“Semua hilang, hanya pakaian di badan, alat untuk berkebun termasuk piring panci juga terbawa longsor. Saya pikir pemerintah daerah dan badan bencana perlu segera datang dan melakukan pendataan, kasihan masyarakat kebingungan,” tambahnya. Data yang diberikan Obet saat ini ada 461 kepala keluarga dari Desa Pronggolidan 2.900 kepala keluarga dari Desa Siwikma yang terdampak.
“Yang dikhawatirkan adalah longsoran susulan karena hujan masih turun. Kami minta bupati bisa segera melihat karena warga mulai kelaparan. Masyarakat juga berharap pemerintah bisa membantu membangunkan rumah layak huni sebab bukan hanya kebun yang hilang tapi juga rumah,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
“Semua hilang, hanya pakaian di badan, alat untuk berkebun termasuk piring panci juga terbawa longsor. Saya pikir pemerintah daerah dan badan bencana perlu segera datang dan melakukan pendataan, kasihan masyarakat kebingungan,” tambahnya. Data yang diberikan Obet saat ini ada 461 kepala keluarga dari Desa Pronggolidan 2.900 kepala keluarga dari Desa Siwikma yang terdampak.
“Yang dikhawatirkan adalah longsoran susulan karena hujan masih turun. Kami minta bupati bisa segera melihat karena warga mulai kelaparan. Masyarakat juga berharap pemerintah bisa membantu membangunkan rumah layak huni sebab bukan hanya kebun yang hilang tapi juga rumah,” tutupnya. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q