Meskipun semua dilakukan secara manual, JNE memiliki standard operating procedure atau SOP tersendiri dalam mengirim, menerima dan pemeriksaan barang (Paket). Ketika ditemukan ada barang terlarang atau mencurigakan dari hasil pemeriksaan, pihak JNE berhak langsung melaporkan ke pihak yang berwenang (kepolisian) untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Lebih lanjut, Awaludin mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menemukan segala jenis barang terlarang yang dikirimkan dari Kota Jayapura ke daerah lainnya melalui jasa JNE Padang Bulan. Justru kiriman dari luar Jayapura yang ada, namun ia tidak tahu pasti jumlahnya berapa banyak, tetapi yang jelas ada.
“Semenjak saya disini untuk pengiriman tidak ada. Tetapi yang sering kita temukan itu barang masuk dari luar ke Jayapura,” ungkapnya.
Meskipun begitu JNE secara keseluruhan di provinsi Papua, diketahui telah menjalankan kerjasama dengan aparat keamanan terutama Badan Narkotika Nasional (BNN) hingga Polda Papua, untuk mengantisipasi peredaran barang terlarang yang dapat merusak generasi masa depan Papua.
“Kita selalu berkoordinasi dengan Polda Papua, ketika ada indikasi atau kecurigaan terhadap paket masuk yang disinyalir barang terlarang kita langsung kotak ke Polda,” pungkasnya.
Sementara itu di jasa Ekspedisi lain di Abepura yang tidak mau menyebutkan nama perusahaan mengatakan bahwa perusahaannya sangat mendukung upaya Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memberantas peredaran narkoba melalui jasa pengiriman.
Hal ini disampaikan Intan (28) admin reservasi jasa Ekspedisi itu kepada Cenderawasih Pos, Selasa (10/3). Intan mengatakan berbagai upaya telah dilakukan pihaknya dalam mendeteksi dini adanya peredaran narkoba di masyarakat, terutama di Kota Jayapura.
Ungkapnya hingga saat ini perusahaan yang ia kerjakan itu belum memiliki teknologi canggih untuk mendeteksi pengiriman atau menerima paket dari klien. Namun yang pasti, pihaknya akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan.
“Kami tidak memiliki alat khusus untuk mendeteksi itu, tetapi kita langsung tanyakan ke costumer terkait isi pengirimannya. Syukurlah untuk saat ini belum belum mendapatkan itu, semua berjalan baik-baik saja,” ungkap Intan.