Wednesday, February 11, 2026
28 C
Jayapura

Pemprov PBD Dukung Identifikasi Kerangka Prajurit Jepang di Tambrauw

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Jepang untuk melakukan pencarian, pengumpulan, dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu di Sorong, Senin, mengatakan Pemprov PBD telah menerima pemaparan resmi rencana kegiatan dari Tim Gabungan Indonesia–Jepang yang akan melaksanakan proyek kemanusiaan tersebut.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang telah terjalin sejak 2019.

“Ini adalah kerja sama kemanusiaan yang sangat penting, baik bagi keluarga prajurit Jepang maupun bagi masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung penuh agar kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Baca Juga :  Akhirnya, Program MBG Sentuh Waropen

Berkaitan dengan upaya itu, Pemerintah Jepang melakukan tatap muka dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu pada, Senin (9/2/2026) untuk membahas identifikasi kerangka prajurit Jepang di Kabupaten Tambrauw.

Koordinator Proyek Yuni Suka dari sektor tenaga kerja dan kesehatan mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kementerian Kebudayaan Jepang.

“Tim pelaksana harian terdiri dari tim Indonesia dan tim Jepang, dengan fokus pada pencarian dan identifikasi tulang belulang prajurit Jepang melalui metode ilmiah, termasuk analisis DNA sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Pada tahap awal, katanya, tiga orang perwakilan kementerian Jepang telah tiba di Sorong, dan direncanakan sejumlah anggota tambahan akan bergabung pada tahap berikutnya.

Baca Juga :  Pendaftaran CPNS Provinsi Papua Selatan Resmi Dibuka Online

“Kegiatan ini juga melibatkan keluarga prajurit Jepang, Museum Perang Pasifik di Jepang, serta perwakilan Kedutaan Besar Jepang,” ujarnya.

Dia mengatakan, lokasi pencarian didasarkan pada arsip dan laporan militer Amerika Serikat yang menyebutkan sedikitnya enam titik yang diduga sebagai lokasi pemakaman prajurit Jepang di Kabupaten Tambrauw.

Karena peristiwa tersebut terjadi sekitar 80 tahun lalu, sehingga kondisi lapangan diperkirakan telah banyak berubah, maka keterlibatan dan pengetahuan masyarakat setempat sangat dibutuhkan untuk membantu memastikan lokasi-lokasi yang dimaksud.

Selain Sausapor, tim juga memperoleh informasi terkait dugaan keberadaan kuburan prajurit Jepang di wilayah Desa atau Kampung Emaus, yang di beberapa titik dilaporkan memiliki monumen peninggalan perang.

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Jepang untuk melakukan pencarian, pengumpulan, dan identifikasi kerangka prajurit Jepang yang gugur pada Perang Dunia II di Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu di Sorong, Senin, mengatakan Pemprov PBD telah menerima pemaparan resmi rencana kegiatan dari Tim Gabungan Indonesia–Jepang yang akan melaksanakan proyek kemanusiaan tersebut.

Menurut dia, kegiatan ini merupakan kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang yang telah terjalin sejak 2019.

“Ini adalah kerja sama kemanusiaan yang sangat penting, baik bagi keluarga prajurit Jepang maupun bagi masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendukung penuh agar kegiatan ini berjalan lancar,” ujar Gubernur Elisa Kambu.

Baca Juga :  Maudori dan Kiamdori Bakal Dijadikan Tempat Wisata Religi dan Pusat PI

Berkaitan dengan upaya itu, Pemerintah Jepang melakukan tatap muka dengan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu pada, Senin (9/2/2026) untuk membahas identifikasi kerangka prajurit Jepang di Kabupaten Tambrauw.

Koordinator Proyek Yuni Suka dari sektor tenaga kerja dan kesehatan mengatakan kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, yang dalam pelaksanaannya diwakili oleh Kementerian Kebudayaan Jepang.

“Tim pelaksana harian terdiri dari tim Indonesia dan tim Jepang, dengan fokus pada pencarian dan identifikasi tulang belulang prajurit Jepang melalui metode ilmiah, termasuk analisis DNA sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.

Pada tahap awal, katanya, tiga orang perwakilan kementerian Jepang telah tiba di Sorong, dan direncanakan sejumlah anggota tambahan akan bergabung pada tahap berikutnya.

Baca Juga :  Pemprov Raih Penghargaan Capaian MCP KPK Tertinggi

“Kegiatan ini juga melibatkan keluarga prajurit Jepang, Museum Perang Pasifik di Jepang, serta perwakilan Kedutaan Besar Jepang,” ujarnya.

Dia mengatakan, lokasi pencarian didasarkan pada arsip dan laporan militer Amerika Serikat yang menyebutkan sedikitnya enam titik yang diduga sebagai lokasi pemakaman prajurit Jepang di Kabupaten Tambrauw.

Karena peristiwa tersebut terjadi sekitar 80 tahun lalu, sehingga kondisi lapangan diperkirakan telah banyak berubah, maka keterlibatan dan pengetahuan masyarakat setempat sangat dibutuhkan untuk membantu memastikan lokasi-lokasi yang dimaksud.

Selain Sausapor, tim juga memperoleh informasi terkait dugaan keberadaan kuburan prajurit Jepang di wilayah Desa atau Kampung Emaus, yang di beberapa titik dilaporkan memiliki monumen peninggalan perang.

Berita Terbaru

Longsor, Jalan Trans Papua Putus

Jangan Asal Usir, Harus Ada Regulasi

MBG Rawan Digugat

Artikel Lainnya