Melihat Suasana dan Aktifitas Ramadan di Masjid Tertua di Kota Jayapura
Memasuki bulan Ramadan, bulan puasa bagi umat muslim menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan. Puasa bukan jadi alasan bermalas-malasan melakukan kegiatan, tapi justru harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Hal ini yang dilkaukan anak-anak didik SMP Nurul
Laporan: Elfira_Jayapura
Pagi itu, Senin (23/2), lantunan ayat suci menggema lembut dari sudut Jalan Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara. Dari dalam Masjid Jami Kota Jayapura, masjid tertua di Kota Jayapura suara ceramah bersahutan dengan bacaan Alquran anak-anak yang duduk bersila, membentuk barisan-barisan kecil.
Di luar ruang sekolah, ada juga anak-anak yang sedang bermain menunggu waktu mereka untuk masuk ruang kelas belajar.
Ramadan kembali menjejak hari-harinya di masjid bersejarah itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ruang ibadah tak pernah benar-benar sepi. Sejak malam pertama hingga hari kelima Ramadan, tarawih 23 rakaat dilaksanakan berjamaah dan merupakan tradisi yang telah mengakar.
Namun, Ramadan di sini bukan sekadar tentang salat malam. Di bangunan tiga lantai itu berdiri tiga sekolah yaitu SMP Nurul Huda, SD Nurul Huda, dan MI Nurul Huda. Selama bulan suci, ketiganya mengubah ritme pembelajaran menjadi lebih religius.
Melihat Suasana dan Aktifitas Ramadan di Masjid Tertua di Kota Jayapura
Memasuki bulan Ramadan, bulan puasa bagi umat muslim menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan keimanan. Puasa bukan jadi alasan bermalas-malasan melakukan kegiatan, tapi justru harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Hal ini yang dilkaukan anak-anak didik SMP Nurul
Laporan: Elfira_Jayapura
Pagi itu, Senin (23/2), lantunan ayat suci menggema lembut dari sudut Jalan Percetakan Negara 126, Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara. Dari dalam Masjid Jami Kota Jayapura, masjid tertua di Kota Jayapura suara ceramah bersahutan dengan bacaan Alquran anak-anak yang duduk bersila, membentuk barisan-barisan kecil.
Di luar ruang sekolah, ada juga anak-anak yang sedang bermain menunggu waktu mereka untuk masuk ruang kelas belajar.
Ramadan kembali menjejak hari-harinya di masjid bersejarah itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, ruang ibadah tak pernah benar-benar sepi. Sejak malam pertama hingga hari kelima Ramadan, tarawih 23 rakaat dilaksanakan berjamaah dan merupakan tradisi yang telah mengakar.
Namun, Ramadan di sini bukan sekadar tentang salat malam. Di bangunan tiga lantai itu berdiri tiga sekolah yaitu SMP Nurul Huda, SD Nurul Huda, dan MI Nurul Huda. Selama bulan suci, ketiganya mengubah ritme pembelajaran menjadi lebih religius.