Menanam Asa di Dasar Laut: Kolaborasi Penyelam Biak Hijaukan Kembali Terumbu Karang
Di bawah permukaan air Pantai Nirmala Beach yang cukup berarus, sebuah misi besar sedang dijalankan. Sebuah upaya kolektif untuk “menyembuhkan” luka di ekosistem laut Biak.
Laporan Ismail – Biak
Pada Senin (29/12), suasana Pantai Nirmala tampak berbeda. Belasan orang dengan setelan selam tampak sibuk mempersiapkan peralatan. Uniknya, kegiatan ini menyatukan dua dunia penyelaman yang berbeda: komunitas Free Dive yang mengandalkan satu tarikan napas yang bernama Satu Napas Biak, dan komunitas Scuba Dive dengan tabung oksigennya.
Lima Belas gabungan penyelam free dive dan barisan penyelam scuba untuk satu tujuan mulia: transplantasi terumbu karang. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata dalam menjaga rumah bagi ribuan biota laut.
Proses restorasi ini dimulai dengan menurunkan struktur bernama Spider Web. Ini adalah rangka besi berbentuk jaring laba-laba yang telah dilapisi pasir agar teksturnya menyerupai lingkungan alami laut. Struktur inilah yang nantinya menjadi “fondasi” bagi bibit-bibit karang baru untuk tumbuh dan berkembang.
Aksi lingkungan ini mendapat apresiasi hangat dari pemilik Hotel and Resort Nirmala Beach, Yulia Busli, yang hadir mendampingi sang suami, Ahmed. Bagi mereka, menjaga kelestarian laut di sekitar resor bukan hanya soal bisnis, melainkan tanggung jawab moral.
“Kegiatan ini sangat positif. Ini adalah langkah penting untuk memastikan ekosistem ikan tetap terjaga dan laut kita tetap sehat untuk generasi mendatang,” ujar Yulia di sela-sela kegiatan.
Langkah yang diambil kedua komunitas ini adalah investasi jangka panjang. Terumbu karang adalah benteng pertama pertahanan pantai dan sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil. Dengan menanam kembali karang melalui media spider web, para penyelam ini sedang membangun kembali benteng yang mulai rapuh tersebut.
Menanam Asa di Dasar Laut: Kolaborasi Penyelam Biak Hijaukan Kembali Terumbu Karang
Di bawah permukaan air Pantai Nirmala Beach yang cukup berarus, sebuah misi besar sedang dijalankan. Sebuah upaya kolektif untuk “menyembuhkan” luka di ekosistem laut Biak.
Laporan Ismail – Biak
Pada Senin (29/12), suasana Pantai Nirmala tampak berbeda. Belasan orang dengan setelan selam tampak sibuk mempersiapkan peralatan. Uniknya, kegiatan ini menyatukan dua dunia penyelaman yang berbeda: komunitas Free Dive yang mengandalkan satu tarikan napas yang bernama Satu Napas Biak, dan komunitas Scuba Dive dengan tabung oksigennya.
Lima Belas gabungan penyelam free dive dan barisan penyelam scuba untuk satu tujuan mulia: transplantasi terumbu karang. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata dalam menjaga rumah bagi ribuan biota laut.
Proses restorasi ini dimulai dengan menurunkan struktur bernama Spider Web. Ini adalah rangka besi berbentuk jaring laba-laba yang telah dilapisi pasir agar teksturnya menyerupai lingkungan alami laut. Struktur inilah yang nantinya menjadi “fondasi” bagi bibit-bibit karang baru untuk tumbuh dan berkembang.
Aksi lingkungan ini mendapat apresiasi hangat dari pemilik Hotel and Resort Nirmala Beach, Yulia Busli, yang hadir mendampingi sang suami, Ahmed. Bagi mereka, menjaga kelestarian laut di sekitar resor bukan hanya soal bisnis, melainkan tanggung jawab moral.
“Kegiatan ini sangat positif. Ini adalah langkah penting untuk memastikan ekosistem ikan tetap terjaga dan laut kita tetap sehat untuk generasi mendatang,” ujar Yulia di sela-sela kegiatan.
Langkah yang diambil kedua komunitas ini adalah investasi jangka panjang. Terumbu karang adalah benteng pertama pertahanan pantai dan sumber kehidupan bagi ikan-ikan kecil. Dengan menanam kembali karang melalui media spider web, para penyelam ini sedang membangun kembali benteng yang mulai rapuh tersebut.