Thursday, February 19, 2026
28 C
Jayapura

RSUD Merauke Terima 400 Rapid Test

Bantuan  Rapid test dan  peralatan kesehatan lainnya  yang tiba dengan pesawat Boeing  TNI AU  di Bandara Mopah Merauke, Sabtu (4/4) ( FOTO: Ist/Cepos)

MERAUKE-Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Merauke akhirnya   menerima  bantuan Rapid Test  dari  pemerintah pusat. Bantuan  rapid test  tersebut   diangkut dan dibawa   pesawat boeing  TNI Angkatan Udara   dari  Jayapura, Sabtu   (4/4).

  Juru bicara Covid-19 yang juga  Plt Kepala  Dinas Kesehatan  Kabupaten Merauke  dr. Nevile R. Muskita menjelaskan jumlah  rapid  test yang diterima  tersebut sebanyak 400  buah  bersama dengan  bantuan   alat kesehatan lainnya.  ‘’Ya, tadi pagi  (Sabtu) dengan   menggunakan    pesawat boeing  AURI, kita telah menerima  400 rapid test,’’ kata    dr. Nevile Muskita.  

    Mantan  Direktur RSUD Merauke ini menjelaskan bahwa  rapid test  yang  diterima  tersebut akan digunakan  untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga medis dan perawat  yang selama   ini berada di  garda terdepan dalam menangani  pasien  Covid-19. “Tentunya, yang  kita prioritaskan  pertama  untuk  penggunaan rapid  test ini adalah  tenaga medis dan perawat  kita yang berada di  bagian  terdepan dalam penanganan  Covid-19 ini. Kita ingin pastikan    bahwa  tenaga kesehatan kita  bebas  terpapar dari Corona,’’ kata Nevile.  

Baca Juga :  Hadapi Tantangan, MJM Berbagi Anak Yatim di Jagebob 13

   Lebih jauh disampaikan bahwa  yang  sangat  rentan dengan wabah Covid-19 tersebut adalah tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien  PDP maupun  yang  sudah  dinyatakan positif. “Kalau  nanti masih ada yang  sisanya  barulah kita gunakan  untuk masyarakat umum,” jelasnya.   

  Nevile menjelaskan bahwa dengan adanya lockdown untuk penerbangan penumpang  yang diberlakukan oleh pemerintah  untuk memutus mata rantai  penyebaran Covid-19  ini yang  sangat merasakan dampaknya adalah  kesehatan. 

   Sebab, banyak bantuan peralatan  kesehatan yang  harus  tertahan di Jayapura  dan tidak bisa diteruskan.  Termasuk spesimen  dari para  pasien PDP maupun positif   yang tidak bisa  dikirim. Karena  belum ada  penerbangan  khusus    cargo  ke Merauke. 

Baca Juga :  Ratusan Ikan Hias Masuk Merauke Dipastikan Aman

   “Tapi  untung  ada  pesawat  TNI yang  dapat membantu kita   membawa   bantuan  peralatan kesehatan maupun membawa  spesimen  untuk   dilakukan pemeriksaan  laboratorium,” pungkasnya. (ulo/tri)   

Bantuan  Rapid test dan  peralatan kesehatan lainnya  yang tiba dengan pesawat Boeing  TNI AU  di Bandara Mopah Merauke, Sabtu (4/4) ( FOTO: Ist/Cepos)

MERAUKE-Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Merauke akhirnya   menerima  bantuan Rapid Test  dari  pemerintah pusat. Bantuan  rapid test  tersebut   diangkut dan dibawa   pesawat boeing  TNI Angkatan Udara   dari  Jayapura, Sabtu   (4/4).

  Juru bicara Covid-19 yang juga  Plt Kepala  Dinas Kesehatan  Kabupaten Merauke  dr. Nevile R. Muskita menjelaskan jumlah  rapid  test yang diterima  tersebut sebanyak 400  buah  bersama dengan  bantuan   alat kesehatan lainnya.  ‘’Ya, tadi pagi  (Sabtu) dengan   menggunakan    pesawat boeing  AURI, kita telah menerima  400 rapid test,’’ kata    dr. Nevile Muskita.  

    Mantan  Direktur RSUD Merauke ini menjelaskan bahwa  rapid test  yang  diterima  tersebut akan digunakan  untuk melakukan pemeriksaan terhadap tenaga medis dan perawat  yang selama   ini berada di  garda terdepan dalam menangani  pasien  Covid-19. “Tentunya, yang  kita prioritaskan  pertama  untuk  penggunaan rapid  test ini adalah  tenaga medis dan perawat  kita yang berada di  bagian  terdepan dalam penanganan  Covid-19 ini. Kita ingin pastikan    bahwa  tenaga kesehatan kita  bebas  terpapar dari Corona,’’ kata Nevile.  

Baca Juga :  Seorang Warga Ditemukan Tewas Dalam Palka Kapal

   Lebih jauh disampaikan bahwa  yang  sangat  rentan dengan wabah Covid-19 tersebut adalah tenaga kesehatan yang menangani langsung pasien  PDP maupun  yang  sudah  dinyatakan positif. “Kalau  nanti masih ada yang  sisanya  barulah kita gunakan  untuk masyarakat umum,” jelasnya.   

  Nevile menjelaskan bahwa dengan adanya lockdown untuk penerbangan penumpang  yang diberlakukan oleh pemerintah  untuk memutus mata rantai  penyebaran Covid-19  ini yang  sangat merasakan dampaknya adalah  kesehatan. 

   Sebab, banyak bantuan peralatan  kesehatan yang  harus  tertahan di Jayapura  dan tidak bisa diteruskan.  Termasuk spesimen  dari para  pasien PDP maupun positif   yang tidak bisa  dikirim. Karena  belum ada  penerbangan  khusus    cargo  ke Merauke. 

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Pendidikan, Para Kepsek Dibekali Transforfamasi Manajemen 

   “Tapi  untung  ada  pesawat  TNI yang  dapat membantu kita   membawa   bantuan  peralatan kesehatan maupun membawa  spesimen  untuk   dilakukan pemeriksaan  laboratorium,” pungkasnya. (ulo/tri)   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya