Sebagian Besar Sample Swab Telah Dikirim

Jhon R Banua, SE, MSi ( FOTO: Denny/ Cepos) 

WAMENA- Ketua Gugus Penanggunlangan Covid -19 Jayawijaya Jhon R Banua  mengungkapkan bahwa sebagian besar hasil sampel swab dari pasien yang dikarantina, semuanya telah dikirim ke Labkesda di Jayapura untuk diperiksa. Namun hingga kemarin, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.

   Menurut Bupati Jhon Banua, dari pengiriman swab sampai dengan hasil tidak ada masalah yang dialami. Setiap pagi tim gugus mengirim hasil swab dengan   penerbangan pertama dari Jayawijaya. Namun ia berharap Jayawijaya harus memiliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sendiri .

  “Kami sudah membeli alat tersebut dan sementara ini ada dalam perjalanan  menuju ke Wamena, kalau sudah ada maka akan segera dipasang dan juga tim dari provinsi datang memberikan pelatihan khusus untuk petugas agar bisa melakukan pemeriksaan sendiri,” ungkapnya Jumat (15/5) kemarin.

Baca Juga :  Hari Bakti PUPR ke 78 Diharapkan Bisa Memacu Program Yang telah Direncanakan

   Sementara itu, untuk 5 anggota dan 3 staf seretariat DPRD Jayawijaya, menurut Bupati Jhon, semuanya telah dikarantinakan oleh tim gugus di tempat yang telah ditentukan. Bahkan untuk swab mereka juga telah diambil dan dikirim ke Jayapura.

   “Jadi mereka sudah masuk ke tempat karantina, baik itu anggota DPRD maupun staf sekretariat semua, namun ada satu yang melakukan karatina mandiri di rumahnya sehingga hanya 7 orang yang ada di tempat karantina,”kata Jhon Banua.

   Bupati Jhon Banua juga  memastikan   apabila hasil swab yang dikirim itu sudah didapatkan maka akan diumumkan oleh tim gugus, termasuk  mengambil kebijakan atau langkah penanganannya kalaua da yang positif. Sebab, dalam penanganan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 ini dibedakan, yang membutuhkan dan yang tidak membutuhkan peralatan medis.

Baca Juga :  Bupati Nahor Hadiri Syukuran Kantor Dinas Perhubungan

  “Tidak semua pasien Covid -19 itu membutuhan peralatan medis sehingga harus dipilah lagi dalam pemeriksaan kesehatannya, kalau yang membutuhkan peralatan medis barulah kita masukkan ke ruang isolasi RSUD Wamena,”tuturnya. (jo/tri)  

Jhon R Banua, SE, MSi ( FOTO: Denny/ Cepos) 

WAMENA- Ketua Gugus Penanggunlangan Covid -19 Jayawijaya Jhon R Banua  mengungkapkan bahwa sebagian besar hasil sampel swab dari pasien yang dikarantina, semuanya telah dikirim ke Labkesda di Jayapura untuk diperiksa. Namun hingga kemarin, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan.

   Menurut Bupati Jhon Banua, dari pengiriman swab sampai dengan hasil tidak ada masalah yang dialami. Setiap pagi tim gugus mengirim hasil swab dengan   penerbangan pertama dari Jayawijaya. Namun ia berharap Jayawijaya harus memiliki alat Polymerase Chain Reaction (PCR) sendiri .

  “Kami sudah membeli alat tersebut dan sementara ini ada dalam perjalanan  menuju ke Wamena, kalau sudah ada maka akan segera dipasang dan juga tim dari provinsi datang memberikan pelatihan khusus untuk petugas agar bisa melakukan pemeriksaan sendiri,” ungkapnya Jumat (15/5) kemarin.

Baca Juga :  Banyak yang Mengungsi, Pedagang Keluhkan Sepinya Pembeli

   Sementara itu, untuk 5 anggota dan 3 staf seretariat DPRD Jayawijaya, menurut Bupati Jhon, semuanya telah dikarantinakan oleh tim gugus di tempat yang telah ditentukan. Bahkan untuk swab mereka juga telah diambil dan dikirim ke Jayapura.

   “Jadi mereka sudah masuk ke tempat karantina, baik itu anggota DPRD maupun staf sekretariat semua, namun ada satu yang melakukan karatina mandiri di rumahnya sehingga hanya 7 orang yang ada di tempat karantina,”kata Jhon Banua.

   Bupati Jhon Banua juga  memastikan   apabila hasil swab yang dikirim itu sudah didapatkan maka akan diumumkan oleh tim gugus, termasuk  mengambil kebijakan atau langkah penanganannya kalaua da yang positif. Sebab, dalam penanganan pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 ini dibedakan, yang membutuhkan dan yang tidak membutuhkan peralatan medis.

Baca Juga :  Gelar Apel Rutin Bulanan, Ukkas: ASN harus disiplin dan efektif

  “Tidak semua pasien Covid -19 itu membutuhan peralatan medis sehingga harus dipilah lagi dalam pemeriksaan kesehatannya, kalau yang membutuhkan peralatan medis barulah kita masukkan ke ruang isolasi RSUD Wamena,”tuturnya. (jo/tri)  

Berita Terbaru

Artikel Lainnya