Friday, January 2, 2026
27.5 C
Jayapura

Bantu Kelancaran Ibadah di 13 Gereja, HMI Berharap Bisa Ditiru Daerah Lain

Lebih lanjut pria yang akrab di sapa Rison itu menjelaskan anggota HMI tidak hanya membantu pada awal jemaat datang beribadah, tetapi menunggu sampai ibadah selesai hingga jemaat pulang.

“Walau pun lelah, namun kami senang bisa ikut membantu dalam proses Misa Natal umat Kristiani tetap berjalan lancar. Kami berharap kerukunan umat beragama di Papua dapat ditiru oleh warga lain di Indonesia,” ungkapnya dengan tulus.

Lokasi gereja yang menjadi titik utama HMI dengan sukarela membantu menjaga keamanan, parkiran, dan lalu lintas adalah di Abepura , Kamkey Gereja Elim, dan Gereja Gembala Baik, Gereja Marthen Luther. Sedangkan di Kotaraja ada dua gereja, yaitu Gereja Pniel dan Gereja Kristus Juru Selamat. Di Hamadi dan Argapura ada dua gereja, yaitu Gereja Imanuel Hamadi dan Gereja Katolik Santo Petrus. Di Kota Jayapura, Dok V, dan Dok IX di Gereja Pengharapan, Gereja Santo Asisi, Gereja Rehobot, Gereja Nomensen, Gereja Katedral, dan Gereja Taman Eden.

Baca Juga :  Perubahan Karakteristik Siswa Menuntut Pola Pengajaran yang Dinamis

Keterlibatan HMI Cabang Kota Jayapura, dalam menjaga keamanan di gereja saat ibadah Natal mendapat respon positif dari umat Kristiani. Karena ini menunjukkan adanya cinta kasih dan toleransi yang kuat antar-umat beragama di Kota Jayapura.

Jovi salah satu pemuda gereja di Gembala Baik Abepura, menuturkan para kader HMI yang ikut dalam pengamanan ibadah Natal memberikan pelajaran penting tentang toleransi yang kuat. Diharapkan, nantinya pemuda gereja turut aktif dalam kegiatan-kegiatan di hari besar keagamaan umat Islam di Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua.

”Terima kasih kami sampaikan kepada rekan pemuda para kader HMI cabang Jayapura yang turut aktif dalam pengamanan ibadah Natal. Ini toleransi yang harus dijaga ke depan, sehingga di hari besar umat muslim kita juga turut aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Cek Mulai Kepengurusan Inti, Keterwakilan Perempuan dan Alamat

Toleransi antar umat beragama yang terlibat dalam Perayaan Natal tahun 2025 ini sejalan dengan tema yang diusung oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Lebih lanjut pria yang akrab di sapa Rison itu menjelaskan anggota HMI tidak hanya membantu pada awal jemaat datang beribadah, tetapi menunggu sampai ibadah selesai hingga jemaat pulang.

“Walau pun lelah, namun kami senang bisa ikut membantu dalam proses Misa Natal umat Kristiani tetap berjalan lancar. Kami berharap kerukunan umat beragama di Papua dapat ditiru oleh warga lain di Indonesia,” ungkapnya dengan tulus.

Lokasi gereja yang menjadi titik utama HMI dengan sukarela membantu menjaga keamanan, parkiran, dan lalu lintas adalah di Abepura , Kamkey Gereja Elim, dan Gereja Gembala Baik, Gereja Marthen Luther. Sedangkan di Kotaraja ada dua gereja, yaitu Gereja Pniel dan Gereja Kristus Juru Selamat. Di Hamadi dan Argapura ada dua gereja, yaitu Gereja Imanuel Hamadi dan Gereja Katolik Santo Petrus. Di Kota Jayapura, Dok V, dan Dok IX di Gereja Pengharapan, Gereja Santo Asisi, Gereja Rehobot, Gereja Nomensen, Gereja Katedral, dan Gereja Taman Eden.

Baca Juga :  Rahul Yikwa Ingin Jadi TNI, Ketua Kelas dan Siswa yang Rajin di Sekolah

Keterlibatan HMI Cabang Kota Jayapura, dalam menjaga keamanan di gereja saat ibadah Natal mendapat respon positif dari umat Kristiani. Karena ini menunjukkan adanya cinta kasih dan toleransi yang kuat antar-umat beragama di Kota Jayapura.

Jovi salah satu pemuda gereja di Gembala Baik Abepura, menuturkan para kader HMI yang ikut dalam pengamanan ibadah Natal memberikan pelajaran penting tentang toleransi yang kuat. Diharapkan, nantinya pemuda gereja turut aktif dalam kegiatan-kegiatan di hari besar keagamaan umat Islam di Kota Jayapura sebagai ibu kota Provinsi Papua.

”Terima kasih kami sampaikan kepada rekan pemuda para kader HMI cabang Jayapura yang turut aktif dalam pengamanan ibadah Natal. Ini toleransi yang harus dijaga ke depan, sehingga di hari besar umat muslim kita juga turut aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  PAD Tak Capai Target, OPD Akan Dievaluasi

Toleransi antar umat beragama yang terlibat dalam Perayaan Natal tahun 2025 ini sejalan dengan tema yang diusung oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya