Konflik Hanya Timbulkan Kerugian Besar

Wabup Jayawijaya Minta Konflik Harus Segera Dihentikan

WAMENA – Pemkab Jayawijaya meminta konflik yang melibatkan dua kelompok masyarakat harus dihentikan.  Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakann konflik-konflik seperti itu memicu kerugian. Sebab, aktifitas masyarakat tak bisa berjalan, bisa menimbulkan korban jiwa bahkan harta benda. Karena itu Pemkab Jayawijaya berharap keluarga dari kabupaten pemekaran bisa menjaga situasi.

“Wamena adalah milik bersama, sehingga perlu dijaga bersama -sama, oleh karena itu tak boleh lagi ada perang suku karena merugikan diri kita sendiri dan yang paling utama kita orang Papua itu tinggal sedikit harusnya dijaga baik dan sayangi diri kita sendiri,” jelas Ronny.

Baca Juga :  Longsor di Distrik Walaik Rusak Lahan Pertanian Rumah Warga

Ia menegaskan, tidak ada dalam aturan dalam pemerintahan baik itu provinsi dan Kabupaten jika dana yang dikelola pemerintah bisa digunakan untuk bayar kepala atau denda adat kalau itu dilakukan pemerintah sangat berbahaya skali karena bermotensi menjadi temuan penyalahgunaan keuangan negara.

Ditegaskan bahwa pemerintah tak bisa membantu dengan melakukan pembayaran denda adat tentunya kalau sampai dilakukan akan sangat berbahaya karena akan beresiko pada penyalahgunaan keuangan negara.

“Saya sudah bertemu dengan pihak keluarga dari Lanny Jaya dan Kurima sudah ditegaskan untuk tidak boleh lagi ada konflik di Wamena, sebab konflik sosial antara masyarakat ini hanya menimbulkan kerugian bagi kita sendiri,”ungkapnya di Wamena Kamis (7/5).

Baca Juga :  Pemkab Jayawijaya Lepas 47 Calon Jamaah Haji

Wabup Jayawijaya Minta Konflik Harus Segera Dihentikan

WAMENA – Pemkab Jayawijaya meminta konflik yang melibatkan dua kelompok masyarakat harus dihentikan.  Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakann konflik-konflik seperti itu memicu kerugian. Sebab, aktifitas masyarakat tak bisa berjalan, bisa menimbulkan korban jiwa bahkan harta benda. Karena itu Pemkab Jayawijaya berharap keluarga dari kabupaten pemekaran bisa menjaga situasi.

“Wamena adalah milik bersama, sehingga perlu dijaga bersama -sama, oleh karena itu tak boleh lagi ada perang suku karena merugikan diri kita sendiri dan yang paling utama kita orang Papua itu tinggal sedikit harusnya dijaga baik dan sayangi diri kita sendiri,” jelas Ronny.

Baca Juga :  Pemkab Jayawijaya Mulai Susun RPJM Sesuai Visi Misi Pembangunan Daerah

Ia menegaskan, tidak ada dalam aturan dalam pemerintahan baik itu provinsi dan Kabupaten jika dana yang dikelola pemerintah bisa digunakan untuk bayar kepala atau denda adat kalau itu dilakukan pemerintah sangat berbahaya skali karena bermotensi menjadi temuan penyalahgunaan keuangan negara.

Ditegaskan bahwa pemerintah tak bisa membantu dengan melakukan pembayaran denda adat tentunya kalau sampai dilakukan akan sangat berbahaya karena akan beresiko pada penyalahgunaan keuangan negara.

“Saya sudah bertemu dengan pihak keluarga dari Lanny Jaya dan Kurima sudah ditegaskan untuk tidak boleh lagi ada konflik di Wamena, sebab konflik sosial antara masyarakat ini hanya menimbulkan kerugian bagi kita sendiri,”ungkapnya di Wamena Kamis (7/5).

Baca Juga :  Perang Wouma – Asolokobal Picu Siswa SD, SMP dan SMA Tak Bisa Daftar ulang

Berita Terbaru

Artikel Lainnya