan pekerjaan yang terlalu lama.  Sambil menunggu yang sudah dilakukan oleh pemerintah kita buka di sini, meskipun di luar areal pasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Over Load Daya, Penyebab Kebakaran 5 Ruko di Sentani

Dia mengaku berdagang di luar areal pasar dengan fasilitas apa adanya memang jauh lebih susah ketimbang di dalam pasar yang mana dari segi keamanan barang-barang jualan bisa dijamin terutama dari aksi para pencuri.  Karena biasanya apabila habis menjual dari pagi sampai sore hari barang-barang dagangan itu akan dikemas di dalam tempat yang sudah disiapkan di dalam pasar itu sendiri.

“Tapi kalau di sini kita tidak bisa rlepas barang di sini kita harus bawa pulang,  karena takut pencurian juga cukup banyak terjadi di sini,” tandasnya.

Pihaknya juga berharap kepada pemerintah supaya tidak saja mengakomodir para pedagang yang berprofesi sebagai penjual pakaian tetapi juga mereka yang berpresi sebagai penjual buah maupun sayur juga di akomodir untuk ditempatkan di dalam rapat darurat yang sementara ini sedang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Jayapura.

Baca Juga :  Dalami Kasus Temuan Bayi, Polisi Periksa 3 Saksi

“Kami berharap semua pedagang yang ada di dalam sini bisa diakomodir,  baik bagi mereka yang menjual pakaian tetapi juga kita yang menjual sayur dan buah,” tambahnya.

Diketahui dari data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jayapura tercatat ada 819 kios yang terbakar akibat bencana kebakaran pada Jumat (6/1) lalu.  Saat ini pembangunan Pasar itu masih bersifat darurat sambil menunggu pembangunan permanen yang akan dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura. (roy/wen)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya