Wednesday, February 11, 2026
28 C
Jayapura

Kodap XVI Klaim Bertangggungjawab Bakar Sekolah

JAYAPURA – Untuk kesekian kalinya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan pembakaran bangunan sekolah. Sebelumnya ada sekolah di Nduga yang dibakar dan kali ini gedung SD Inpres YKP Metanoya Dekai yang dibakar. Brigjen. Elkius Kobak yang menjabat sebagai Panglima Kodap XVI Yahukimo dan Komandan Operasi Mayor Erick Bahabol mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran gedung SD tersebut.

“Pembakaran itu dilakukan oleh Komandan Operasi Batalyon HSSBI Wene Kobak dan Tiruan Bonny Sobolim atas intruksi Brigjen Elkius Kobak,” kata Jubir TPN PN, Sebby Sembom dalam keterangannya, Senin (13/3). Sebby menyebut pihaknya membakar gedung sekolah lantaran pendidikan di Papua dapat melumpuhkan kesadaran akan kepapuaan sehingga banyak generasi Papua sulit melihat masalah yang ada  di depan mata.

Baca Juga :  Konflik Antar Suku di Nduga, Satu Tewas

Contoh konkritnya adalah banyak anak-anak sekolah selesai Perguruan Tinggi kemudian memilih masuk PNS, TNI, POLRI, DPR, Bupati serta ikut berpartisipasi mempertahankan kedudukan Indonesia di Papua dan itu dianggap memperlemah perjuangan Bangsa Papua. Perintah lanjutannya adalah semua kantor-kantor pemerintah, gedung-gedung sekolah, toko, kios, pompa bensin di Yahukimo untuk dibakar dan Elkius Kobak akan bertanggung jawab untuk semuanya.

“Semua akses memberikan ruang leluasa kepada kolonial Indonesia dan ini akan terus-menerus menindas rakyat Bangsa Papua dengan dalil mensejahterakan Rakyat Papua namun nyatanya secara langsung dan tidak langsung Indonesia membunuh melalui pendidikan,” beber Sebby.

Iapun menyatakan bahwa masalah pendidikan akan dibangun sendiri setelah Papua Merdeka sehingga semua fasilitas pemerintah  harus segera diganggu. “Yang memimpin perang di Yahukimo adalah saya Brigjen Elkius Kobak dan Mayor. Erick Bahabol,” ucapnya jumawa. (ade).

Baca Juga :  Ratusan Pelajar SD dan SMP Ikut Lomba Potensi Sains

JAYAPURA – Untuk kesekian kalinya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melakukan pembakaran bangunan sekolah. Sebelumnya ada sekolah di Nduga yang dibakar dan kali ini gedung SD Inpres YKP Metanoya Dekai yang dibakar. Brigjen. Elkius Kobak yang menjabat sebagai Panglima Kodap XVI Yahukimo dan Komandan Operasi Mayor Erick Bahabol mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran gedung SD tersebut.

“Pembakaran itu dilakukan oleh Komandan Operasi Batalyon HSSBI Wene Kobak dan Tiruan Bonny Sobolim atas intruksi Brigjen Elkius Kobak,” kata Jubir TPN PN, Sebby Sembom dalam keterangannya, Senin (13/3). Sebby menyebut pihaknya membakar gedung sekolah lantaran pendidikan di Papua dapat melumpuhkan kesadaran akan kepapuaan sehingga banyak generasi Papua sulit melihat masalah yang ada  di depan mata.

Baca Juga :  Pasca Pembakaran Pesawat Susi Air, Tak Ada Lagi Penerbangan Perintis

Contoh konkritnya adalah banyak anak-anak sekolah selesai Perguruan Tinggi kemudian memilih masuk PNS, TNI, POLRI, DPR, Bupati serta ikut berpartisipasi mempertahankan kedudukan Indonesia di Papua dan itu dianggap memperlemah perjuangan Bangsa Papua. Perintah lanjutannya adalah semua kantor-kantor pemerintah, gedung-gedung sekolah, toko, kios, pompa bensin di Yahukimo untuk dibakar dan Elkius Kobak akan bertanggung jawab untuk semuanya.

“Semua akses memberikan ruang leluasa kepada kolonial Indonesia dan ini akan terus-menerus menindas rakyat Bangsa Papua dengan dalil mensejahterakan Rakyat Papua namun nyatanya secara langsung dan tidak langsung Indonesia membunuh melalui pendidikan,” beber Sebby.

Iapun menyatakan bahwa masalah pendidikan akan dibangun sendiri setelah Papua Merdeka sehingga semua fasilitas pemerintah  harus segera diganggu. “Yang memimpin perang di Yahukimo adalah saya Brigjen Elkius Kobak dan Mayor. Erick Bahabol,” ucapnya jumawa. (ade).

Baca Juga :  Jenazah Pasutri Anggota Babinsa dan Bidan Diterbangkan ke Sidoarjo

Berita Terbaru

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Pemprov Papua Ingatkan Peran Kritis Pers

Artikel Lainnya