2021, Sektor Tambang Rakyat Masih Menjanjikan

Frets Boray ( FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Memasuki 2021 ini, sektor pertambangan rakyat dinilai menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Papua yang menjanjikan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, Frets Boray, bahwa dalam satu bulan saja, pihaknya mencatat pertambangan rakyat yang mampu menghasilkan PAD mencapai Rp 35 miliar.

“Jika pertambangan ini dikelola dengan baik, maka PAD akan meningkat. Kami sedang mendesain dan merencanakan bagaimana kelayakan terkait pertambangan rakyat di Papua,” kata Frets Boray, Kamis (14/1) lalu.

Menurutnya, kontribusi yang dibayarkan oleh penerimaan negara bukan pajak sekiranya 3,75 persen dari produksi.

“Bisa dibayangkan jika 3,75 persen dari yang dihasilkan. Jadi berapa kg yang dihasilkan dan bahkan bisa lebih dari angka yang kita perkirakan,” terangnya.

Baca Juga :  Pilih Maju Karena Aspirasi

Kata Boray, saat ini pihaknya terhambat dengan biaya operasional dalam melakukan kajian. Sebab harus melibatkan tim yang besar hingga menyewa pesawat.

“Dalam melakukan kajian harus mendalam, sehingga diperlukan tim yang besar. Dalam kajian juga dapat dikonversikan lahan pada pertambangan rakyat dalam satu tahun, dengan begitu dapat diprediksikan berapa peluang yang ada,”  jelasnya.

Selain itu, melihat aturan saat ini  maka perijinan tidak sepenuhnya dari pemerintah daerah, namun harus melalui  pemerintah pusat terlebih dahulu, setelah itu gubernur bisa keluarkan izinnya.

”Jadi kami harap segera ditetapkan rekomendasi pertambangan rakyat. Sumber penerimaan bukan untuk ESDM, tapi penerimaan untuk pemerintah daerah dan juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (gr/ary)

Baca Juga :  Fokus Pembangunan Ekonomi di Sektor Kelautan dan Perikanan
Frets Boray ( FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Memasuki 2021 ini, sektor pertambangan rakyat dinilai menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Papua yang menjanjikan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua, Frets Boray, bahwa dalam satu bulan saja, pihaknya mencatat pertambangan rakyat yang mampu menghasilkan PAD mencapai Rp 35 miliar.

“Jika pertambangan ini dikelola dengan baik, maka PAD akan meningkat. Kami sedang mendesain dan merencanakan bagaimana kelayakan terkait pertambangan rakyat di Papua,” kata Frets Boray, Kamis (14/1) lalu.

Menurutnya, kontribusi yang dibayarkan oleh penerimaan negara bukan pajak sekiranya 3,75 persen dari produksi.

“Bisa dibayangkan jika 3,75 persen dari yang dihasilkan. Jadi berapa kg yang dihasilkan dan bahkan bisa lebih dari angka yang kita perkirakan,” terangnya.

Baca Juga :  Pemprov Papua Pastikan Imunisasi PCV dan Rotavirus Gratis

Kata Boray, saat ini pihaknya terhambat dengan biaya operasional dalam melakukan kajian. Sebab harus melibatkan tim yang besar hingga menyewa pesawat.

“Dalam melakukan kajian harus mendalam, sehingga diperlukan tim yang besar. Dalam kajian juga dapat dikonversikan lahan pada pertambangan rakyat dalam satu tahun, dengan begitu dapat diprediksikan berapa peluang yang ada,”  jelasnya.

Selain itu, melihat aturan saat ini  maka perijinan tidak sepenuhnya dari pemerintah daerah, namun harus melalui  pemerintah pusat terlebih dahulu, setelah itu gubernur bisa keluarkan izinnya.

”Jadi kami harap segera ditetapkan rekomendasi pertambangan rakyat. Sumber penerimaan bukan untuk ESDM, tapi penerimaan untuk pemerintah daerah dan juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (gr/ary)

Baca Juga :  Wawancara Ryan Garry: Skuad Muda Kami Siap Meninggalkan Legasi di Indonesia

Berita Terbaru

Artikel Lainnya