Monday, April 15, 2024
26.7 C
Jayapura

Dijadikan Pusat HUT Kota Jayapura, Jadi Momen Untuk Bangkit Kembali

Melihat Sekilas Jejak Kampung Yoka yang Pernah Jadi Pusat Pemerintahan

Pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke 113 Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura memusatkan kegiatan upacara dan syukuran di Kampung Yoka, Distrik Heram Kota Jayapura. Hal ini seolah mengingatkan kembali, kenangan terhadap Kampung Yoka yang pernah menjadi pusat akfitias pemerintahan maupun pendidikan calon praja birokrat.

Laporan: Carolus Daot_Jayapura. 

Mendengar Kampung Yoka, tentu membangkitkan kembali sejumlah kenangan. Terutama bagi para birokrat atau pegawai pemerintahan yang pernah menjalani pendidikan di Akademi Pemerintah Dalam Negeri (APDN) yang berada di Kampung Yoka ini. Lembaga pendidikan yang kini bertransformasi menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri, sudah ada sejak peninggalan zaman belanda.

  Tak hanya itu, kantor DPRD dan pemerintahan dulu juga sempat berpusat di Kampung Yoka. Bangunan monumental  Rumah Pemotongan Hewan (RPH) juga masih ada di Kampung Yoka meski kini tidak aktif lagi.  Sejumlah kenangan tersebut, sepertinya ingin dibangkitkan lagi dengan menjadikan Kampung Yoka sebagai pusat perayaan HUT Kota Jayapura tahun ini.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, sambutan masyarakat memang sangat antusias. Di lapangan Hebheihulu, Kampung Yoka, tampak terlihat warga Kampung Yoka, begitu antusias menyaksikan upacara syukuran HUT Kota tersebut.  Bahkan sebelum masuk kampung Yoka,  bendera maupun spanduk HUT Kota terpasang rapi di pinggir jalan.

   Selain itu saat hendak memasuki Lapangan  Hebheihulu Kampung Yoka, tamu undangan disuguhkan dengan, riang warga yang menyaksikan upacara pengibaran bendera.

Baca Juga :  Selain Donor Pengganti, Diharapkan Lembaga Mitra Ikut Membantu Penuhi Kebutuhan

Lapangan Hebheihulupun dipadati warga yang hendak menyaksikan upacara tersebut. Selain warga, para siswa SD Kampung Yoka juga, terlihat begitu riang, terutama saat pengibaran bendera merah putih. Suara lantang terdengar merdu dari para siswa SD Kampung Yoka saat Lagu Indonesia raya berkumandang.

   Usai upacara berlangsung warga berbondong bondong membawa makanan ke dalam lapangan, dan membagikan kepada tamu yang hadir pada upacara syukuran Hut Kota tersebut.

   Kepala Kampung Yoka, Antonius Mebri, mengaku sangat terharu, lantaran tahun ini menjadi sejarah, bagi masyarakat Kampung Yoka. Sebab  pertama kali perayaan HUT Kota Jayapura digelar di kampungnya.

  “Ini menunjukkan bukti bahwa pemerintah tidak pernah lupa akan sejarah Kampung Yoka. Sebab Kampung Yoka dikenal sebagai salah satu kampung di Kota Jayapura yang turut menjadi bagian dari perjalanan sejarah Ibukota Provinsi Papua.” Kenangnya.

  Diantaranya  Kampugn Yoka pernah menjadi pusat pemerintahan pertama di Kota Jayapura, termasuk keberadaan lembaga pendidikan setingkat akademi bernama APDN yang kini dikenal dengan sebutan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan rumah sakit pertama yang didirikan GKI di Tanah Papua.

  “Tahun 1979 Kampung Yoka, menjadi pusat pemerintahan baik provinsi maupun Pemerintahan Kota, dahulunya DPRD juga pernah berkantor disini (Kampung Yoka), saya atas nama masyarakat Kampung Yoga sangat berbangga hati,” ucap Anton.

  Diakuinya pembangunan di Kampung yoka masih butuh pembenahan yang serius, namun terlepas daripada itu, hal utama yang harus dilakukan adanya dukungan semua pihak, terutama peningkatan SDM masyarakat itu sendiri.

Baca Juga :  Tak Takut Terpapar Covid-19, Warga di Pasar 90 Persen Warga Tak Gunakan Masker

   “Kita di Kampung Yoka sebenarnya tidak susah dapat makan, karena kita punya lahan pertanian, selain itu alam juga telah menyediakan kita danau yang besar ikan banyak disana, jika hal ini kita serius untuk bekerja, maka pertumbuhan ekonomi kita di Kampung Yoka akan lebih sejahetra dari masyarakat lainnya,” kata Anton.

  Namun sayang, menurut Anton,  SDM  di kampung yang dipimpinnya ini masih harus dibenahi.  “Alam kita kaya, tapi kalau SDM kita sendiri yang masih rendah, maka kesejahteraan itu tidak akan kita rasakan,” tandasnya.

  Terlepas moment sejarah itu berlangsung, Anton berharap agar pemerintah, maupun masyarakat Kampung Yoka, dapat lebih giat membangun Kampung Yoka kedepan.  “Kita harap agar, moment HUT Kota ini tidak hanya ceremonial belaka, tapi ada hal yang lebih penting, bagaimana kita bangkit dan bisa bersaing dengan wilayah lain, dalam hal pembangunan,” harapnya.

  Di tempat terpisah, Ondoafi Kampung Yoka David Onsa Puimoi Mebri,  menyatakan, pemerintah seharusnya tidak melihat moment upacara HUT Kota sebatas seremonial belaka, tetapi ada hal besar yang harus didorong. Lantaran menurut dia masyarakat Kampung Yoka sampai saat ini, masih belum merasahkan kesejahteraan yang sesungguhnya.

  “Padahal kampung Yoka punya nilai sejarah, tapi pembangunan kampung Yoka, masih sangat tertinggal, hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah, agar kami masyarakat Kampung Yoka bisa hidup sejahtera,” harapnya. (*/tri)

Melihat Sekilas Jejak Kampung Yoka yang Pernah Jadi Pusat Pemerintahan

Pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke 113 Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura memusatkan kegiatan upacara dan syukuran di Kampung Yoka, Distrik Heram Kota Jayapura. Hal ini seolah mengingatkan kembali, kenangan terhadap Kampung Yoka yang pernah menjadi pusat akfitias pemerintahan maupun pendidikan calon praja birokrat.

Laporan: Carolus Daot_Jayapura. 

Mendengar Kampung Yoka, tentu membangkitkan kembali sejumlah kenangan. Terutama bagi para birokrat atau pegawai pemerintahan yang pernah menjalani pendidikan di Akademi Pemerintah Dalam Negeri (APDN) yang berada di Kampung Yoka ini. Lembaga pendidikan yang kini bertransformasi menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri, sudah ada sejak peninggalan zaman belanda.

  Tak hanya itu, kantor DPRD dan pemerintahan dulu juga sempat berpusat di Kampung Yoka. Bangunan monumental  Rumah Pemotongan Hewan (RPH) juga masih ada di Kampung Yoka meski kini tidak aktif lagi.  Sejumlah kenangan tersebut, sepertinya ingin dibangkitkan lagi dengan menjadikan Kampung Yoka sebagai pusat perayaan HUT Kota Jayapura tahun ini.

  Dari pantauan Cenderawasih Pos, sambutan masyarakat memang sangat antusias. Di lapangan Hebheihulu, Kampung Yoka, tampak terlihat warga Kampung Yoka, begitu antusias menyaksikan upacara syukuran HUT Kota tersebut.  Bahkan sebelum masuk kampung Yoka,  bendera maupun spanduk HUT Kota terpasang rapi di pinggir jalan.

   Selain itu saat hendak memasuki Lapangan  Hebheihulu Kampung Yoka, tamu undangan disuguhkan dengan, riang warga yang menyaksikan upacara pengibaran bendera.

Baca Juga :  Papua Urutan Ketiga Kasus HIV, Harus Serius Selamatkan Dari yang Tersisa

Lapangan Hebheihulupun dipadati warga yang hendak menyaksikan upacara tersebut. Selain warga, para siswa SD Kampung Yoka juga, terlihat begitu riang, terutama saat pengibaran bendera merah putih. Suara lantang terdengar merdu dari para siswa SD Kampung Yoka saat Lagu Indonesia raya berkumandang.

   Usai upacara berlangsung warga berbondong bondong membawa makanan ke dalam lapangan, dan membagikan kepada tamu yang hadir pada upacara syukuran Hut Kota tersebut.

   Kepala Kampung Yoka, Antonius Mebri, mengaku sangat terharu, lantaran tahun ini menjadi sejarah, bagi masyarakat Kampung Yoka. Sebab  pertama kali perayaan HUT Kota Jayapura digelar di kampungnya.

  “Ini menunjukkan bukti bahwa pemerintah tidak pernah lupa akan sejarah Kampung Yoka. Sebab Kampung Yoka dikenal sebagai salah satu kampung di Kota Jayapura yang turut menjadi bagian dari perjalanan sejarah Ibukota Provinsi Papua.” Kenangnya.

  Diantaranya  Kampugn Yoka pernah menjadi pusat pemerintahan pertama di Kota Jayapura, termasuk keberadaan lembaga pendidikan setingkat akademi bernama APDN yang kini dikenal dengan sebutan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan rumah sakit pertama yang didirikan GKI di Tanah Papua.

  “Tahun 1979 Kampung Yoka, menjadi pusat pemerintahan baik provinsi maupun Pemerintahan Kota, dahulunya DPRD juga pernah berkantor disini (Kampung Yoka), saya atas nama masyarakat Kampung Yoga sangat berbangga hati,” ucap Anton.

  Diakuinya pembangunan di Kampung yoka masih butuh pembenahan yang serius, namun terlepas daripada itu, hal utama yang harus dilakukan adanya dukungan semua pihak, terutama peningkatan SDM masyarakat itu sendiri.

Baca Juga :  Gandeng ISBI Bandung, Berharap Tampilan Seni Bila Lebih Variatif

   “Kita di Kampung Yoka sebenarnya tidak susah dapat makan, karena kita punya lahan pertanian, selain itu alam juga telah menyediakan kita danau yang besar ikan banyak disana, jika hal ini kita serius untuk bekerja, maka pertumbuhan ekonomi kita di Kampung Yoka akan lebih sejahetra dari masyarakat lainnya,” kata Anton.

  Namun sayang, menurut Anton,  SDM  di kampung yang dipimpinnya ini masih harus dibenahi.  “Alam kita kaya, tapi kalau SDM kita sendiri yang masih rendah, maka kesejahteraan itu tidak akan kita rasakan,” tandasnya.

  Terlepas moment sejarah itu berlangsung, Anton berharap agar pemerintah, maupun masyarakat Kampung Yoka, dapat lebih giat membangun Kampung Yoka kedepan.  “Kita harap agar, moment HUT Kota ini tidak hanya ceremonial belaka, tapi ada hal yang lebih penting, bagaimana kita bangkit dan bisa bersaing dengan wilayah lain, dalam hal pembangunan,” harapnya.

  Di tempat terpisah, Ondoafi Kampung Yoka David Onsa Puimoi Mebri,  menyatakan, pemerintah seharusnya tidak melihat moment upacara HUT Kota sebatas seremonial belaka, tetapi ada hal besar yang harus didorong. Lantaran menurut dia masyarakat Kampung Yoka sampai saat ini, masih belum merasahkan kesejahteraan yang sesungguhnya.

  “Padahal kampung Yoka punya nilai sejarah, tapi pembangunan kampung Yoka, masih sangat tertinggal, hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah, agar kami masyarakat Kampung Yoka bisa hidup sejahtera,” harapnya. (*/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya