“Pemerintah Jepang secara rutin melaksanakan kegiatan penghormatan kepada prajurit yang gugur setiap bulan Agustus, termasuk melalui taman peringatan khusus sebelum kerangka yang berhasil diidentifikasi diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Dalam proses pencarian, tambah dia, tim bekerja sama dengan kementerian terkait di bidang pendidikan dan penelitian untuk pengambilan sampel serta pemeriksaan DNA.
Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari pencarian hingga analisis ilmiah, dengan tujuan utama mengembalikan sebanyak mungkin kerangka yang teridentifikasi kepada keluarga prajurit.
Karena dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna mencegah kontaminasi DNA. “Keberadaan benda-benda pribadi seperti tempat minum, kalung identitas, foto keluarga, atau sikat gigi dinilai sangat membantu proses identifikasi,” bebernya.
Dalam pelaksanaan lapangan, tim akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat setempat sebelum melakukan penelitian atau penggalian. Dia memastikan bahwa seluruh proses akan melibatkan masyarakat, disaksikan aparat desa dan pihak terkait, serta dilaksanakan secara terbuka dan sesuai prosedur. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Pemerintah Jepang secara rutin melaksanakan kegiatan penghormatan kepada prajurit yang gugur setiap bulan Agustus, termasuk melalui taman peringatan khusus sebelum kerangka yang berhasil diidentifikasi diserahkan kepada pihak keluarga,” katanya.
Dalam proses pencarian, tambah dia, tim bekerja sama dengan kementerian terkait di bidang pendidikan dan penelitian untuk pengambilan sampel serta pemeriksaan DNA.
Proses ini membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari pencarian hingga analisis ilmiah, dengan tujuan utama mengembalikan sebanyak mungkin kerangka yang teridentifikasi kepada keluarga prajurit.
Karena dia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan tulang belulang yang ditemukan guna mencegah kontaminasi DNA. “Keberadaan benda-benda pribadi seperti tempat minum, kalung identitas, foto keluarga, atau sikat gigi dinilai sangat membantu proses identifikasi,” bebernya.
Dalam pelaksanaan lapangan, tim akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh adat setempat sebelum melakukan penelitian atau penggalian. Dia memastikan bahwa seluruh proses akan melibatkan masyarakat, disaksikan aparat desa dan pihak terkait, serta dilaksanakan secara terbuka dan sesuai prosedur. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q