alexametrics
25.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Satu Bulan Lebih Usai Diresmikan, Masih 1 OPD Belum Tempati 

Melihat Pemanfaatan Gedung Baru di Sayap Kanan Kantor Wali Kota Jayapura

Gedung Sayap Kanan Kantor Walikota sudah lebih dari sebulan sejak diresmikan pada Rabu 2 Maret lalu. Namun gedung yang seharusnya ditempati 3 OPD tersebut baru ditempati oleh 2 OPD saja, yaitu BPBD Kota Jayapuran dan Dinas Perhubungan Kota Jayapura. Sedangkan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) masih menempati gedung lama. Apa kendalanya?

Laporan: Rahayu Nur Hasanah_Jayapura

Untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat, sejak tahun anggaran 2012 hingga tahun 2022, Pemkot Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, membangun gedung di sayap kanan Kantor Wali Kota Jayapura. Total dana yang terserap untuk pembangunan gedung untuk pondasi lima lantai tersebut, menapai Rp 41 Miliar.

  Setelah diresmikan Wali Kota Jaypaura Dr Benhur Tomi Mano, bangunan ini sudah siap digunakan untuk tiga organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki kantor yang representatif. Tiga OPD yang ditempatkan dikantor Baru ini, yakni Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD).  Hanya saja, untuk BPKAD memang belum bisa pindah.

  Kepala BPKAD, Desi Wanggai kepada  Cenderawasih Pos mengaku ada beberapa kendala menempati gedung baru di sayap kanan walikota. “Iya itu memang belum bisa kami tempati karena beberapa hal. Pertama, kami masih dalam pemeriksaan BPK, sehingga fokus kita menyiapkan data-data untuk pemeriksa,” ujarnya pada Rabu, (13/4).

Baca Juga :  Apa pun Orderannya, Wajib Selesai Kurang dari Dua Minggu

   Pindah ke gedung baru dikatakan akan memakan waktu dan mempersulit proses pemeriksaan karena data-data tertentu masuk dalam jaringan aplikasi sistem keuangan dan juga beberapa arsip yang dibutuhkan KPK. “Nanti setelah selesai pemeriksaan BPK baru kita akan pindah ke sebelah,” ujarnya.

   Pihaknya memperkirakan proses pemeriksaan dari BPK memakan waktu 30 hari, sehingga menjelang Hari Raya Idul Fitri dipastikan baru selesai. Setelah itu pada bulan Juni baru akan dipersiapkan untuk pemindahan tempat kerja BPKAD Kota Jayapura ke gedung sayap kanan Kantor Walikota Jayapura.

   “Kalau pindah data data kami sangat banyak berkas berkas juga harus dipindahkan dan itu butuh waktu. Sedangkan kami fokus menyiapkan data data untuk tim pemeriksa. Kira-kira pemeriksaan selama 30 hari jadi menjelang lebaran sudah selesai,” ujarnya

   Selain itu pihaknya juga sedang mengajukan permintaan bantuan kepada Bank Papua untuk mendesain ruangan secara khusus agar lebih maksimal dalam pelayanan. “Untuk pelayanan kami ini kan pelayanan langsung ke OPD dan masyarakat, sehingga kami butuh ruangan yang memang bisa dapat melayani masyarakat secara baik. Jadi kami desaig dan kami minta kepada Bank Papua untuk membantu kami karena keterbatasan anggaran kami tidak bisa menggunakan dana APBD kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Langganan Jokowi sejak Masih Jadi Pengusaha

  Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Asep Akbar M. Khalid saat itu mengungkapkan kegembiraannya atas kantor barunya. “Selama ini kita jauh dari OPD lainnya dan kantornya juga berpindah-pindah dari satu ruko ke ruko lainnya, kini sudah disediakan kantor baru yang lebih bagus lengkap dengan fasilitasnya, kami sangat senang dan berterimakasih,” ujarnya.

  Diakuinya sebelumnya kantor BPBD  tergolong kumuh karena sering berdebu. Hal ini dikarenakan ruko yang disewa seringkali berada di pinggir jalan raya sehingga mudah terkena polusi.

  Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus juga bersyukur setelah sekian lama tidak memiliki gedung sendiri. “Selama masa jabatan saya baru sekarang ini kita punya gedung sendiri, ini juga sebentar lagi sudah mau pensiun,” ujarnya kala itu.

  Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano berpesan, dengan adanya fasilitas gedung baru dapat memberi semangat para OPD masing-masing untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Untuk dinas-dinas yang bertempat digedung ini saya pesan dengan adanya gedung baru tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan jaga kebersihan. Jangan sampai cat putih ini berubah menjadi cat merah,” ujarnya. (*/tri)

Melihat Pemanfaatan Gedung Baru di Sayap Kanan Kantor Wali Kota Jayapura

Gedung Sayap Kanan Kantor Walikota sudah lebih dari sebulan sejak diresmikan pada Rabu 2 Maret lalu. Namun gedung yang seharusnya ditempati 3 OPD tersebut baru ditempati oleh 2 OPD saja, yaitu BPBD Kota Jayapuran dan Dinas Perhubungan Kota Jayapura. Sedangkan BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) masih menempati gedung lama. Apa kendalanya?

Laporan: Rahayu Nur Hasanah_Jayapura

Untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat, sejak tahun anggaran 2012 hingga tahun 2022, Pemkot Jayapura melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, membangun gedung di sayap kanan Kantor Wali Kota Jayapura. Total dana yang terserap untuk pembangunan gedung untuk pondasi lima lantai tersebut, menapai Rp 41 Miliar.

  Setelah diresmikan Wali Kota Jaypaura Dr Benhur Tomi Mano, bangunan ini sudah siap digunakan untuk tiga organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum memiliki kantor yang representatif. Tiga OPD yang ditempatkan dikantor Baru ini, yakni Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas Perhubungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD).  Hanya saja, untuk BPKAD memang belum bisa pindah.

  Kepala BPKAD, Desi Wanggai kepada  Cenderawasih Pos mengaku ada beberapa kendala menempati gedung baru di sayap kanan walikota. “Iya itu memang belum bisa kami tempati karena beberapa hal. Pertama, kami masih dalam pemeriksaan BPK, sehingga fokus kita menyiapkan data-data untuk pemeriksa,” ujarnya pada Rabu, (13/4).

Baca Juga :  Daging Lebih Tebal ketimbang Bebek, tapi Lembut dan Gurih

   Pindah ke gedung baru dikatakan akan memakan waktu dan mempersulit proses pemeriksaan karena data-data tertentu masuk dalam jaringan aplikasi sistem keuangan dan juga beberapa arsip yang dibutuhkan KPK. “Nanti setelah selesai pemeriksaan BPK baru kita akan pindah ke sebelah,” ujarnya.

   Pihaknya memperkirakan proses pemeriksaan dari BPK memakan waktu 30 hari, sehingga menjelang Hari Raya Idul Fitri dipastikan baru selesai. Setelah itu pada bulan Juni baru akan dipersiapkan untuk pemindahan tempat kerja BPKAD Kota Jayapura ke gedung sayap kanan Kantor Walikota Jayapura.

   “Kalau pindah data data kami sangat banyak berkas berkas juga harus dipindahkan dan itu butuh waktu. Sedangkan kami fokus menyiapkan data data untuk tim pemeriksa. Kira-kira pemeriksaan selama 30 hari jadi menjelang lebaran sudah selesai,” ujarnya

   Selain itu pihaknya juga sedang mengajukan permintaan bantuan kepada Bank Papua untuk mendesain ruangan secara khusus agar lebih maksimal dalam pelayanan. “Untuk pelayanan kami ini kan pelayanan langsung ke OPD dan masyarakat, sehingga kami butuh ruangan yang memang bisa dapat melayani masyarakat secara baik. Jadi kami desaig dan kami minta kepada Bank Papua untuk membantu kami karena keterbatasan anggaran kami tidak bisa menggunakan dana APBD kami,” ujarnya.

Baca Juga :  Bukan Sekedar Tradisi, Pondok Natal Harus Dimaknai

  Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura, Asep Akbar M. Khalid saat itu mengungkapkan kegembiraannya atas kantor barunya. “Selama ini kita jauh dari OPD lainnya dan kantornya juga berpindah-pindah dari satu ruko ke ruko lainnya, kini sudah disediakan kantor baru yang lebih bagus lengkap dengan fasilitasnya, kami sangat senang dan berterimakasih,” ujarnya.

  Diakuinya sebelumnya kantor BPBD  tergolong kumuh karena sering berdebu. Hal ini dikarenakan ruko yang disewa seringkali berada di pinggir jalan raya sehingga mudah terkena polusi.

  Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus juga bersyukur setelah sekian lama tidak memiliki gedung sendiri. “Selama masa jabatan saya baru sekarang ini kita punya gedung sendiri, ini juga sebentar lagi sudah mau pensiun,” ujarnya kala itu.

  Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano berpesan, dengan adanya fasilitas gedung baru dapat memberi semangat para OPD masing-masing untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Untuk dinas-dinas yang bertempat digedung ini saya pesan dengan adanya gedung baru tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan jaga kebersihan. Jangan sampai cat putih ini berubah menjadi cat merah,” ujarnya. (*/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/