Wednesday, February 11, 2026
29.7 C
Jayapura

Beredar Ilmuwan Rusia Temukan Vaksin Enteromix yang Sembuhkan Kanker

JAKARTA-Kabar soal ilmuwan Rusia yang disebut telah menemukan vaksin bernama Enteromix yang diklaim mampu menyembuhkan kanker ramai beredar di media sosial. Klaim tersebut bahkan menyebut vaksin ini siap digunakan. “Rusia telah mengumumkan bahwa vaksin kanker barunva, Enteromix telah menunjukkan keberhasilan 100% dalam uji klinis dan sekarang siap untuk digunakan secara klinis,” tulis akun X @Kekius_Sage.

Namun, benarkah Enteromix sudah terbukti menyembuhkan kanker dan siap digunakan secara luas? Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi, Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM, menerangkan, Enteromix sejatinya masih berada pada tahap penelitian awal. Vaksin ini merupakan hasil riset eksperimental yang dikembangkan oleh Federal Medical and Biological Agency (FMBA) Rusia dan hingga kini belum mendapat persetujuan resmi untuk digunakan pada manusia, baik di Rusia maupun secara global.

Baca Juga :  Virus Nipah Mengancam, Menular dari Hewan ke Manusia

Secara definisi, Prof. Zubairi menerangkan bahwa enteromics adalah vaksin berbasis onkolitik mRNA yang dirancang untuk menyerang sel kanker. Mekanismenya menggunakan kombinasi virus non-patogen—virus yang tidak menyebabkan penyakit—yang berfungsi menghancurkan sel kanker sekaligus mengaktifkan sistem kekebalan tubuh pasien.

Hingga tahun 2025, penelitian Enteromix baru menyelesaikan tahap preklinik, yakni uji coba pada hewan. Dalam riset tersebut, para peneliti melaporkan pengurangan tumor hingga 100 persen pada sekitar 60–80 persen hewan percobaan. Meski hasil ini terdengar menjanjikan, temuan tersebut belum bisa dijadikan bukti efektivitas pada manusia.

Vaksin ini dirancang untuk menangani kanker padat, seperti kanker kolorektal atau usus besar, kanker paru-paru, kanker payudara, hingga kanker pankreas. Namun uji klinik pada manusia baru mulai dilakukan pada periode akhir 2024 hingga 2025 dan masih berada pada fase sangat awal.

Baca Juga :  IDAI Papua Gelar Vaksin Polio ke 64 Anak

Dari sisi regulasi, hingga September 2025 persetujuan penggunaan Enteromix di Rusia masih berstatus pending dan menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan Rusia. Artinya, vaksin ini belum dinyatakan layak digunakan secara resmi bahkan di negara asalnya. Sementara itu, di tingkat internasional, Enteromix juga belum mendapatkan pengakuan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan persetujuan apa pun, begitu pula Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyatakan vaksin tersebut belum dievaluasi.

JAKARTA-Kabar soal ilmuwan Rusia yang disebut telah menemukan vaksin bernama Enteromix yang diklaim mampu menyembuhkan kanker ramai beredar di media sosial. Klaim tersebut bahkan menyebut vaksin ini siap digunakan. “Rusia telah mengumumkan bahwa vaksin kanker barunva, Enteromix telah menunjukkan keberhasilan 100% dalam uji klinis dan sekarang siap untuk digunakan secara klinis,” tulis akun X @Kekius_Sage.

Namun, benarkah Enteromix sudah terbukti menyembuhkan kanker dan siap digunakan secara luas? Dokter Spesialis Penyakit Dalam subspesialis Hematologi-Onkologi, Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM, menerangkan, Enteromix sejatinya masih berada pada tahap penelitian awal. Vaksin ini merupakan hasil riset eksperimental yang dikembangkan oleh Federal Medical and Biological Agency (FMBA) Rusia dan hingga kini belum mendapat persetujuan resmi untuk digunakan pada manusia, baik di Rusia maupun secara global.

Baca Juga :  Dulu Lawan Sekarang Jadi Kawan Jokowi, Prabowo Akui Kehebatan Ilmu Orang Solo

Secara definisi, Prof. Zubairi menerangkan bahwa enteromics adalah vaksin berbasis onkolitik mRNA yang dirancang untuk menyerang sel kanker. Mekanismenya menggunakan kombinasi virus non-patogen—virus yang tidak menyebabkan penyakit—yang berfungsi menghancurkan sel kanker sekaligus mengaktifkan sistem kekebalan tubuh pasien.

Hingga tahun 2025, penelitian Enteromix baru menyelesaikan tahap preklinik, yakni uji coba pada hewan. Dalam riset tersebut, para peneliti melaporkan pengurangan tumor hingga 100 persen pada sekitar 60–80 persen hewan percobaan. Meski hasil ini terdengar menjanjikan, temuan tersebut belum bisa dijadikan bukti efektivitas pada manusia.

Vaksin ini dirancang untuk menangani kanker padat, seperti kanker kolorektal atau usus besar, kanker paru-paru, kanker payudara, hingga kanker pankreas. Namun uji klinik pada manusia baru mulai dilakukan pada periode akhir 2024 hingga 2025 dan masih berada pada fase sangat awal.

Baca Juga :  Dinkes Papua Kembali Lakukan Vaksinasi Covid-19

Dari sisi regulasi, hingga September 2025 persetujuan penggunaan Enteromix di Rusia masih berstatus pending dan menunggu keputusan dari Kementerian Kesehatan Rusia. Artinya, vaksin ini belum dinyatakan layak digunakan secara resmi bahkan di negara asalnya. Sementara itu, di tingkat internasional, Enteromix juga belum mendapatkan pengakuan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan persetujuan apa pun, begitu pula Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyatakan vaksin tersebut belum dievaluasi.

Berita Terbaru

Longsor, Jalan Trans Papua Putus

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Artikel Lainnya