alexametrics
28.7 C
Jayapura
Saturday, June 25, 2022

Tahun 2019, PT. Angkasa Pura I Biak Bakal Rugi Rp 31 Miliar

Agus Budiarto ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-PT. Angkasa Pura I (Persero) Biak yang mengelola Bandar Udara Frans Kaisiepo setiap tahunnya mengalami kerugian. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami perusahaan milik negara itu jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah. Bahkan, pada tahun 2019 ini diperkirakan jumlah kerugian bakal mencapai kurang lebih Rp. 31 miliar.

  “Kalau kami di Bandar Udara Frans Kasiepo tahun 2018 lalu kerugian mencapai Rp. 31 miliar, dan pada tahun 2019 diestimasi sebesar Rp 35 miliar. Saya kira semua tahu penerbangan di Biak tidak lancar, demikian aktivitas lainnya,” ujar General Manager PT. Angkasa Pura I Biak Agus Budiarto menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di sela-sela upacara Hari Perhubungan Nasional, Selasa (17/9) kemarin. 

Baca Juga :  Tahun 2020, RSUD Biak Tetap Datangkan Dokter “Terbang”

  Kurangnya arus penerbangan ditenggarai menjadi penyebab utama kerugian di Bandar Udara Frans Kasiopo. Jumlah penerbangan menuju dan dari bandara Frans Kaisepo jika dibandingkan dengan bandara lainnya di Indonesia khususnya yang dikelola PT. Angkasa Pura I memang lebih rendah. Akibatnya juga mempengaruhi sumber pendapatan lainnya, misalnya penjualan produk dan sewa kios juga sepi.

  Meski mengalami kerugian yang cukup besar, namun aktivitas pelayanan tetap berlangsung optimal di semua sektor.  Meski mengalami kerugian, namun PT. Angkasa Pura I Biak di tahun 2018 – 2019 ini tetap melakukan renovasi dan pembangunan sejumlah sarana dan prasana pendukung  Bandara Frans Kaisiepo Biak.

   Menutupi kerugian itu, kata Agus, ditanggung oleh Angkasa Pura I dengan mekanisme subsidi silang tersebut. “Jadi kerugian yang dialami PT Angkasa Pura I di Bandara Frans Kaisiepo tentunya ditutupi oleh pendapatan dari pengelolaan Bandar udara lainnya, artinya ada subsidi silang,” jelasnya.

Baca Juga :  Di Tengah Wabah Covid, Petani Harus Lebih Giat

   “Memang setiap tahunnya PT. Angkasa Pura I Biak mengalami kerugian, namun kami tetap harus bisa memastikan pelayanan di setiap Bandara di Indonesia tetap sesuai dengan standar yang ada, termasuk di Bandar Udara Frans Kaisiepo,” lanjut Agus Budiarto menambahkan.(itb/tri)

Agus Budiarto ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-PT. Angkasa Pura I (Persero) Biak yang mengelola Bandar Udara Frans Kaisiepo setiap tahunnya mengalami kerugian. Tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami perusahaan milik negara itu jumlahnya mencapai puluhan miliar rupiah. Bahkan, pada tahun 2019 ini diperkirakan jumlah kerugian bakal mencapai kurang lebih Rp. 31 miliar.

  “Kalau kami di Bandar Udara Frans Kasiepo tahun 2018 lalu kerugian mencapai Rp. 31 miliar, dan pada tahun 2019 diestimasi sebesar Rp 35 miliar. Saya kira semua tahu penerbangan di Biak tidak lancar, demikian aktivitas lainnya,” ujar General Manager PT. Angkasa Pura I Biak Agus Budiarto menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di sela-sela upacara Hari Perhubungan Nasional, Selasa (17/9) kemarin. 

Baca Juga :  Hari ini, Aktifitas Pasar Mulai Dibuka

  Kurangnya arus penerbangan ditenggarai menjadi penyebab utama kerugian di Bandar Udara Frans Kasiopo. Jumlah penerbangan menuju dan dari bandara Frans Kaisepo jika dibandingkan dengan bandara lainnya di Indonesia khususnya yang dikelola PT. Angkasa Pura I memang lebih rendah. Akibatnya juga mempengaruhi sumber pendapatan lainnya, misalnya penjualan produk dan sewa kios juga sepi.

  Meski mengalami kerugian yang cukup besar, namun aktivitas pelayanan tetap berlangsung optimal di semua sektor.  Meski mengalami kerugian, namun PT. Angkasa Pura I Biak di tahun 2018 – 2019 ini tetap melakukan renovasi dan pembangunan sejumlah sarana dan prasana pendukung  Bandara Frans Kaisiepo Biak.

   Menutupi kerugian itu, kata Agus, ditanggung oleh Angkasa Pura I dengan mekanisme subsidi silang tersebut. “Jadi kerugian yang dialami PT Angkasa Pura I di Bandara Frans Kaisiepo tentunya ditutupi oleh pendapatan dari pengelolaan Bandar udara lainnya, artinya ada subsidi silang,” jelasnya.

Baca Juga :  Tahun 2020, RSUD Biak Tetap Datangkan Dokter “Terbang”

   “Memang setiap tahunnya PT. Angkasa Pura I Biak mengalami kerugian, namun kami tetap harus bisa memastikan pelayanan di setiap Bandara di Indonesia tetap sesuai dengan standar yang ada, termasuk di Bandar Udara Frans Kaisiepo,” lanjut Agus Budiarto menambahkan.(itb/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/