JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua memastikan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga selama bulan Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua, Jeri Agus Yudianto menyampaikan, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.
“Secara umum kondisi inflasi di Papua masih terkendali. Kami terus berupaya menjaga agar inflasi tetap berada dalam sasaran inflasi nasional, yakni antara 1,5 persen hingga 3,5 persen,” ucapnya kepada Cenderawasih Pos, Minggu (15/3).
Berdasarkan data terbaru, inflasi Papua pada Februari tercatat sebesar 3,94 persen secara tahunan atau year on year (YoY). Sementara secara bulanan atau month to month (m-to-m), terjadi deflasi sebesar -0,06 persen.
Selain itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu keempat Februari berada pada angka -0,10. Angka tersebut menempatkan Papua dalam 10 provinsi dengan IPH terendah di Indonesia.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok di Papua masih relatif terjaga,” katanya.
Dalam rangka pengendalian inflasi selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, TPID telah mengambil sejumlah langkah strategis. Di antaranya mengintensifkan pemantauan ketersediaan dan pergerakan harga bahan kebutuhan pokok di pasar.
Pemerintah juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor untuk memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sehingga harga barang tetap terkendali.
Selain itu, pemerintah melaksanakan Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah (GPM) selama bulan Ramadan guna menjaga stabilitas harga serta membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.