Tuesday, January 6, 2026
26.7 C
Jayapura

Sambut STC 2023 Taman Burung dan Anggrek Akan Dipercantik

BIAK – UPTD. Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua yang ada di Kabupaten Biak Numfor dalam waktu dekat akan di tata, di percantik atau di perindah guna menerima kunjungan wisawatan mancanegara dan local yang akan berkunjung nanti.   

Plt. Kepala UPTD Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua, Mercy C. Mual, S.Hut mengatakan, penataan Taman Burung dan Anggrek dilakukan dengan maksud agar Taman Burung dan Anggrek tetap terlihat bersih dan rapi serta menarik perhatian  dan simpati masyarakat untuk tetap berkunjung ke tiap saat.

Penataan Taman Burung dan Anggrek menurut Mercy C. Mual dilakukan juga untuk mempersiapkan diri mengikuti pelaksanaan ivent nasional Sail Teluk Cenderawasih ( STC ) pada November 2023 mendatang dan juga menyambut tamu-tamu yang akan berkunjung ke Taman Burung dan Anggrek karena datang mengikuti ivent STC 2023 tersebut.

Baca Juga :  Bawaslu Biak Numfor Intens Awasi Tahapan Pemilu 2023 di Biak

“Pada saat ivent Sail Teluk Cenderawasih digelar nanti banyak orang akan berkunjung dan berdatangan ke Biak dan menjadikan Taman Burung dan Anggrek sebagai salah satu sasaran wisata pada saat berada di Biak.

Jadi kita akan percantik areal taman agar menarikan perhatian dan simpati mereka untuk berkunjung ke Taman Burung dan Taman Anggrek,”ujar Mercy C. Mual kepada Cenderawasih Pos Sabtu,(9/9)

Asumsi public selama ini menyebut Taman Burung dan Anggrek sebagai tempat wisata tidaklah salah kata Mercy C. Mual karena dampak dari tujuan pembangunan taman burung dan anggrek konservasi, penelitian dan pendidikan adalah wisata maka tidaklah salah bila disebut juga sebagai salah satu obyek wisata.

Baca Juga :  257 Kepala dan Bendahara Kampung di Biak Dibekali Sejumlah Materi

Meski demikian kata Mercy hingga kini pihaknya lebih mendahulukan konservasi dengan maksud agar masyarakat tetap mencintai jenis-jenis endemic flora dan fauna yang ada di Papua.

“Kami punya sarana prasarana karena lama sudah ada yang rusak, rata-rata pohon di sini tinggi jadi ada dahan yang patah jatuh pasti menimpa sangkar –sangar burung tetapi juga pagar yang dibangun mengelilingi areal taman,”ungkapnya (ren )

BIAK – UPTD. Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua yang ada di Kabupaten Biak Numfor dalam waktu dekat akan di tata, di percantik atau di perindah guna menerima kunjungan wisawatan mancanegara dan local yang akan berkunjung nanti.   

Plt. Kepala UPTD Taman Burung dan Anggrek ( TBTA ) Provinsi Papua, Mercy C. Mual, S.Hut mengatakan, penataan Taman Burung dan Anggrek dilakukan dengan maksud agar Taman Burung dan Anggrek tetap terlihat bersih dan rapi serta menarik perhatian  dan simpati masyarakat untuk tetap berkunjung ke tiap saat.

Penataan Taman Burung dan Anggrek menurut Mercy C. Mual dilakukan juga untuk mempersiapkan diri mengikuti pelaksanaan ivent nasional Sail Teluk Cenderawasih ( STC ) pada November 2023 mendatang dan juga menyambut tamu-tamu yang akan berkunjung ke Taman Burung dan Anggrek karena datang mengikuti ivent STC 2023 tersebut.

Baca Juga :  Jumlah OAP di Biak Numfor Capai 124.800 Jiwa

“Pada saat ivent Sail Teluk Cenderawasih digelar nanti banyak orang akan berkunjung dan berdatangan ke Biak dan menjadikan Taman Burung dan Anggrek sebagai salah satu sasaran wisata pada saat berada di Biak.

Jadi kita akan percantik areal taman agar menarikan perhatian dan simpati mereka untuk berkunjung ke Taman Burung dan Taman Anggrek,”ujar Mercy C. Mual kepada Cenderawasih Pos Sabtu,(9/9)

Asumsi public selama ini menyebut Taman Burung dan Anggrek sebagai tempat wisata tidaklah salah kata Mercy C. Mual karena dampak dari tujuan pembangunan taman burung dan anggrek konservasi, penelitian dan pendidikan adalah wisata maka tidaklah salah bila disebut juga sebagai salah satu obyek wisata.

Baca Juga :  Kapolres Supiori : Peredaran Miras Tidak Begitu Banyak di Supiori

Meski demikian kata Mercy hingga kini pihaknya lebih mendahulukan konservasi dengan maksud agar masyarakat tetap mencintai jenis-jenis endemic flora dan fauna yang ada di Papua.

“Kami punya sarana prasarana karena lama sudah ada yang rusak, rata-rata pohon di sini tinggi jadi ada dahan yang patah jatuh pasti menimpa sangkar –sangar burung tetapi juga pagar yang dibangun mengelilingi areal taman,”ungkapnya (ren )

Berita Terbaru

Artikel Lainnya