BIAK – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tengah tancap gas memantapkan sektor perikanan dan pariwisata sebagai pilar ekonomi daerah. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Biak, Onny Dangeubun, menegaskan bahwa kunci utama untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam (raw material) tersebut adalah melalui penguatan konektivitas intermoda, baik di skala regional, nasional, maupun internasional.
Onny menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terus melakukan koordinasi intensif untuk membangun nadi ekonomi melalui jalur udara. Salah satu terobosan strategis adalah rencana pengintegrasian logistik produk kelautan di wilayah Timur Indonesia.
“Kita berharap jalur Ambon – Sorong – Biak dapat terintegrasi. Dengan Biak sebagai hub, tiga wilayah dengan potensi perikanan tangkap yang besar ini akan terjahit dalam satu ekosistem logistik yang solid,” ujar Onny.
Kabar baik bagi sektor pariwisata muncul dari hasil advokasi pimpinan daerah. Mulai 9 Maret 2026, maskapai Wings Air akan mengoperasikan pesawat tipe ATR 72 untuk rute Biak – Sorong. Rute ini dinilai sangat “seksi” karena diyakini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Biak secara signifikan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan Ekonomi Biru di kawasan Papua, yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan penguatan logistik di kawasan Teluk Cenderawasih hingga ke wilayah Papua Pegunungan.
Tidak hanya bermain di level domestik, Bandara Internasional Frans Kaisiepo tengah dipersiapkan untuk melayani penerbangan internasional reguler. Fokus utama saat ini adalah rute Biak – Darwin (Australia).
BIAK – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor tengah tancap gas memantapkan sektor perikanan dan pariwisata sebagai pilar ekonomi daerah. Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Biak, Onny Dangeubun, menegaskan bahwa kunci utama untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam (raw material) tersebut adalah melalui penguatan konektivitas intermoda, baik di skala regional, nasional, maupun internasional.
Onny menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terus melakukan koordinasi intensif untuk membangun nadi ekonomi melalui jalur udara. Salah satu terobosan strategis adalah rencana pengintegrasian logistik produk kelautan di wilayah Timur Indonesia.
“Kita berharap jalur Ambon – Sorong – Biak dapat terintegrasi. Dengan Biak sebagai hub, tiga wilayah dengan potensi perikanan tangkap yang besar ini akan terjahit dalam satu ekosistem logistik yang solid,” ujar Onny.
Kabar baik bagi sektor pariwisata muncul dari hasil advokasi pimpinan daerah. Mulai 9 Maret 2026, maskapai Wings Air akan mengoperasikan pesawat tipe ATR 72 untuk rute Biak – Sorong. Rute ini dinilai sangat “seksi” karena diyakini akan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Biak secara signifikan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan Ekonomi Biru di kawasan Papua, yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan penguatan logistik di kawasan Teluk Cenderawasih hingga ke wilayah Papua Pegunungan.
Tidak hanya bermain di level domestik, Bandara Internasional Frans Kaisiepo tengah dipersiapkan untuk melayani penerbangan internasional reguler. Fokus utama saat ini adalah rute Biak – Darwin (Australia).