Wednesday, March 11, 2026
25.9 C
Jayapura

Wabup Jayawijaya: Konflik Sosial Harus Diakhiri dan Kembali Ke Jalan Positif

WAMENA – Menyikapi berbagai konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat khususnya dalam kota Wamena dan sekitarnya yang disertai dengan denda adat dinilai tak tepat, karena apa yang diminta itu tidak bisa lagi menghidupkan warga yang menjadi korban sehingga yang perlu dilakukan hanya berhenti dan kembali kepada hal yang positif.

Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP, M.KP meminta masyarakat segera menghentikan pertikaian yang merusak tatanan sosial dan keamanan di jantung Papua Pegunungan. Sebab tradisi denda adat atau bayar kepala, tidak seharusnya dianggap sebagai penyelesaian akhir dari hilangnya nyawa manusia.

“Nyawa manusia itu tidak bisa dihidupkan kembali hanya dengan kita membayar denda lalu urusan selesai. Kalian yang menjadi korban dan yang melakukan itu berurusan dengan Tuhan dan hukum yang berlaku di negara ini,” ungkapnya Selasa (3/3) di Wamena.

Baca Juga :  Disnakerindag Masih Temukan Barang Kedaluwarsa di Pasaran

Wabup Jayawijaya menekankan beban moral dari sebuah peperangan atau konflik jauh lebih berat daripada sekadar materi, karena nyawa manusia itu pemberian Tuhan yang tak ternilai harganya sehingga manusia tidak punya hak untuk mencabut nyawa sesama manusia, yang berhak hanya Tuhan.

“Jayawijaya sebagai barometer Provinsi Papua Pegunungan sekaligus sebagai wajah dan jantung dari tanah Papua perlu untuk kondisi keamanan di kota ini harus menjadi tolok ukur bagi wilayah sekitar,”bebe Ronny

WAMENA – Menyikapi berbagai konflik sosial yang terjadi dalam masyarakat khususnya dalam kota Wamena dan sekitarnya yang disertai dengan denda adat dinilai tak tepat, karena apa yang diminta itu tidak bisa lagi menghidupkan warga yang menjadi korban sehingga yang perlu dilakukan hanya berhenti dan kembali kepada hal yang positif.

Wakil Bupati Jayawijaya, Ronny Elopere, S.IP, M.KP meminta masyarakat segera menghentikan pertikaian yang merusak tatanan sosial dan keamanan di jantung Papua Pegunungan. Sebab tradisi denda adat atau bayar kepala, tidak seharusnya dianggap sebagai penyelesaian akhir dari hilangnya nyawa manusia.

“Nyawa manusia itu tidak bisa dihidupkan kembali hanya dengan kita membayar denda lalu urusan selesai. Kalian yang menjadi korban dan yang melakukan itu berurusan dengan Tuhan dan hukum yang berlaku di negara ini,” ungkapnya Selasa (3/3) di Wamena.

Baca Juga :  Dirjen Perumahan Kunjungi Tolikara

Wabup Jayawijaya menekankan beban moral dari sebuah peperangan atau konflik jauh lebih berat daripada sekadar materi, karena nyawa manusia itu pemberian Tuhan yang tak ternilai harganya sehingga manusia tidak punya hak untuk mencabut nyawa sesama manusia, yang berhak hanya Tuhan.

“Jayawijaya sebagai barometer Provinsi Papua Pegunungan sekaligus sebagai wajah dan jantung dari tanah Papua perlu untuk kondisi keamanan di kota ini harus menjadi tolok ukur bagi wilayah sekitar,”bebe Ronny

Berita Terbaru

Artikel Lainnya