Friday, January 30, 2026
29.8 C
Jayapura

Menuju Lumbung Pangan, Bupati Tanam Padi 210 Hektar

JAYAPURA – Bupati Keerom, Piter Gusbager terus berupaya menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua. Hal itu ditandai dengan penanaman padi perdana program CSR seluas 210 hektar yang dilakukan di Kampung Wulukubun, Distrik Skanto, Sabtu (24/1).

Program CSR seluas 210 hektar ini  tersebar di beberapa kampung yang ada di Distrik Skanto dan Distrik Arso Barat. Kampung Ifia-fia Distrik Arso Barat seluas 60 hektar, Kampung Jaifuri Distrik Skanto 80 hektar, Kampung Wulukubun Distrik Skanto 20 hektar, kampung Intaimelyan Distrik Skanto 20 hektar, kampung Arsopura Distrik Skanto 20 hektar, dan Kampung saefen 42 seluas 10 hektar.

Bupati Gusbager menjelaskan bahwa di tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Keerom menyiapkan program cetak sawah seluas 2.120 hektar. Untuk itu Piter Gusbager berharap program CSR seluas 210 hektar ini bisa berjalan lancar  agar selanjutnya dapat membuka lagi CSR seluas 2.120 hektar di tahun 2026.  “Di tahun 2026 ini kita juga akan melanjutkan membuka 2.120 hektar,” ungkapnya.

Baca Juga :  Propam Polda Papua Gelar Gaktibplin di Polres Keerom

Bupati 2 periode itu komitmen ingin menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan melalui komoditas palawija baik padi, jagung, ubi-ubian dan tanaman lokal lainnya termasuk sagu. “Visi besar kita ialah Keerom menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua,” ujarnya.  Ia menyebutkan Keerom harus bisa menjadi swasembada pangan karena ketahan pangan hari ini menjadi prioritas pembangunan nasional.

JAYAPURA – Bupati Keerom, Piter Gusbager terus berupaya menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua. Hal itu ditandai dengan penanaman padi perdana program CSR seluas 210 hektar yang dilakukan di Kampung Wulukubun, Distrik Skanto, Sabtu (24/1).

Program CSR seluas 210 hektar ini  tersebar di beberapa kampung yang ada di Distrik Skanto dan Distrik Arso Barat. Kampung Ifia-fia Distrik Arso Barat seluas 60 hektar, Kampung Jaifuri Distrik Skanto 80 hektar, Kampung Wulukubun Distrik Skanto 20 hektar, kampung Intaimelyan Distrik Skanto 20 hektar, kampung Arsopura Distrik Skanto 20 hektar, dan Kampung saefen 42 seluas 10 hektar.

Bupati Gusbager menjelaskan bahwa di tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Keerom menyiapkan program cetak sawah seluas 2.120 hektar. Untuk itu Piter Gusbager berharap program CSR seluas 210 hektar ini bisa berjalan lancar  agar selanjutnya dapat membuka lagi CSR seluas 2.120 hektar di tahun 2026.  “Di tahun 2026 ini kita juga akan melanjutkan membuka 2.120 hektar,” ungkapnya.

Baca Juga :  OPD di Sarmi Diminta Segera Tindaklanjuti Temuan BPK

Bupati 2 periode itu komitmen ingin menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan melalui komoditas palawija baik padi, jagung, ubi-ubian dan tanaman lokal lainnya termasuk sagu. “Visi besar kita ialah Keerom menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua,” ujarnya.  Ia menyebutkan Keerom harus bisa menjadi swasembada pangan karena ketahan pangan hari ini menjadi prioritas pembangunan nasional.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya