Friday, January 23, 2026
28 C
Jayapura

Lomba Cerpen Tingkat SMP Untuk Hidupkan Literasi Berbasis Inlusif

WAMENA – Hidupkan literasi berbasis Inklusif melalui pengenalan perpustakaan kepada pelajar, baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah kembali menggelar lomba cerita pendek (Cerpen) untuk tingkat SMP yang ada di Kota Wamena dan sekitarnya

Kepala Dinas perpustakaan dan Arsip Daerah Thony M Mayor, menyatakan dengan kemajuan informasi dan teknologi, saat ini para pelajar bahkan masyarakat umum sudah jarang membaca buku cetak lagi, namun lebih sering menggunakan handphone (HP).

“Kalau berlama -lama membaca di HP juga memiliki efek yang kurang baik untuk mata karena rediasi, apalagi untuk anak -anak yang fisiknya belum sama dengan orang dewasa, oleh karena itu kita coba tumbuhkan kembali literasi lewat perpustakaan,”ungkapnya di Kantor Bupati Jayawijaya Rabu (3/9).

Baca Juga :  Belum Kondusif, Banyak Warga Mulai Tinggalkan Wamena

Mantan Sekda Jayawijaya mengaku, selain memperkenalkan perpustakaan yang terpenting adalah bagaimana seorang siswa itu bisa mengeluarkan potensi mereka, sebab kompetensi seorang siswa sekolah itu berbeda -beda, oleh karena itu kekampuan ini coba digali melalui lomba membuat cerpen.

WAMENA – Hidupkan literasi berbasis Inklusif melalui pengenalan perpustakaan kepada pelajar, baik tingkat SD, SMP, SMA/SMK. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah kembali menggelar lomba cerita pendek (Cerpen) untuk tingkat SMP yang ada di Kota Wamena dan sekitarnya

Kepala Dinas perpustakaan dan Arsip Daerah Thony M Mayor, menyatakan dengan kemajuan informasi dan teknologi, saat ini para pelajar bahkan masyarakat umum sudah jarang membaca buku cetak lagi, namun lebih sering menggunakan handphone (HP).

“Kalau berlama -lama membaca di HP juga memiliki efek yang kurang baik untuk mata karena rediasi, apalagi untuk anak -anak yang fisiknya belum sama dengan orang dewasa, oleh karena itu kita coba tumbuhkan kembali literasi lewat perpustakaan,”ungkapnya di Kantor Bupati Jayawijaya Rabu (3/9).

Baca Juga :  Papua Pegunungan Dapat Atensi Khusus Pemerintah Pusat

Mantan Sekda Jayawijaya mengaku, selain memperkenalkan perpustakaan yang terpenting adalah bagaimana seorang siswa itu bisa mengeluarkan potensi mereka, sebab kompetensi seorang siswa sekolah itu berbeda -beda, oleh karena itu kekampuan ini coba digali melalui lomba membuat cerpen.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya