Friday, March 27, 2026
26.1 C
Jayapura

Berawal dari Djarum, Kuasai BCA hingga E-Commerce dan Club Sepakbola Serie A

Bagi dunia usaha, kehilangannya menjadi momen refleksi tentang pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun perusahaan berkelanjutan. Sementara bagi masyarakat luas, ia dikenang sebagai sosok yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Kini, nama Michael Bambang Hartono tidak hanya tercatat sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang mengabdikan hidupnya untuk Indonesia. Jejaknya akan terus hidup melalui karya, prestasi, dan kontribusi yang telah ia tinggalkan.

Kontribusi Bambang Hartono tak hanya di tanah air. Ia juga memiliki club bola, Como 1907 yang kini berlaga di Serie A Liga Italia.Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui situs dan media sosial klub, Como 1907 menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang dinilai berperan besar dalam perjalanan baru klub beberapa tahun terakhir. Ucapan belasungkawa juga ditujukan kepada keluarga besar Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group.

“Klub sangat berduka atas kepergian Michael Bambang Hartono. Di bawah kepemimpinan keluarga, Como memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenangnya dengan penuh rasa hormat serta terima kasih,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga :  Optimimisme BSI Memacu Pertumbuhan Bisnis Logam Mulia
1-CESC FABREGAS
Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan penjelasan terkait momen emosional yang dia tunjukkan saat Como 1907 mencetak gol kelima ke gawang Pisa SC

Michael Bambang Hartono bersama saudaranya, Robert Budi Hartono mengambil alih kepemilikan Como pada 2019. Pelatih Cesc Fabregas memberikan penjelasan terkait momen emosional yang dia tunjukkan saat Como 1907 mencetak gol kelima ke gawang Pisa SC. Laga itu dimainkan Minggu (22/3).

Alih-alih merayakan dengan penuh euforia, Cesc Fabregas justru terlihat menundukkan kepala di pinggir lapangan. Momen tersebut sempat menjadi perhatian karena terjadi di tengah kemenangan telak 5-0 Como atas Pisa. Namun, Cesc Fabregas menegaskan bahwa gestur itu bukan tanpa makna. Dia menyebut kemenangan Como atas Pisa tersebut terasa berbeda karena tim baru saja kehilangan sosok penting yang memiliki peran besar dalam perjalanan klub.

”Hari ini adalah kemenangan penting. Sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa kami telah kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi kami,” ujar Fabregas dalam pernyataannya usai pertandingan dikutip dari akun X @Gilabola_ina. Dia merujuk pada sosok Michael Bambang Hartono yang memiliki visi besar terhadap perkembangan Como. Fabregas menilai, kontribusi Hartono tidak hanya sebatas dukungan finansial, tetapi juga keyakinan terhadap masa depan klub dan kota Como itu sendiri.

Baca Juga :  Warga di Daerah Rawan Bencana Harus Waspada dan Tetap Jaga Lingkungan

”Terima kasih untuk beliau yang telah percaya kepada klub ini dan juga kota ini. Dia melihat sesuatu yang jauh ke depan,” lanjut mantan gelandang Arsenal dan FC Barcelona tersebut. Menurut Fabregas, kehilangan tersebut menjadi momen refleksi bagi seluruh tim. Dia menegaskan bahwa kenangan terhadap sosok Hartono harus tetap dijaga dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. Karena itu, kemenangan besar atas Pisa tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga bentuk penghormatan.

Bagi dunia usaha, kehilangannya menjadi momen refleksi tentang pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun perusahaan berkelanjutan. Sementara bagi masyarakat luas, ia dikenang sebagai sosok yang memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Kini, nama Michael Bambang Hartono tidak hanya tercatat sebagai pengusaha sukses, tetapi juga sebagai figur inspiratif yang mengabdikan hidupnya untuk Indonesia. Jejaknya akan terus hidup melalui karya, prestasi, dan kontribusi yang telah ia tinggalkan.

Kontribusi Bambang Hartono tak hanya di tanah air. Ia juga memiliki club bola, Como 1907 yang kini berlaga di Serie A Liga Italia.Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui situs dan media sosial klub, Como 1907 menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas sosok yang dinilai berperan besar dalam perjalanan baru klub beberapa tahun terakhir. Ucapan belasungkawa juga ditujukan kepada keluarga besar Hartono dan seluruh jajaran Djarum Group.

“Klub sangat berduka atas kepergian Michael Bambang Hartono. Di bawah kepemimpinan keluarga, Como memasuki babak baru dalam sejarahnya, dan kami mengenangnya dengan penuh rasa hormat serta terima kasih,” tulis pernyataan resmi tersebut.

Baca Juga :  Yang Muda Gabung untuk Belajar, Yang Senior Juga Dapat Ilmu Baru    
1-CESC FABREGAS
Pelatih Como, Cesc Fabregas memberikan penjelasan terkait momen emosional yang dia tunjukkan saat Como 1907 mencetak gol kelima ke gawang Pisa SC

Michael Bambang Hartono bersama saudaranya, Robert Budi Hartono mengambil alih kepemilikan Como pada 2019. Pelatih Cesc Fabregas memberikan penjelasan terkait momen emosional yang dia tunjukkan saat Como 1907 mencetak gol kelima ke gawang Pisa SC. Laga itu dimainkan Minggu (22/3).

Alih-alih merayakan dengan penuh euforia, Cesc Fabregas justru terlihat menundukkan kepala di pinggir lapangan. Momen tersebut sempat menjadi perhatian karena terjadi di tengah kemenangan telak 5-0 Como atas Pisa. Namun, Cesc Fabregas menegaskan bahwa gestur itu bukan tanpa makna. Dia menyebut kemenangan Como atas Pisa tersebut terasa berbeda karena tim baru saja kehilangan sosok penting yang memiliki peran besar dalam perjalanan klub.

”Hari ini adalah kemenangan penting. Sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa kami telah kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi kami,” ujar Fabregas dalam pernyataannya usai pertandingan dikutip dari akun X @Gilabola_ina. Dia merujuk pada sosok Michael Bambang Hartono yang memiliki visi besar terhadap perkembangan Como. Fabregas menilai, kontribusi Hartono tidak hanya sebatas dukungan finansial, tetapi juga keyakinan terhadap masa depan klub dan kota Como itu sendiri.

Baca Juga :  Optimimisme BSI Memacu Pertumbuhan Bisnis Logam Mulia

”Terima kasih untuk beliau yang telah percaya kepada klub ini dan juga kota ini. Dia melihat sesuatu yang jauh ke depan,” lanjut mantan gelandang Arsenal dan FC Barcelona tersebut. Menurut Fabregas, kehilangan tersebut menjadi momen refleksi bagi seluruh tim. Dia menegaskan bahwa kenangan terhadap sosok Hartono harus tetap dijaga dengan penuh rasa hormat dan kasih sayang. Karena itu, kemenangan besar atas Pisa tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga bentuk penghormatan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/