Wednesday, March 11, 2026
26.4 C
Jayapura

25 Ton Daging Babi Kembali Dikirim ke Wamena

BIAK- Pengiriman daging babi ke Wamena diawal 2022 kembali dilakukan. Sebanyak 25 ton daging babi kembali dikirim dengan menggunakan Pesawat Hercules. Pengiriman daging  babi ke Wamena dan beberapa daerah lainnya di Papua telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir setelah Kabupaten Biak Numfor swasembada daging babi.

“Seperti yang kami sampaikan di beberapa kali kesempatan, bahwa Kabupaten Biak Numfor sudah swasembada daging babi. Sementara pengiriman daging babi ke Wamena dan sekitarnya sudah dilakukan rutin dan berkesinambungan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor I Made Suardana, S.Sos, M.MA.

Selain swasembada daging babi, beberapa komoditas perternakan dan pertanian, sudah dinilai mencukupi bahkan juga telah dilakukan pengiriman ke sejumlah daerah. Misalnya telur ayam lokal yang dinilai sudah cukup dan telah dikirim ke sejumlah daerah di Papua dalam kurang lebih satu tahun terakhir.

Baca Juga :  Warga Kbusdori Segera Huni Rumah Minimalis Berkat TMMD 123 di Biak

“Kalau untuk peternakan, ketersediaan daging babi dan stok telur ayam lokal sudah cukup. Tinggal bagaimana agar usaha-usaha peternakan ini terus berkembang dengan baik,” ujarnya.(itb/tho)

BIAK- Pengiriman daging babi ke Wamena diawal 2022 kembali dilakukan. Sebanyak 25 ton daging babi kembali dikirim dengan menggunakan Pesawat Hercules. Pengiriman daging  babi ke Wamena dan beberapa daerah lainnya di Papua telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir setelah Kabupaten Biak Numfor swasembada daging babi.

“Seperti yang kami sampaikan di beberapa kali kesempatan, bahwa Kabupaten Biak Numfor sudah swasembada daging babi. Sementara pengiriman daging babi ke Wamena dan sekitarnya sudah dilakukan rutin dan berkesinambungan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Biak Numfor I Made Suardana, S.Sos, M.MA.

Selain swasembada daging babi, beberapa komoditas perternakan dan pertanian, sudah dinilai mencukupi bahkan juga telah dilakukan pengiriman ke sejumlah daerah. Misalnya telur ayam lokal yang dinilai sudah cukup dan telah dikirim ke sejumlah daerah di Papua dalam kurang lebih satu tahun terakhir.

Baca Juga :  Sejumlah Sekolah di Biak Gelar Ujian Tanpa Kertas

“Kalau untuk peternakan, ketersediaan daging babi dan stok telur ayam lokal sudah cukup. Tinggal bagaimana agar usaha-usaha peternakan ini terus berkembang dengan baik,” ujarnya.(itb/tho)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya