Bukan Guru Tidak Mau Mengajar, tapi Situasi

Christian Sohilait ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perspustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, mendapat curhatan guru-guru di berbagai daerah di Papua yang mengaku mendapat komentar pedas dari orang tua murid, akibat tugas mendidik yang sementara ini berpindah ke orang tua karena pandemi Covid-19.

 “Ada guru-guru yang dinilai makan gaji buta karena tidak mengajar di situasi seperti ini. Sebaliknya tugas mendidik itu dilimpahkan ke orang tua. Saya sampaikan permohonan maaf untuk itu, tapi bukan guru-guru yang tidak ingin mengajar, melainkan situasi pandemi Covid-19 seperti ini, sehingga pembelajaran tidak dapat dilakukan seperti biasa,” jelas Christian Sohilait, Jumat (31/7).

Baca Juga :  6 – 24 Mei Larangan Mudik Skala Papua

 Sohilait juga menyebutkan bahwa di situasi seperti ini, tidak ada yang ingin mengambil risiko lebih, termasuk para guru, sampai terpapar Covid-19. 

 Sebaliknya, para guru juga memiliki keluarga, sehingga untuk itu para guru perlu juga diberikan penghargaan. Terlebih untuk upaya mereka sekreatif mungkin tetap memberikan pendidikan bagi anak-anak.

“Saya sampaikan permohonan maaf sekali lagi. Orang tua di rumah dan menolong anaknya mendapatkan pendidikan, begitulah yang dirasakan guru-guru kami sepanjang tahun. Orang tua baru merasakannya dalam 2 – 3 bulan belakangan, sedangkan guru-guru ini rasakan tiap hari,” tambahnya.

 Mereka para guru juga harus diberikan  apresiasi, terlebih di tengah keterbatasan seperti ini, mereka masih punya hati untuk mengajar.(gr/ary)

Baca Juga :  Indeks Inovasi Daerah Papua Tahun 2021 Menempati Urutan ke 17
Christian Sohilait ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perspustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, mendapat curhatan guru-guru di berbagai daerah di Papua yang mengaku mendapat komentar pedas dari orang tua murid, akibat tugas mendidik yang sementara ini berpindah ke orang tua karena pandemi Covid-19.

 “Ada guru-guru yang dinilai makan gaji buta karena tidak mengajar di situasi seperti ini. Sebaliknya tugas mendidik itu dilimpahkan ke orang tua. Saya sampaikan permohonan maaf untuk itu, tapi bukan guru-guru yang tidak ingin mengajar, melainkan situasi pandemi Covid-19 seperti ini, sehingga pembelajaran tidak dapat dilakukan seperti biasa,” jelas Christian Sohilait, Jumat (31/7).

Baca Juga :  Indeks Inovasi Daerah Papua Tahun 2021 Menempati Urutan ke 17

 Sohilait juga menyebutkan bahwa di situasi seperti ini, tidak ada yang ingin mengambil risiko lebih, termasuk para guru, sampai terpapar Covid-19. 

 Sebaliknya, para guru juga memiliki keluarga, sehingga untuk itu para guru perlu juga diberikan penghargaan. Terlebih untuk upaya mereka sekreatif mungkin tetap memberikan pendidikan bagi anak-anak.

“Saya sampaikan permohonan maaf sekali lagi. Orang tua di rumah dan menolong anaknya mendapatkan pendidikan, begitulah yang dirasakan guru-guru kami sepanjang tahun. Orang tua baru merasakannya dalam 2 – 3 bulan belakangan, sedangkan guru-guru ini rasakan tiap hari,” tambahnya.

 Mereka para guru juga harus diberikan  apresiasi, terlebih di tengah keterbatasan seperti ini, mereka masih punya hati untuk mengajar.(gr/ary)

Baca Juga :  Soal Cawabup, Ini Kata Tokoh  Masyarakat Sulsel di Mimika

Berita Terbaru

Artikel Lainnya