Tuesday, February 17, 2026
29.6 C
Jayapura

Pemprov PBD Dukung Identifikasi Kerangka Prajurit Jepang di Tambrauw

“Pemerintah Jepang secara rutin melaksanakan kegiatan penghormatan kepada prajurit yang gugur setiap bulan Agustus, termasuk melalui taman peringatan khusus sebelum kerangka yang berhasil diidentifikasi diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Dalam proses pencarian, tambah dia, tim bekerja sama dengan kementerian terkait di bidang pendidikan dan penelitian untuk pengambilan sampel serta pemeriksaan DNA.

Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari pencarian hingga analisis ilmiah, dengan tujuan utama mengembalikan sebanyak mungkin kerangka yang teridentifikasi kepada keluarga prajurit.

Karena dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna mencegah kontaminasi DNA. “Keberadaan benda-benda pribadi seperti tempat minum, kalung identitas, foto keluarga, atau sikat gigi dinilai sangat membantu proses identifikasi,” bebernya.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pemprov Dorong Gerakan Tanam Cabai

Dalam pelaksanaan lapangan, tim akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat setempat sebelum melakukan penelitian atau penggalian. Dia memastikan bahwa seluruh proses akan melibatkan masyarakat, disaksikan aparat desa dan pihak terkait, serta dilaksanakan secara terbuka dan sesuai prosedur. (mww/wen)

 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

“Pemerintah Jepang secara rutin melaksanakan kegiatan penghormatan kepada prajurit yang gugur setiap bulan Agustus, termasuk melalui taman peringatan khusus sebelum kerangka yang berhasil diidentifikasi diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.

Dalam proses pencarian, tambah dia, tim bekerja sama dengan kementerian terkait di bidang pendidikan dan penelitian untuk pengambilan sampel serta pemeriksaan DNA.

Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari pencarian hingga analisis ilmiah, dengan tujuan utama mengembalikan sebanyak mungkin kerangka yang teridentifikasi kepada keluarga prajurit.

Karena dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna mencegah kontaminasi DNA. “Keberadaan benda-benda pribadi seperti tempat minum, kalung identitas, foto keluarga, atau sikat gigi dinilai sangat membantu proses identifikasi,” bebernya.

Baca Juga :  Bupati Waropen Serahkan SK Plt. Kadis Kesehatan kepada dr. Jenggo Suwarko,

Dalam pelaksanaan lapangan, tim akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat setempat sebelum melakukan penelitian atau penggalian. Dia memastikan bahwa seluruh proses akan melibatkan masyarakat, disaksikan aparat desa dan pihak terkait, serta dilaksanakan secara terbuka dan sesuai prosedur. (mww/wen)

 

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya