Saturday, January 17, 2026
24.9 C
Jayapura

Harga Emas Turun, Penjualan Cukup Meningkat

JAYAPURA-Pemilik Toko Emas Anugrah yang berada di Kota Jayapura, Rendy mengatakan bahwa memasuki bulan Ramadan harga emas turun menjadi Rp 900 ribu/gram dari harga Rp 930 ribu/gram.

Rendi mengatakan penjualan emas di awal Ramadan cukup tinggi dibandingkan tahun lalu sehingga  omzet penjualanyapun  cukup meningkat tahun ini.

“Kalau tahun lalu waktu pandemi banyak yang jual emasnya kesini karena ekonomi juga cukup susah,  tapi tahun ini lumayan bahkan yang tahun lalunya menjual emas sekarang mereka datang  beli lagi,”Ungkapnya, Jumat (7/4)

Dominan perghiasan emas yang diminati saat ini seperti perhiasan bermotif Papua seperti kalung dan cincin.”Kebanyakan orang beli saat ini untuk cindra mata tapi khusus emas Papua,”ujarnya.

Baca Juga :  Permintaan Spanduk dan Baliho jelang Kemerdekaan Meningkat

Menurut Rendi harga emas jika sudah pada kuartal tinggi maka cukup susah untuk turun ke  kuartal rendah  hal ini disebabkan inflasi rupiah saat ini.

“Inikan dari harga normalnya Rp 850 ribu/gram dari harga tersebut perlahan naik dan kembali turun dan sepertinya jika naik dan turunpun tidak jauh dari harga sekarang Rp 900 ribu/gram,”katanya.

Rendi  berpesan kepada pembeli agar lebih menjaga perghiasan terkhususnya emas Papua, serta bukti surat jual beli karena akan membantu dan memudahkan pembeli jika ingin menjualkan kembali emasnya kepada pelaku usaha.

“Terkadang orang meremehkan fungsi surat bukti pembelian barang, padahal dengan adanya kwitansi dapat membantu mereka jika dalam keadan susah bisa menjualkan kembali emas kepada kami sebagai pelaku, namun kenyataanya selama ini justru mereka mengabaikan bukti penting itu sehingga kalaupun mereka jual kepedagang namun dengan harga yang murah”, ujarnya.(CR-267/gin)

Baca Juga :  Konsumsi Listrik Naik 5,15%, Sinyal Positif Pulihnya Perekonomian Tanah Papua

JAYAPURA-Pemilik Toko Emas Anugrah yang berada di Kota Jayapura, Rendy mengatakan bahwa memasuki bulan Ramadan harga emas turun menjadi Rp 900 ribu/gram dari harga Rp 930 ribu/gram.

Rendi mengatakan penjualan emas di awal Ramadan cukup tinggi dibandingkan tahun lalu sehingga  omzet penjualanyapun  cukup meningkat tahun ini.

“Kalau tahun lalu waktu pandemi banyak yang jual emasnya kesini karena ekonomi juga cukup susah,  tapi tahun ini lumayan bahkan yang tahun lalunya menjual emas sekarang mereka datang  beli lagi,”Ungkapnya, Jumat (7/4)

Dominan perghiasan emas yang diminati saat ini seperti perhiasan bermotif Papua seperti kalung dan cincin.”Kebanyakan orang beli saat ini untuk cindra mata tapi khusus emas Papua,”ujarnya.

Baca Juga :  Donasi Pegawai PLN Nyalakan Mimpi 179 Rumah Keluarga Kurang Mampu di Papua

Menurut Rendi harga emas jika sudah pada kuartal tinggi maka cukup susah untuk turun ke  kuartal rendah  hal ini disebabkan inflasi rupiah saat ini.

“Inikan dari harga normalnya Rp 850 ribu/gram dari harga tersebut perlahan naik dan kembali turun dan sepertinya jika naik dan turunpun tidak jauh dari harga sekarang Rp 900 ribu/gram,”katanya.

Rendi  berpesan kepada pembeli agar lebih menjaga perghiasan terkhususnya emas Papua, serta bukti surat jual beli karena akan membantu dan memudahkan pembeli jika ingin menjualkan kembali emasnya kepada pelaku usaha.

“Terkadang orang meremehkan fungsi surat bukti pembelian barang, padahal dengan adanya kwitansi dapat membantu mereka jika dalam keadan susah bisa menjualkan kembali emas kepada kami sebagai pelaku, namun kenyataanya selama ini justru mereka mengabaikan bukti penting itu sehingga kalaupun mereka jual kepedagang namun dengan harga yang murah”, ujarnya.(CR-267/gin)

Baca Juga :  Kebutuhan Uang Tunai Jelang Pilkada Capai Rp 2,51 Triliun

Berita Terbaru

Artikel Lainnya