WAMENA –Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 di Tanah Papua tak hanya dirasakan oleh warga yang saat ini memadati Pulau Mansinam Papua Barat tempat pertama kalinya injil itu masuk di Tanah Papua, namun kemeriahan itu juga dapat dirasakan pada ibadah gabungan Klasis GKI Baliem Yalimo di GKI Eklesia Pikhe Wamena.
Ketua Klasis Baliem Yalimo Pdt Edwar Su, S.Th menyatakan Peringatan ini merujuk pada peristiwa bersejarah mendaratnya dua penginjil asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. membawa dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat di seluruh tanah Papua.
“Ibadah yang dipusatkan di GKI Eklesia Pikhe mengusung tema besar Pertobatan Mendatangkan Keselamatan, tentunya ini menekankan pada transformasi spiritual dan kemandirian gereja di tengah tantangan zaman modern.”ungkapnya di Wamena Kamis (5/2)
Ketua Klasis juga mengingatkan jemaat bahwa 171 tahun bukanlah sekadar angka, melainkan bukti penyertaan Tuhan yang membebaskan masyarakat Papua dari kegelapan menuju terang Injil. Perayaan ini bukan hanya milik warga GKI, tetapi merupakan momentum refleksi bagi seluruh peradaban di Papua.
“Masuknya Injil dianggap sebagai titik awal transformasi sosial, pendidikan, dan kesehatan di Bumi Cendrawasih.”ujar Pdt Edward Su
Ketua Klasis GKI Baliem Yalimo dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk menjaga api Injil agar tetap menyala. Ia menyoroti bahwa tantangan saat ini bukan lagi keterisolasian geografis, melainkan arus digitalisasi dan isu sosial yang kompleks.
WAMENA –Kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 di Tanah Papua tak hanya dirasakan oleh warga yang saat ini memadati Pulau Mansinam Papua Barat tempat pertama kalinya injil itu masuk di Tanah Papua, namun kemeriahan itu juga dapat dirasakan pada ibadah gabungan Klasis GKI Baliem Yalimo di GKI Eklesia Pikhe Wamena.
Ketua Klasis Baliem Yalimo Pdt Edwar Su, S.Th menyatakan Peringatan ini merujuk pada peristiwa bersejarah mendaratnya dua penginjil asal Jerman, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, di Pulau Mansinam pada 5 Februari 1855. membawa dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat di seluruh tanah Papua.
“Ibadah yang dipusatkan di GKI Eklesia Pikhe mengusung tema besar Pertobatan Mendatangkan Keselamatan, tentunya ini menekankan pada transformasi spiritual dan kemandirian gereja di tengah tantangan zaman modern.”ungkapnya di Wamena Kamis (5/2)
Ketua Klasis juga mengingatkan jemaat bahwa 171 tahun bukanlah sekadar angka, melainkan bukti penyertaan Tuhan yang membebaskan masyarakat Papua dari kegelapan menuju terang Injil. Perayaan ini bukan hanya milik warga GKI, tetapi merupakan momentum refleksi bagi seluruh peradaban di Papua.
“Masuknya Injil dianggap sebagai titik awal transformasi sosial, pendidikan, dan kesehatan di Bumi Cendrawasih.”ujar Pdt Edward Su
Ketua Klasis GKI Baliem Yalimo dalam sambutannya menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk menjaga api Injil agar tetap menyala. Ia menyoroti bahwa tantangan saat ini bukan lagi keterisolasian geografis, melainkan arus digitalisasi dan isu sosial yang kompleks.