Wednesday, January 14, 2026
24.7 C
Jayapura

MERAUKE – Hasil panen rendengan tahun 2022 ini dipastikan turun, dibandingkan dengan hasil panen rendengan tahun 2021 lalu. Kepala Dinas  Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Ir. Ratna Lauce, M.Si ditemui media ini saat di gedung DPRD  Merauke mengakui hal itu. ‘’Ya dipastikan hasil panen akan turun,’’ jelasnya. 

Dikatakan, hasil  panen yang rendah ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi membuat sejumlah lahan sawah rusak  terendam banjir. Selain itu, karena dengan terendam tersebut maka akan terjadi kelembaban yang cukup tinggi, menyebabkan pertumbuhan hama padi.

Diantaranya hama yang menyerang padi tersebut tungro.  Sebab, jika padi sudah terserang hama tungro sudah dipastikan hasil tidak maksimal bahkan ada yang gagal panen sama sekali.

Baca Juga :  Babinsa Koramil  Kimaam Bantu Petani OAP Panen Padi   

Belum lagi masalah kesulitan pupuk subsidi yang dikeluhkan petani yang membuat hasil  padi tidak maksimal. ‘’Tapi yang paling terdampak akibat hama tungro yang  menyerang sejumlah titik,’’ katanya.

Dikatakan, selain karena masalah curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak  padi yang rusak, juga karena petani tidak serempak dalam menanam padi. ‘’Itu juga sangat  berpengaruh jika petani dalam satu kawasan tidak serempak menanam padi. Ada yang sudah panen tapi kemudian ada yang baru tanam,’’ jelasnya. 

Ditanya lebih lanjut  berapa persen penurunan hasil panen  petani pada musim panen rendengan tahun 2022 ini, Ratna Lauce mengaku belum menghitung berapa persen penurunan tersebut. (ulo/tho)

Baca Juga :  2023, Pemkab Alokasikan Hibah Rp 20 Miliar ke PPS

MERAUKE – Hasil panen rendengan tahun 2022 ini dipastikan turun, dibandingkan dengan hasil panen rendengan tahun 2021 lalu. Kepala Dinas  Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Ir. Ratna Lauce, M.Si ditemui media ini saat di gedung DPRD  Merauke mengakui hal itu. ‘’Ya dipastikan hasil panen akan turun,’’ jelasnya. 

Dikatakan, hasil  panen yang rendah ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi membuat sejumlah lahan sawah rusak  terendam banjir. Selain itu, karena dengan terendam tersebut maka akan terjadi kelembaban yang cukup tinggi, menyebabkan pertumbuhan hama padi.

Diantaranya hama yang menyerang padi tersebut tungro.  Sebab, jika padi sudah terserang hama tungro sudah dipastikan hasil tidak maksimal bahkan ada yang gagal panen sama sekali.

Baca Juga :  275 Ekor Kepiting Bakau Merauke Tembus Pasar Subang

Belum lagi masalah kesulitan pupuk subsidi yang dikeluhkan petani yang membuat hasil  padi tidak maksimal. ‘’Tapi yang paling terdampak akibat hama tungro yang  menyerang sejumlah titik,’’ katanya.

Dikatakan, selain karena masalah curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak  padi yang rusak, juga karena petani tidak serempak dalam menanam padi. ‘’Itu juga sangat  berpengaruh jika petani dalam satu kawasan tidak serempak menanam padi. Ada yang sudah panen tapi kemudian ada yang baru tanam,’’ jelasnya. 

Ditanya lebih lanjut  berapa persen penurunan hasil panen  petani pada musim panen rendengan tahun 2022 ini, Ratna Lauce mengaku belum menghitung berapa persen penurunan tersebut. (ulo/tho)

Baca Juga :  Pastikn Produk Pertanian yang Masuk, Harus Sehat dan Aman

Berita Terbaru

Artikel Lainnya