alexametrics
24.7 C
Jayapura
Sunday, May 22, 2022

Kota Jayapura dan Sarmi Siap Umumkan Hasil CPNS

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura dan Pemkab Sarmi menyatakan siap mengumumkan hasil seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) formasi 2018 sesuai dengan hasil kesepakatan rapat online antara BKN dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Papua.

Dr.Frans Pekey, M.Si. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Sekda Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., menyebutkan bahwa dari hasil rapat tersebut, intinya hasil seleksi CPNS formasi 2018  tingkat kabupaten/ kota se-Provinsi Papua siap diumumkan melalui akun pribadi dari masing-masing CPNS yang mengikuti test.  Khusus untuk Kota Jayapura menurut Frans Pekey,  pengumumannya akan dilakukan antara tanggal 24 sampai dengan 30 Juli 2020.

  “Teknis pengumuman CPNS formasi tahun 2020 beda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena dilakukan secara online langsung melalui akun pribadi masing-masing peserta CPNS yang mengikuti tes,”ungkapnya. 

 Diakui, masing-masing daerah di Provinsi Papua diberikan kesempatan dalam mengumumkan hasil test CPNS formasi 2020 sesuai tanggal yang telah ditetapkan. “Untuk Kota Jayapura  jumlah Kuota yang dibutuhkan di berbagai formasi kerja dilingkungan Pemkot ada sebanyak 316 orang,” tuturnya.

Baca Juga :  Hingga April, 22 Kasus Narkoba Diungkap

Frans Pekey menegaskan bahwa dalam penerimaan CPNS formasi tahun 2018 ini tidak ada intervensi dari manapun. Karena hasil kerja keras peserta yang ikut test langsung bisa diliat nilainya saat diumumkan nantinya. Selain itu, pelaksanaan test CPNS formasi 2018 dilaksanakan secara cepat, akurat dan transparantsehingga tidak ada intervensi dari manapun. “Karena semua hasil usaha keras masing-masing peserta yang mengikuti tes tersebut,” pungkasnya.

Secara terpisah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarmi, Paul Rorey, SE., M.Si., juga menyatakan, Pemkab Sarmi telah siap untuk mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018 Kabupaten Sarmi.

Paul Rorey, SE., M.Si ( FOTO: Dokumen)

“Kami akan melakukan rapat intern Pemkab Sarmi antara bupati, sekda dan BKPSDM  terkait penentuan tanggal untuk mengumumkan hasil seleksi CPNS  formasi 2018. Kami upayakan secepatnya untuk bisa diumumkan,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos via ponselnya, Minggu (19/7).

Baca Juga :  Pantau Kamtibmas, Kapolda Berjalan Kaki

Paul Rorey juga mengakui adanya kesepakatan dari hasil pertemuan antara BKN dengan bupati/wali kota dan sekda se-Provinsi Papua mengenai interval waktu untuk mengumumkan hasil seleksi penerimaan CPNS formasi 2018.

Untuk formasi CPNS 2018 Kabupaten Sarmi, Kabupaten Sarmi menurut Paul Rorey, kuota yang diberikan sebanyak 366 formasi. Dari jumlah tersebut, 60 persen merupakan tenaga medis dan pendidikan.

“Kita tetap mengacu pada aturan yang diberikan oleh BKN yaitu untuk alokasi formasi CPNS formasi 2018 pembagiannya 80 persen untuk OAP (Orang Asli Papua) dan 20 persen untuk non Papua,” jelasnya.

“Untuk kuota formasi CPNS 2018, kami sesuai dengan edaran Menpan-RB yaitu prioritaskan tenaga medis dan pendidikan. Tenaga medis dan pendidikan persentasenya sekira 60 persen dan sisanya merupakan teknis lainnya,” pungkasnya. (dil/nat)

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura dan Pemkab Sarmi menyatakan siap mengumumkan hasil seleksi penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) formasi 2018 sesuai dengan hasil kesepakatan rapat online antara BKN dengan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Papua.

Dr.Frans Pekey, M.Si. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Sekda Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey, M.Si., menyebutkan bahwa dari hasil rapat tersebut, intinya hasil seleksi CPNS formasi 2018  tingkat kabupaten/ kota se-Provinsi Papua siap diumumkan melalui akun pribadi dari masing-masing CPNS yang mengikuti test.  Khusus untuk Kota Jayapura menurut Frans Pekey,  pengumumannya akan dilakukan antara tanggal 24 sampai dengan 30 Juli 2020.

  “Teknis pengumuman CPNS formasi tahun 2020 beda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena dilakukan secara online langsung melalui akun pribadi masing-masing peserta CPNS yang mengikuti tes,”ungkapnya. 

 Diakui, masing-masing daerah di Provinsi Papua diberikan kesempatan dalam mengumumkan hasil test CPNS formasi 2020 sesuai tanggal yang telah ditetapkan. “Untuk Kota Jayapura  jumlah Kuota yang dibutuhkan di berbagai formasi kerja dilingkungan Pemkot ada sebanyak 316 orang,” tuturnya.

Baca Juga :  Korban Tewas Bertambah

Frans Pekey menegaskan bahwa dalam penerimaan CPNS formasi tahun 2018 ini tidak ada intervensi dari manapun. Karena hasil kerja keras peserta yang ikut test langsung bisa diliat nilainya saat diumumkan nantinya. Selain itu, pelaksanaan test CPNS formasi 2018 dilaksanakan secara cepat, akurat dan transparantsehingga tidak ada intervensi dari manapun. “Karena semua hasil usaha keras masing-masing peserta yang mengikuti tes tersebut,” pungkasnya.

Secara terpisah Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sarmi, Paul Rorey, SE., M.Si., juga menyatakan, Pemkab Sarmi telah siap untuk mengumumkan hasil seleksi CPNS formasi 2018 Kabupaten Sarmi.

Paul Rorey, SE., M.Si ( FOTO: Dokumen)

“Kami akan melakukan rapat intern Pemkab Sarmi antara bupati, sekda dan BKPSDM  terkait penentuan tanggal untuk mengumumkan hasil seleksi CPNS  formasi 2018. Kami upayakan secepatnya untuk bisa diumumkan,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos via ponselnya, Minggu (19/7).

Baca Juga :  PB PON Gandeng TNI-Polri

Paul Rorey juga mengakui adanya kesepakatan dari hasil pertemuan antara BKN dengan bupati/wali kota dan sekda se-Provinsi Papua mengenai interval waktu untuk mengumumkan hasil seleksi penerimaan CPNS formasi 2018.

Untuk formasi CPNS 2018 Kabupaten Sarmi, Kabupaten Sarmi menurut Paul Rorey, kuota yang diberikan sebanyak 366 formasi. Dari jumlah tersebut, 60 persen merupakan tenaga medis dan pendidikan.

“Kita tetap mengacu pada aturan yang diberikan oleh BKN yaitu untuk alokasi formasi CPNS formasi 2018 pembagiannya 80 persen untuk OAP (Orang Asli Papua) dan 20 persen untuk non Papua,” jelasnya.

“Untuk kuota formasi CPNS 2018, kami sesuai dengan edaran Menpan-RB yaitu prioritaskan tenaga medis dan pendidikan. Tenaga medis dan pendidikan persentasenya sekira 60 persen dan sisanya merupakan teknis lainnya,” pungkasnya. (dil/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya

/