“Sebagai kapal besar yang mengutamakan keselamatan, kami tidak bisa mengambil risiko besar untuk langsung sandar. Panjang dermaga belum cukup untuk menampung kapal ini, sehingga sebelum ada perubahan infrastruktur dermaga, kapal tetap harus berlabuh di lepas pantai dan menggunakan speedboat untuk proses embarkasi dan debarkasi,” tambahnya.
Secara reguler, KM Dorolonda kini telah masuk dalam rute Nabire-Waropen-Jayapura dan akan kembali tiba di Waropen pada 27 Februari mendatang. Selanjutnya, kapal dengan kapasitas ribuan penumpang ini akan melanjutkan pelayarannya ke Jayapura. Tiba Kembali dari Jayapura, masuk ke Waren dan melanjutkan perjalanan ke Nabire-Manokwari-Sorong-Ambon-Namlea-Bau-Bau-Makassar-Surabaya, serta perjalanan balik dari Surabaya dan direncanakan tiba ke Waren lagi pada Selasa 11 Maret mendatang.
Kedatangan kapal ini juga disaksikan langsung oleh Kapten Kapal, Nakhoda, pengurus Pelni Serui, serta rombongan dari Kementerian Perhubungan RI, Forkompimda, dan staf ahli pemerintah daerah. Untuk menyambut momentum ini, masyarakat setempat menggelar prosesi adat sebagai bentuk apresiasi terhadap sejarah baru yang terukir di Tanah Sejuta Bakau, Waropen.
Pemerintah Kabupaten Waropen menargetkan pengembangan pelabuhan dalam 5-6 bulan ke depan agar kapal besar seperti KM Dorolonda dapat sandar dengan lebih aman dan lancar. Sekda Jaelani menegaskan bahwa kehadiran kapal ini telah membuka peluang besar bagi konektivitas dan perekonomian masyarakat Waropen, serta menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses transportasi laut di wilayah Papua. (il/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos