65 Kampung Akan Gelar Pemilihan Kepala Kampung

KEEROM – Sebanyak 65 dari 91 kampung atau desa di Kabupaten Keerom akan melakukan pemilihan serentak di tahun 2026. Jumlah tersebut tersebar di beberapa distrik.

Dari 65 kampung, 59 kampung melakukan pemilihan langsung. Sementara 6 kampung lainnya melakukan Pergantian Antarwaktu (PAW).

Adapun 59 kampung yang akan melakukan pemilihan serentak diantaranya, Distrik Waris ada kampung Bompai, Sach dan Banda. Distrik Arso ada kampung Bibiosi, Sawabuum, Kwimi, Ibuyau, Sawanawa, Yuwanain, Yanamaa, Bagia.

Distrik Senggi ada Kampung Waley, Namla, Senggi, Warlef, Usku, Woslay. Distrik Web ada Kampung Tatakra, Yamraf II, Dubu, Umuaf, Embi. Distrik Kanto ada Kampung Gudang Garam, Saefen 42, Walma, Alang-alang Raya, Jaifuri, Traimelyan dan Wulukubun.

Lanjut ke Distrik Arso Timur ada Kampung Amyu, Pikere, Pitewi, Kriku, Skofro, Kibay, Sangke dan Suskun. Di Distrik Towe ada Kampung Jember, Niliti dan Pris. Di Distrik Arso Barat ada Kampung Baburia, Yowong, Yammua dan Dukwia.

Kemudian Distrik Mannem ada Kampung Uskuar, Piawi, Sawyatami. Distrik Yaffi ada Kampung Jifanggri, Monggoaf, Favenumbu, Akarinda, Yuruf dan Amgotro. Terakhir di Distrik Kaisenar ada Kampung Kaisenar, Kiambra, Liket, Onam dan Kampung Tefalma Satu.

Baca Juga :  Kunker, Bupati Keerom Terima Banyak Aspirasi

Sementara untuk pemilihan Kepala Kampung PAW, Kampung Yamta Distrik Arso, Kampung Arsopura dan Wiantre Diatrik Skanto, Kampung Terfones Distrik Towe, Kampung Warbo Distrik Arso Barat dan Kampung Yamara Distrik Mannem.

Diketahui, tahapan pemilihan kepala kampung telah berlangsung. Dimana bulan 11 Juli – 12 Agustus merupakan tahapan pembentukan panitia pemilihan serta laporan akhir masa jabatan kepala kampung.

Selanjutnya pada 14 September – 23 September merupakan tahapan pengumuman DPT sementara, verifikasi data pemilih tambahan dan pengumuman daftar pemilih tetap.

Kemudian 24 September – 6 November merupakan pengumuman dan pendaftaran bakal calon, verifikasi dan validasi persyaratan administrasi penetapan calon, kampanye serta masa tenang.

Pemungutan suara kemudian dilakukan pada 10 November. Penetapan dan hasil pemilihan dilakukan pada 11-26 November. Dilanjutkan dengan masa sengketa dan pengesahan.

Bupati Keerom, Piter Gusbager berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan baik dan menemukan kepala kampung yang benar-benar bisa membangun kampung.

“Kemajuan Kabupaten Keerom diawali dari kampung. Kampung yang mandiri, sehat, dan makmur akan berdampak besar untuk kabupaten ini,” ungkap Bupati Gusbager saat membuka rapat Forkopimda di Gedung Pramuka, Kampung Asyaman, Distrik Arso, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Bupati Gusbager Minta Warga Tefalma Satu Jaga Hutan dan Kearifan Lokal

“Mari kita kawal sama-sama untuk memilih orang yang tepat dan memenuhi syarat, serta memastikan pelayanan masyarakat terlaksana sesuai amanat undang-undang,” sambungnya. Untuk mewujudkan harapan tersebut dan memastikan pemimpin yang terpilih adalah orang yang tepat, Bupati Gusbager menekankan dua hal penting selama proses tahapan pemilihan.

Pertama, kata Bupati Gusbager, Pemerintah membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan mencegah konflik di lingkungan masyarakat. Kedua, bupati dua periode itu mengingatkan potensi pelanggaran hukum jika proses ini tidak dikawal dengan baik.

“Karena di dalamnya melibatkan masyarakat, maka ada potensi terjadinya gesekan dan bisa menimbulkan tindakan melawan hukum. Itu sebabnya kita berkumpul untuk memastikan komitmen kita hari ini dalam mengawal pemilihan kepala kampung,” pungkasnya. (eri/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

KEEROM – Sebanyak 65 dari 91 kampung atau desa di Kabupaten Keerom akan melakukan pemilihan serentak di tahun 2026. Jumlah tersebut tersebar di beberapa distrik.

Dari 65 kampung, 59 kampung melakukan pemilihan langsung. Sementara 6 kampung lainnya melakukan Pergantian Antarwaktu (PAW).

Adapun 59 kampung yang akan melakukan pemilihan serentak diantaranya, Distrik Waris ada kampung Bompai, Sach dan Banda. Distrik Arso ada kampung Bibiosi, Sawabuum, Kwimi, Ibuyau, Sawanawa, Yuwanain, Yanamaa, Bagia.

Distrik Senggi ada Kampung Waley, Namla, Senggi, Warlef, Usku, Woslay. Distrik Web ada Kampung Tatakra, Yamraf II, Dubu, Umuaf, Embi. Distrik Kanto ada Kampung Gudang Garam, Saefen 42, Walma, Alang-alang Raya, Jaifuri, Traimelyan dan Wulukubun.

Lanjut ke Distrik Arso Timur ada Kampung Amyu, Pikere, Pitewi, Kriku, Skofro, Kibay, Sangke dan Suskun. Di Distrik Towe ada Kampung Jember, Niliti dan Pris. Di Distrik Arso Barat ada Kampung Baburia, Yowong, Yammua dan Dukwia.

Kemudian Distrik Mannem ada Kampung Uskuar, Piawi, Sawyatami. Distrik Yaffi ada Kampung Jifanggri, Monggoaf, Favenumbu, Akarinda, Yuruf dan Amgotro. Terakhir di Distrik Kaisenar ada Kampung Kaisenar, Kiambra, Liket, Onam dan Kampung Tefalma Satu.

Baca Juga :  Warga Keerom yang Hilang di Sungai Ditemukan Meninggal Dunia

Sementara untuk pemilihan Kepala Kampung PAW, Kampung Yamta Distrik Arso, Kampung Arsopura dan Wiantre Diatrik Skanto, Kampung Terfones Distrik Towe, Kampung Warbo Distrik Arso Barat dan Kampung Yamara Distrik Mannem.

Diketahui, tahapan pemilihan kepala kampung telah berlangsung. Dimana bulan 11 Juli – 12 Agustus merupakan tahapan pembentukan panitia pemilihan serta laporan akhir masa jabatan kepala kampung.

Selanjutnya pada 14 September – 23 September merupakan tahapan pengumuman DPT sementara, verifikasi data pemilih tambahan dan pengumuman daftar pemilih tetap.

Kemudian 24 September – 6 November merupakan pengumuman dan pendaftaran bakal calon, verifikasi dan validasi persyaratan administrasi penetapan calon, kampanye serta masa tenang.

Pemungutan suara kemudian dilakukan pada 10 November. Penetapan dan hasil pemilihan dilakukan pada 11-26 November. Dilanjutkan dengan masa sengketa dan pengesahan.

Bupati Keerom, Piter Gusbager berharap seluruh tahapan pemilihan berjalan dengan baik dan menemukan kepala kampung yang benar-benar bisa membangun kampung.

“Kemajuan Kabupaten Keerom diawali dari kampung. Kampung yang mandiri, sehat, dan makmur akan berdampak besar untuk kabupaten ini,” ungkap Bupati Gusbager saat membuka rapat Forkopimda di Gedung Pramuka, Kampung Asyaman, Distrik Arso, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  61 Pocil Polres Keerom Ikut Rayakan HAN

“Mari kita kawal sama-sama untuk memilih orang yang tepat dan memenuhi syarat, serta memastikan pelayanan masyarakat terlaksana sesuai amanat undang-undang,” sambungnya. Untuk mewujudkan harapan tersebut dan memastikan pemimpin yang terpilih adalah orang yang tepat, Bupati Gusbager menekankan dua hal penting selama proses tahapan pemilihan.

Pertama, kata Bupati Gusbager, Pemerintah membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk menjaga keamanan dan mencegah konflik di lingkungan masyarakat. Kedua, bupati dua periode itu mengingatkan potensi pelanggaran hukum jika proses ini tidak dikawal dengan baik.

“Karena di dalamnya melibatkan masyarakat, maka ada potensi terjadinya gesekan dan bisa menimbulkan tindakan melawan hukum. Itu sebabnya kita berkumpul untuk memastikan komitmen kita hari ini dalam mengawal pemilihan kepala kampung,” pungkasnya. (eri/wen)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya