Pasien Cuci Darah di Indonesia Tembus 200 Ribu Orang

Hubungan antara kadar Ph darah dan cuci darah

1.Penyakit apapun yang notabenya telah merusak jaringan organ tubuh terutama ginjal maka ph darah akan mengalami penurunan draktis yang nantinya sangat berbahaya bagi pasien. Ketika ph darah yang rendah tidak dapat lagi distabilkan dengan menggunakan tindakan medis (obat obatan) maka akan dilakukan cuci darah untuk mencegah penumpoukan racun hasil metabolisme agar tidak meracuni ph yang sebenarnya sudah rendah. Ph darah yang terlalu rendah dan terkontimimansi dengan penumpukan racun hasil dari sisa metabolisme tubuh memungkinkan menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri atau bahkan kematian.

2. Sebenarnya tubuh manusia harus senantiasa dalam kondisi basa dan bukan asam. Jika kita mengkonsumsi makanan siap saji, Makanan berlemak trans atau jeroan selama berahun tahun maka kondisi ph tubuh akan meningkat menjadi asam yaitu kadar ph draah dibawah 7. Ketika ph tubuh menjadi asam (dibawah 7) maka darah akan mudah mengental dan menyebabkan penumpukan berbagai macam racun termasuk karbon dioksida didalam darah, Pengendapan kolesterol jahat hasil dari makanan dan dari dalam tubuh serta memudahkan sel kanker berkembang pada tubuh yang memiliki ph asam yang tinggi, Karena memang sel kanker cocok menetap pada tubuh manusia yang memiliki ph rendah atau terlalu asam.

Baca Juga :  Kalau Ingin Sampaikan Aspirasi Harus Sesuai Aturan

3. Tingginya ph asam dalam darah dapat mengiritasi pembuluh darah arteri yang menyebabkan jantung sulit memompa darah yang berisi oksigen untuk segera dialirkan keseluruh tubuh dengan lancar. Kondisi ini membuat racun dalam tubuh cepat menumpuk dan harus dilakukan cuci darah. Kadar ph yang terlalu asam adalah penyebab cuci darah yang bisa dialami anak anak dan orang dewasa, walaupun pada kenyataannya yang paling banyak mengalaminya adalah usia diatas 40 tahun. Kondisi tersebut muncul lebih disebabkan karena kebiasaan dan gaya hidup ketika mengkonsumsi makanan sehari hari. (naa/fir)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Pelaku Tunggal Pembakar Pasar Ditangkap

Hubungan antara kadar Ph darah dan cuci darah

1.Penyakit apapun yang notabenya telah merusak jaringan organ tubuh terutama ginjal maka ph darah akan mengalami penurunan draktis yang nantinya sangat berbahaya bagi pasien. Ketika ph darah yang rendah tidak dapat lagi distabilkan dengan menggunakan tindakan medis (obat obatan) maka akan dilakukan cuci darah untuk mencegah penumpoukan racun hasil metabolisme agar tidak meracuni ph yang sebenarnya sudah rendah. Ph darah yang terlalu rendah dan terkontimimansi dengan penumpukan racun hasil dari sisa metabolisme tubuh memungkinkan menyebabkan seseorang tidak sadarkan diri atau bahkan kematian.

2. Sebenarnya tubuh manusia harus senantiasa dalam kondisi basa dan bukan asam. Jika kita mengkonsumsi makanan siap saji, Makanan berlemak trans atau jeroan selama berahun tahun maka kondisi ph tubuh akan meningkat menjadi asam yaitu kadar ph draah dibawah 7. Ketika ph tubuh menjadi asam (dibawah 7) maka darah akan mudah mengental dan menyebabkan penumpukan berbagai macam racun termasuk karbon dioksida didalam darah, Pengendapan kolesterol jahat hasil dari makanan dan dari dalam tubuh serta memudahkan sel kanker berkembang pada tubuh yang memiliki ph asam yang tinggi, Karena memang sel kanker cocok menetap pada tubuh manusia yang memiliki ph rendah atau terlalu asam.

Baca Juga :  Pelaku Curas di Buper Terungkap

3. Tingginya ph asam dalam darah dapat mengiritasi pembuluh darah arteri yang menyebabkan jantung sulit memompa darah yang berisi oksigen untuk segera dialirkan keseluruh tubuh dengan lancar. Kondisi ini membuat racun dalam tubuh cepat menumpuk dan harus dilakukan cuci darah. Kadar ph yang terlalu asam adalah penyebab cuci darah yang bisa dialami anak anak dan orang dewasa, walaupun pada kenyataannya yang paling banyak mengalaminya adalah usia diatas 40 tahun. Kondisi tersebut muncul lebih disebabkan karena kebiasaan dan gaya hidup ketika mengkonsumsi makanan sehari hari. (naa/fir)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Pelaku Tunggal Pembakar Pasar Ditangkap

Berita Terbaru

Artikel Lainnya