alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, July 3, 2022

Mobil Listrik ITS Sampai ke Sota

Bupati Merauke Frederikus Gebze  saat melepas mobil Listrik buatan ITS   yang melakukan Explore dari Sabang-Merauke  sejauh 22.000 kilometer dari Kantor Bupati menuju tapal Batas negara Indonesia-PNG di Sota, kemarin ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE – Setelah menempuh perjalanan sekitar 20.000 kilometer  dari ujung Barat Indonesia, Sabang-Nangro Aceh sejak 14 November  2018  lalu,  kini  mobil listrik buatan Universitas Tehnologi Sepuluh November (ITS)  Surabaya melalui   kegiatan ekplore  Indonesia  tiba di   Tapal  Batas  Ujung Timur Indonesia-PNG, Sota, Jumat   (2/8), kemarin. 

   Mobil PLN ITS  ini   dilepas  Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si dari halaman Kantor Bupati Merauke menuju  tapal batas NKRI-PNG,  Sota  sekitar pukul 08.00 WIT dan menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam 30 menit kemudian  tiba di Sota. 

  Terciptanya  mobil  listrik yang diberi nama Kasuari tersebut  berawal dari keinginan mengikuti reli Dakkar Internasional 2020 dengan mobil listrik lokal buatan anak Indonesia dari ITS  Surabaya. Untuk melakukan uji ketahanan mobil ini maka dilakukan  ekspedisi ekplore Indonesia dilakukan oleh Tim ITS  yaitu melalui rute sepanjang  kurang lebih 20.000 kilometer dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, tujuan Explore Indonesia ini ditujukan untuk mengedukasi  kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang penerapan energi listrik yang bersih untuk mobil sebagai alat transportasi. 

Baca Juga :  Sempat Ditahan di PNG, Dua WNI Akhirnya Dibebaskan

  Bupati Merauke  Frederikus Gebze, saat melepas  mobil listrik  ini menilainya sebagai  mobil Indonesia  masa depan yang bahan bakarnya dapat diperbaharui dan    lebih ramah lingkungan. Bahkan menurutnya, mobil listrik yang sedang diujicoba  ini merupakan salah satu bagian dari mimpi-mimpi Indonesia  yang sudah disimpan di Monumen  Kapsul Waktu yang  baru akan dibuka pada  tahun 2080 mendatang. 

     Sementara itu, Senior  Manager Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat  Widodo mengungkapkan Explore  ini  dimaksudkan salah satunya agar masyarakat dapat mengenal tehnologi baru    yang merupakan buatan  anak bangsa Indonesia dari ITS. Iapun berharap, mobil ini  dapat dikembangkan dan adanya  investor yang dapat memproduksi secara massal.   ‘’Kalau dibuat terbatas seperti ini,  harganya masih mahal. Tapi kalau  sudah dibuat secara massal  maka harganya akan lebih murah dari pada mobil yang berbahan minyak,’’ jelasnya. 

 Widodo juga menilai  bahwa mobil listrik yang  sedang diuji coba ini  merupakan  mobil masa depan Indonesia. Karena   mobil dengan  bahan bakar minyak   yang bersumber dari  fosil  merupakan bahan bakar yang terbatas dari alam. ‘’Kalau  BBM itu sudah  habis, maka   mobil listrik   ini  yang akan menggantikan. Karena listrik bisa  diproduksi   dari Pembangkit   listrik air maupun tenaga surya atau angin.  

Baca Juga :  Pemkab Merauke Ajukan Empat Kali Penerbangan

  Sementara  itu,  Tim Leader PLN ITS Explore Agus Muhlisin  menyebutkan mobil listrik yang sedang ujicoba   bagaikan bayi  yang sedang  diremajakan.   Menurutnya, pihaknya melakukan ivent ini dengan motivasi yang sangat kuat  dimana kendaraan listrik  di Indonesia  memiliki potensi yang sangat luar  biasa.   Untuk setiap tahunnya, Indonesia membutuhkan sepeda motor baru sekitar 8 juta  unit. Sementara mobil sekitar 1 juta unit setiap tahunnya. ‘’Tapi mirisnya sampai saat ini, kita bangsa Indonesia      belum ada produk lokal di bidang sektor otomotif. Bahkan  kalau kita lihat, justru kita dijadikan motto   oleh perusahaan-perusahaan besar,’’ katanya.   (ulo/tri)  

Bupati Merauke Frederikus Gebze  saat melepas mobil Listrik buatan ITS   yang melakukan Explore dari Sabang-Merauke  sejauh 22.000 kilometer dari Kantor Bupati menuju tapal Batas negara Indonesia-PNG di Sota, kemarin ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE – Setelah menempuh perjalanan sekitar 20.000 kilometer  dari ujung Barat Indonesia, Sabang-Nangro Aceh sejak 14 November  2018  lalu,  kini  mobil listrik buatan Universitas Tehnologi Sepuluh November (ITS)  Surabaya melalui   kegiatan ekplore  Indonesia  tiba di   Tapal  Batas  Ujung Timur Indonesia-PNG, Sota, Jumat   (2/8), kemarin. 

   Mobil PLN ITS  ini   dilepas  Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si dari halaman Kantor Bupati Merauke menuju  tapal batas NKRI-PNG,  Sota  sekitar pukul 08.00 WIT dan menempuh waktu perjalanan sekitar 1 jam 30 menit kemudian  tiba di Sota. 

  Terciptanya  mobil  listrik yang diberi nama Kasuari tersebut  berawal dari keinginan mengikuti reli Dakkar Internasional 2020 dengan mobil listrik lokal buatan anak Indonesia dari ITS  Surabaya. Untuk melakukan uji ketahanan mobil ini maka dilakukan  ekspedisi ekplore Indonesia dilakukan oleh Tim ITS  yaitu melalui rute sepanjang  kurang lebih 20.000 kilometer dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, tujuan Explore Indonesia ini ditujukan untuk mengedukasi  kepada seluruh masyarakat Indonesia tentang penerapan energi listrik yang bersih untuk mobil sebagai alat transportasi. 

Baca Juga :  Naikan Harga Marker Tidak Wajar, Izin Dicabut

  Bupati Merauke  Frederikus Gebze, saat melepas  mobil listrik  ini menilainya sebagai  mobil Indonesia  masa depan yang bahan bakarnya dapat diperbaharui dan    lebih ramah lingkungan. Bahkan menurutnya, mobil listrik yang sedang diujicoba  ini merupakan salah satu bagian dari mimpi-mimpi Indonesia  yang sudah disimpan di Monumen  Kapsul Waktu yang  baru akan dibuka pada  tahun 2080 mendatang. 

     Sementara itu, Senior  Manager Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat  Widodo mengungkapkan Explore  ini  dimaksudkan salah satunya agar masyarakat dapat mengenal tehnologi baru    yang merupakan buatan  anak bangsa Indonesia dari ITS. Iapun berharap, mobil ini  dapat dikembangkan dan adanya  investor yang dapat memproduksi secara massal.   ‘’Kalau dibuat terbatas seperti ini,  harganya masih mahal. Tapi kalau  sudah dibuat secara massal  maka harganya akan lebih murah dari pada mobil yang berbahan minyak,’’ jelasnya. 

 Widodo juga menilai  bahwa mobil listrik yang  sedang diuji coba ini  merupakan  mobil masa depan Indonesia. Karena   mobil dengan  bahan bakar minyak   yang bersumber dari  fosil  merupakan bahan bakar yang terbatas dari alam. ‘’Kalau  BBM itu sudah  habis, maka   mobil listrik   ini  yang akan menggantikan. Karena listrik bisa  diproduksi   dari Pembangkit   listrik air maupun tenaga surya atau angin.  

Baca Juga :  Pemkab Merauke Ajukan Empat Kali Penerbangan

  Sementara  itu,  Tim Leader PLN ITS Explore Agus Muhlisin  menyebutkan mobil listrik yang sedang ujicoba   bagaikan bayi  yang sedang  diremajakan.   Menurutnya, pihaknya melakukan ivent ini dengan motivasi yang sangat kuat  dimana kendaraan listrik  di Indonesia  memiliki potensi yang sangat luar  biasa.   Untuk setiap tahunnya, Indonesia membutuhkan sepeda motor baru sekitar 8 juta  unit. Sementara mobil sekitar 1 juta unit setiap tahunnya. ‘’Tapi mirisnya sampai saat ini, kita bangsa Indonesia      belum ada produk lokal di bidang sektor otomotif. Bahkan  kalau kita lihat, justru kita dijadikan motto   oleh perusahaan-perusahaan besar,’’ katanya.   (ulo/tri)  

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/