Friday, March 6, 2026
27.4 C
Jayapura

Diberikan Berbagai Pembinaan Kerohanian dan Kemandirian

‘’Untuk pembinaan kepribadian disini, kita ada group rap,’’ ungkap Dewanto.

Group Rap yang beranggotakan 12 orang tersebut, jelas dia, sudah memiliki youtube sendiri dengan nama Elpama Prison. Group Rap Lapas Merauke ini, jelas Dewanto, selain mampu menciptakan lagu sendiri, juga jika ada kegiatan besar di luar Lapas Merauke mereka tampil menghibur masyarakat Merauke, seperti HUT Kota Merauke atau dalam rangka HUT 17 Agutus. ‘’Group mereka ini sudah cukup dikenal warga Kota Merauke,’’ terangnya.

Selain group Rap tersebut, juga ada vocal group rohani, sehingga mereka sering dipanggil atau tampil di kegiatan kerohanian baik di gereja maupu kegiatan rohani lainnya.
Sementara untuk pembinaan kemandirian tersebut, ungkap Dewanto, saat ini ada beberapa kegiatan yang sedang dilaksanakan. Pertama, adalah kegaitan pembuatan kripik. Untuk pembuatan kripik ini dilakukan oleh warga binaan perempuan.

Baca Juga :  Status Tanggap Darurat Korban Kebakaran Diperpanjang

‘’Untuk pembuatan kripik ini masih terbatas, sehingga produksinya selain untuk kalangan sendiri juga kami titipkan di kios depan Lapas Merauke,’’ jelasnya.

Lalu, usaha pencucian sepeda motor, pangkas rambut, dan bengkel las. Ada juga usaha gorengan, namun di bulan ramadan ini untuk sementara usaha gorengan tersebut ditutup dan akan dibuka setelah Idul Fitrio nanti.

Usaha ini lanjut dia dilakukan oleh 12 warga binaan yang sudah masuk assimilasi. Namun lanjut dia, tidak semua warga binaan bisa ditempatkan untuk usaha kemandirian tersebut namun harus melalui pertimbangan-pertimbangan khusus terutama masalah keamanan.

‘’Jadi ada beberapa pertimbangan. Pertama masalah keamanan. Jangan sampai ditempatkan disitu lkalu memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Ini yang betul-bettul diseleksi, karena mereka bekerja diluar tembok Lapas,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Tempuh Jarak 46 Km, Rogoh Kocek Pribadi Demi Anak-anak Fasih Bahasa Inggris

‘’Untuk pembinaan kepribadian disini, kita ada group rap,’’ ungkap Dewanto.

Group Rap yang beranggotakan 12 orang tersebut, jelas dia, sudah memiliki youtube sendiri dengan nama Elpama Prison. Group Rap Lapas Merauke ini, jelas Dewanto, selain mampu menciptakan lagu sendiri, juga jika ada kegiatan besar di luar Lapas Merauke mereka tampil menghibur masyarakat Merauke, seperti HUT Kota Merauke atau dalam rangka HUT 17 Agutus. ‘’Group mereka ini sudah cukup dikenal warga Kota Merauke,’’ terangnya.

Selain group Rap tersebut, juga ada vocal group rohani, sehingga mereka sering dipanggil atau tampil di kegiatan kerohanian baik di gereja maupu kegiatan rohani lainnya.
Sementara untuk pembinaan kemandirian tersebut, ungkap Dewanto, saat ini ada beberapa kegiatan yang sedang dilaksanakan. Pertama, adalah kegaitan pembuatan kripik. Untuk pembuatan kripik ini dilakukan oleh warga binaan perempuan.

Baca Juga :  Lebih  Banyak Program Sosial dan Pemberdayan Ekonomi Masyarakat

‘’Untuk pembuatan kripik ini masih terbatas, sehingga produksinya selain untuk kalangan sendiri juga kami titipkan di kios depan Lapas Merauke,’’ jelasnya.

Lalu, usaha pencucian sepeda motor, pangkas rambut, dan bengkel las. Ada juga usaha gorengan, namun di bulan ramadan ini untuk sementara usaha gorengan tersebut ditutup dan akan dibuka setelah Idul Fitrio nanti.

Usaha ini lanjut dia dilakukan oleh 12 warga binaan yang sudah masuk assimilasi. Namun lanjut dia, tidak semua warga binaan bisa ditempatkan untuk usaha kemandirian tersebut namun harus melalui pertimbangan-pertimbangan khusus terutama masalah keamanan.

‘’Jadi ada beberapa pertimbangan. Pertama masalah keamanan. Jangan sampai ditempatkan disitu lkalu memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri. Ini yang betul-bettul diseleksi, karena mereka bekerja diluar tembok Lapas,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lebih Tertib Tak Sekumuh Dulu Lagi, Diharapkan jadi “Muara Angke”nya Jayapura

Berita Terbaru

Artikel Lainnya