Langsung Buka Lima Program Studi, Terbuka Bagi Siapa Saja Untuk Kuliah

Ketua STFT Fajar Baru Papua, Dr. Ignasius Ngari, MA mengaku Unika Fajar Timur Papua kini tidak lagi terbatas pada kajian keagamaan, melainkan merambah ke bidang sains dan teknologi.

Lima program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Papua diantaranya; Ilmu Teologia (Fondasi Spiritual), Farmasi (Kesehatan Masyarakat), Teknik Sipil (Pembangunan Infrastruktur), Teknik Arsitektur (Perencanaan Wilayah) dan
Akuntansi (Tata Kelola Ekonomi)

Pihaknya langsung membentuk panitia-panitia untuk penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) tahun ajaran 2026/2027. Agenda pembahasan penerimaan Maba tersebut dilakukan sejak November 2025 lalu.

Adapun panitia yang dibentuk terdiri dari panitia khusus untuk penerimaan mahasiswa Baru STFT (Sekolah imam) dan panitia umum untuk lima jurusan baru tersebut. Perbedaan panitia itu dilakukan mengingat prosedur penerimaan Maba masing-masing jurusan antara STFT dan jurusan umumnya di Unika jauh berbeda.

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan Akan Lebih Baik, Dapat Menyediakan Data Kesehatan Pasien

Dari sisi persiapan Ignas mengatakan kampus yang dahulunya hanya khusus untuk mengajar dan menyiapkan calon imam baru bagi Gereja Katolik, kini harus siap menerima semua orang tak terkecuali untuk dapat menimba ilmu di kampus tersebut.

Untuk ruangan kelas diketahui telah cukup menampung mahasiswa baru. Karena selain ruangan kelas yang ada saat ini di STFT, kampus tersebut juga nantinya sementara akan memanfaatkan ruangan kelas di SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja.

Sementara untuk tenaga pengajar, saat ini panitia sementara melakukan seleksi dosen yang handal, tidak hanya pintar dari segi akademik tetapi juga dari segi loyalitas terhadap kampus dan ilmu pengetahuan.

“Untuk ruangan belajar kita mengunakan yang ada, karena beberapa lainnya sementara dalam pembangunan. Untuk ruangan kelas yang lain nanti kita gunakan di SMA Taruna Dharma,” tambahnya dengan nada halus.

Baca Juga :  Impian Awal Terbangun karena Nonton Kurniawan Dwi Yulianto

Lebih jauh Ignas menjelaskan sekolah Katolik dikenal memiliki standar akademik yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan komitmen Gereja Katolik untuk menyediakan pendidikan berkualitas.

Selain fokus pada aspek akademik, pendidikan yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik juga menekankan pembinaan karakter dan nilai-nilai moral. Dengan tujuan membentuk sikap dan perilaku siswa ataupun mahasiswa agar menjadi individu yang bertanggung jawab dan beretika.

Meski demikian, pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengatakan, perubahan status STFT menjadi Unika tak luput dari berbagai tantangan yang pasti akan dihadapi oleh pihaknya kedepan. Dari kampus yang sebelumnya hanya dapat dijangkau oleh orang-orang tertentu, kini berubah drastis, semua orang tanpa terkecuali untuk menimba ilmu di kampus yang berlokasi di puncak bukit Padang Bulan Abepura itu.

Ketua STFT Fajar Baru Papua, Dr. Ignasius Ngari, MA mengaku Unika Fajar Timur Papua kini tidak lagi terbatas pada kajian keagamaan, melainkan merambah ke bidang sains dan teknologi.

Lima program studi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembangunan di Papua diantaranya; Ilmu Teologia (Fondasi Spiritual), Farmasi (Kesehatan Masyarakat), Teknik Sipil (Pembangunan Infrastruktur), Teknik Arsitektur (Perencanaan Wilayah) dan
Akuntansi (Tata Kelola Ekonomi)

Pihaknya langsung membentuk panitia-panitia untuk penerimaan Mahasiswa Baru (Maba) tahun ajaran 2026/2027. Agenda pembahasan penerimaan Maba tersebut dilakukan sejak November 2025 lalu.

Adapun panitia yang dibentuk terdiri dari panitia khusus untuk penerimaan mahasiswa Baru STFT (Sekolah imam) dan panitia umum untuk lima jurusan baru tersebut. Perbedaan panitia itu dilakukan mengingat prosedur penerimaan Maba masing-masing jurusan antara STFT dan jurusan umumnya di Unika jauh berbeda.

Baca Juga :  Jangan Ada Kesan Pembiaran, Siapkan Reward dan Punishment

Dari sisi persiapan Ignas mengatakan kampus yang dahulunya hanya khusus untuk mengajar dan menyiapkan calon imam baru bagi Gereja Katolik, kini harus siap menerima semua orang tak terkecuali untuk dapat menimba ilmu di kampus tersebut.

Untuk ruangan kelas diketahui telah cukup menampung mahasiswa baru. Karena selain ruangan kelas yang ada saat ini di STFT, kampus tersebut juga nantinya sementara akan memanfaatkan ruangan kelas di SMA YPPK Taruna Dharma Kotaraja.

Sementara untuk tenaga pengajar, saat ini panitia sementara melakukan seleksi dosen yang handal, tidak hanya pintar dari segi akademik tetapi juga dari segi loyalitas terhadap kampus dan ilmu pengetahuan.

“Untuk ruangan belajar kita mengunakan yang ada, karena beberapa lainnya sementara dalam pembangunan. Untuk ruangan kelas yang lain nanti kita gunakan di SMA Taruna Dharma,” tambahnya dengan nada halus.

Baca Juga :  500 Sekolah di Merauke Terima Smart TV

Lebih jauh Ignas menjelaskan sekolah Katolik dikenal memiliki standar akademik yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan komitmen Gereja Katolik untuk menyediakan pendidikan berkualitas.

Selain fokus pada aspek akademik, pendidikan yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik juga menekankan pembinaan karakter dan nilai-nilai moral. Dengan tujuan membentuk sikap dan perilaku siswa ataupun mahasiswa agar menjadi individu yang bertanggung jawab dan beretika.

Meski demikian, pria asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu mengatakan, perubahan status STFT menjadi Unika tak luput dari berbagai tantangan yang pasti akan dihadapi oleh pihaknya kedepan. Dari kampus yang sebelumnya hanya dapat dijangkau oleh orang-orang tertentu, kini berubah drastis, semua orang tanpa terkecuali untuk menimba ilmu di kampus yang berlokasi di puncak bukit Padang Bulan Abepura itu.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya