Saturday, January 24, 2026
28.3 C
Jayapura

BGN Dorong Sektor Pertanian Jayawijaya Untuk Dukung Program MBG

WAMENA – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Papua Pegunungan mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya guna mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama di Wamena, Selasa, mengatakan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Jayawijaya terus didorong untuk dapat memenuhi standar pemenuhan harian program MBG.

“Saat ini kita telah memiliki tiga dapur MBG, dan setiap dapurnya melayani 3.000-4.000 penerima manfaat. Sayur yang dibutuhkan setiap porsinya adalah 200 gram, sehingga 200 gram dikali dengan estimasi penerima manfaat anggaplah 10.500, maka sayuran segar yang dibutuhkan setiap harinya mencapai 2,1 ton,” katanya.

Baca Juga :  Tangkap Dua Pelaku Curanmor,  Polisi Temukan Ladang Ganja di Wamena

Menurut dia, untuk sayuran ada yang tidak terpakai atau rusak sehingga membutuhkan penanganan ekstra dalam memenuhi standar pelayanan program MBG di Kabupaten Jayawijaya.

“Kami gunakan seluruh jenis sayuran yang tumbuh di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya seperti buncis, kubis (kol), kentang, kancang panjang, sawi, bayam, termasuk kangkung yang biasa didatangkan dari Jayapura melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemenuhan sayuran untuk program MBG di Kabupaten Jayawijaya masih sangat kekurangan sehingga pihaknya harus mencari hingga ke luar Wamena.

WAMENA – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Papua Pegunungan mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Jayawijaya guna mendukung suksesnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama di Wamena, Selasa, mengatakan sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Jayawijaya terus didorong untuk dapat memenuhi standar pemenuhan harian program MBG.

“Saat ini kita telah memiliki tiga dapur MBG, dan setiap dapurnya melayani 3.000-4.000 penerima manfaat. Sayur yang dibutuhkan setiap porsinya adalah 200 gram, sehingga 200 gram dikali dengan estimasi penerima manfaat anggaplah 10.500, maka sayuran segar yang dibutuhkan setiap harinya mencapai 2,1 ton,” katanya.

Baca Juga :  Perkuat Koordinasi Lintas Sektor untuk Program 2500 Paket MBG

Menurut dia, untuk sayuran ada yang tidak terpakai atau rusak sehingga membutuhkan penanganan ekstra dalam memenuhi standar pelayanan program MBG di Kabupaten Jayawijaya.

“Kami gunakan seluruh jenis sayuran yang tumbuh di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya seperti buncis, kubis (kol), kentang, kancang panjang, sawi, bayam, termasuk kangkung yang biasa didatangkan dari Jayapura melalui usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemenuhan sayuran untuk program MBG di Kabupaten Jayawijaya masih sangat kekurangan sehingga pihaknya harus mencari hingga ke luar Wamena.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya