Friday, January 23, 2026
30.2 C
Jayapura

Hasil Kuisioner Ternyata Banyak Remaja Pernah Nonton Konten Pornografi

Di fase pra remaja ini biasanya anak mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang kuat. Makanya, orang tua mesti bisa memberikan jawaban dan bimbingan yang tepat. Ironisnya, menurut ahli psikolog keluarga dan anak, di Indonesia kebanyakan orang tua justru malah marah, ketika anaknya bertanya tentang seks atau hal lain yang dianggap tabu di masyarakat. Nah, tindakan ini sebenarnya sungguh tidak tepat.

Pasalnya, hal ini bisa melahirkan kesalahan persepsi di pikiran anak. Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya. Bingung bagaimana cara memulainya?

Baca Juga :  Bantah Gereja Efesus GIDI Oksop Dijadikan Pos Militer

Terkait itu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih mencoba masuk dan memberikan edukasi kepada para remaja gereja. Dan hasilnya cukup mencengangkan dimana ternyata sebagian besar para remaja ini pernah menonton konten pornografi.

Mirisnya lagi dari tontonan tersebut ternyata ada yang mencoba. Nah bercermin pada tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua mendorong dr. Lili Deny Yanuarta dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi para remaja gereja di Kota Jayapura.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/7) di Gereja GKI Waena Korem, Kota Jayapura tersebut diikuti oleh puluhan remaja. Dalam kesempatan itu, dr. Lili menyampaikan materi seputar masa remaja, ciri-ciri usia remaja, fungsi dan cara menjaga organ reproduksi, pubertas, menstruasi, serta mimpi basah.

Baca Juga :  Rombongan Motor Pernah Terseret Banjir, Hingga Gelar Salat di Tiga Titik

Di fase pra remaja ini biasanya anak mempunyai rasa penasaran dan keingintahuan yang kuat. Makanya, orang tua mesti bisa memberikan jawaban dan bimbingan yang tepat. Ironisnya, menurut ahli psikolog keluarga dan anak, di Indonesia kebanyakan orang tua justru malah marah, ketika anaknya bertanya tentang seks atau hal lain yang dianggap tabu di masyarakat. Nah, tindakan ini sebenarnya sungguh tidak tepat.

Pasalnya, hal ini bisa melahirkan kesalahan persepsi di pikiran anak. Menurut ahli dari University of Sydney, orangtua sebaiknya bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan seks pada anak. Mulai dari bagaimana tubuh bekerja, jenis kelamin, ekspresi seksual, dan nilai-nilai lainnya. Bingung bagaimana cara memulainya?

Baca Juga :  Ballo Milik Tiga Tersangka Dimusnahkan

Terkait itu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 Denintel Cabang I Sinteldam PD XVII/Cenderawasih mencoba masuk dan memberikan edukasi kepada para remaja gereja. Dan hasilnya cukup mencengangkan dimana ternyata sebagian besar para remaja ini pernah menonton konten pornografi.

Mirisnya lagi dari tontonan tersebut ternyata ada yang mencoba. Nah bercermin pada tingginya angka kasus HIV/AIDS di Papua mendorong dr. Lili Deny Yanuarta dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 4 mengadakan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi para remaja gereja di Kota Jayapura.

Penyuluhan yang dilaksanakan pada Sabtu (12/7) di Gereja GKI Waena Korem, Kota Jayapura tersebut diikuti oleh puluhan remaja. Dalam kesempatan itu, dr. Lili menyampaikan materi seputar masa remaja, ciri-ciri usia remaja, fungsi dan cara menjaga organ reproduksi, pubertas, menstruasi, serta mimpi basah.

Baca Juga :  Peserta Memiliki Potensi dan Skill, Berharap Diberikan Alat dan Modal

Berita Terbaru

Artikel Lainnya