Monday, September 1, 2025
21.5 C
Jayapura

Hasil Kuisioner Ternyata Banyak Remaja Pernah Nonton Konten Pornografi

Di fase pra remaja ini biasanya anak mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang kuat. Makanya, orang tua mesti bisa memberikan jawaban dan bimbingan yang tepat. Ironisnya, menurut ahli psikolog keluarga dan anak, di Indonesia kebanyakan orang tua justru malah marah, ketika anaknya bertanya tentang seks atau hal lain yang dianggap tabu di masyarakat. Nah, tindakan ini sebenarnya sungguh tidak tepat.

Pasalnya, hal ini bisa melahirkan kesalahan persepsi di pikiran anak. Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya. Bingung bagaimana cara memulainya?

Baca Juga :  Kondisi Masih Memprihatinkan, Sejumlah Warga Berlatih Untuk Ikuti Lomba

Terkait itu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih mencoba masuk dan memberikan edukasi kepada para remaja gereja. Dan hasilnya cukup mencengangkan dimana ternyata sebagian besar para remaja ini pernah menonton konten pornografi.

Mirisnya lagi dari tontonan tersebut ternyata ada yang mencoba. Nah bercermin pada tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua mendorong dr. Lili Deny Yanuarta dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi para remaja gereja di Kota Jayapura.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/7) di Gereja GKI Waena Korem, Kota Jayapura tersebut diikuti oleh puluhan remaja. Dalam kesempatan itu, dr. Lili menyampaikan materi seputar masa remaja, ciri-ciri usia remaja, fungsi dan cara menjaga organ reproduksi, pubertas, menstruasi, serta mimpi basah.

Baca Juga :  Penertiban APK  Menunggu Hasil Koordinasi

Di fase pra remaja ini biasanya anak mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang kuat. Makanya, orang tua mesti bisa memberikan jawaban dan bimbingan yang tepat. Ironisnya, menurut ahli psikolog keluarga dan anak, di Indonesia kebanyakan orang tua justru malah marah, ketika anaknya bertanya tentang seks atau hal lain yang dianggap tabu di masyarakat. Nah, tindakan ini sebenarnya sungguh tidak tepat.

Pasalnya, hal ini bisa melahirkan kesalahan persepsi di pikiran anak. Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya. Bingung bagaimana cara memulainya?

Baca Juga :  Tampilkan Berbagai Hasil Karya Seni, Setelah Lulus Jangan Merasa Minder Lagi

Terkait itu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih mencoba masuk dan memberikan edukasi kepada para remaja gereja. Dan hasilnya cukup mencengangkan dimana ternyata sebagian besar para remaja ini pernah menonton konten pornografi.

Mirisnya lagi dari tontonan tersebut ternyata ada yang mencoba. Nah bercermin pada tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua mendorong dr. Lili Deny Yanuarta dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi para remaja gereja di Kota Jayapura.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/7) di Gereja GKI Waena Korem, Kota Jayapura tersebut diikuti oleh puluhan remaja. Dalam kesempatan itu, dr. Lili menyampaikan materi seputar masa remaja, ciri-ciri usia remaja, fungsi dan cara menjaga organ reproduksi, pubertas, menstruasi, serta mimpi basah.

Baca Juga :  Ada Burung Anti Keributan, Ada Monyet Suka Ganggu Anak Kecil

Berita Terbaru

Artikel Lainnya