“7 korban selamat berhasil dievakuasi siang ini dan dalam kondisi luka-luka ringan jadi total korban selamat berjumlah 11 orang,” ujar Bayu.
Selain itu, KKB yang disinyalir pimpinan Egianus Kogoya ini juga melakukan pembakaran terhadap 3 unit Eksavator, 2 unit Truck, dan 1 unit Camp Pendulangan. Faisal menyakinkan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas dan menangkap para pelaku.
“Kami akan kejar pelaku dan akan kami lakukan penegakan hukum terhadap KKB Egianus Kogoya,” tutup Faizal.
Sementara itu, Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, menyebut jika pihaknya masih mengkonfirmasi terkait dengan penyerangan tersebut.
“Soal kejadian tersebut, saya dapat laporan Selasa (17/10) pagi. Tetapi saya harus konfirmasi kebenarannya,” ucap Pangdam kepada wartawan di Kantor Gubernur Selasa (17/10) kemarin.
Lanjut Pangdam, perlunya mengkonfirmasi peristiwa tersebut kepada anggota di lapangan lantaran lokasi Kali I yang cukup jauh.
“Sementara ini kita tidak memiliki pos di sana (Kali I-red). Harusnya, daerah-daerah yang rawan seperti ini harus punya Pos Keamanan TNI-Polri, jika tidak maka peristiwa seperti ini akan terus terjadi,” ungkapnya.
Pangdam mengaku jika pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan Bupati Yahukimo untuk menempatkan pasukan di sana.
Disinggung apakah pelaku penyerangan dari kelompok Yotam ? Pangdam belum bisa memastikan. Namun, yang dekat dengan lokasi tersebut adalah Kelompok Yotam.
“Tapi kita belum bisa pastikan ini (pelaku-red) siapa, tetapi kurang lebih kelomok itu (Yotam-red) yang ada di situ,” ucapnya.
“Saya pikir ini masalah tambang dari dulu juga terjadi di Distrik Seradala, Kali I termasuk Korowai. Adanya perebutan di sana, ada yang tidak mau bekerja tapi mau dapat emasnya. Kurang lebih preman-preman seperti itu terjadi di sana. Harusnya ada aparat keamanan di sana untuk menjamin daerah tersebut aman,” sambungnya. (ade/fia/wen)