Monday, January 12, 2026
32 C
Jayapura

Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan 13 SPPG di Kabupaten Jayapura

Masih Banyak yang Belum Tersentuh MBG, Pemkab dan BGN Perlu Memperluas Cakupan Pelayanan

SENTANI – Jumlah distrik di Kabupaten Jayapura ada 19 distrik, sementara program unggulan presiden yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura baru berjalan di Distrik Sentani Timur, Sentani, Waibu, Sentani Barat, Kemtuk, dan Depapre 1, sementara sebagian besar distrik belum tersentuh.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama pelaksana Makan Bergizi Gratis melaksanakan rapat koordinasi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayapura Yunus Wonda mendengarkan secara seksama masukan dan arahan yang disampaikan setiap pengelola dapur MBG.

Koordinator Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jayapura, Rut Widi Hastuti, menyampaikan sejumlah laporan dan kendala yang dihadapi selama beberapa bulan pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Jayapura. Laporan itu menjadi bahan evaluasi bagi Bupati Jayapura untuk menentukan langkah optimalisasi pelayanan ke depan.

Baca Juga :  Yayasan Pengelola Dapur MBG Minta Segera Bayarkan Anggaran yang Telah Digunakan

“Secara teknis berbagai masukan dari lapangan telah disampaikan saat ini terdapat 13 Sentral Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa distrik, yaitu Sentani Timur ada 2, Sentani ada 5, Waibu 3, Sentani Barat 1, Kemtuk 1, dan Depapre 1,”katanya Selasa (18/11).

Bupati Jayapura Yunus Wonda melaksanakan pertemuan dengan para pengelola dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (18/11) (FOTO:Yohana/Cepos_

Rut mengungkapkan, kendala terbesar yang dihadapi para mitra dan yayasan pengelola SPPG adalah keterbatasan bahan baku. Untuk satu SPPG saja, kebutuhan harian mencapai sekitar 220 sak beras ukuran 20 kg serta 320 kg ayam.

“Jika jumlah SPPG terus bertambah, otomatis kebutuhan pangan juga meningkat. Kami berharap pemerintah daerah dapat mendorong masyarakat menjadi pemasok lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan program MBG bukan hanya memastikan anak-anak menerima makanan bergizi, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui keterlibatan sebagai pemasok bahan pangan.

Baca Juga :  Sekda Hana Ajak Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal 

Masih Banyak yang Belum Tersentuh MBG, Pemkab dan BGN Perlu Memperluas Cakupan Pelayanan

SENTANI – Jumlah distrik di Kabupaten Jayapura ada 19 distrik, sementara program unggulan presiden yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayapura baru berjalan di Distrik Sentani Timur, Sentani, Waibu, Sentani Barat, Kemtuk, dan Depapre 1, sementara sebagian besar distrik belum tersentuh.

Karena itu Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama pelaksana Makan Bergizi Gratis melaksanakan rapat koordinasi. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jayapura Yunus Wonda mendengarkan secara seksama masukan dan arahan yang disampaikan setiap pengelola dapur MBG.

Koordinator Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jayapura, Rut Widi Hastuti, menyampaikan sejumlah laporan dan kendala yang dihadapi selama beberapa bulan pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Jayapura. Laporan itu menjadi bahan evaluasi bagi Bupati Jayapura untuk menentukan langkah optimalisasi pelayanan ke depan.

Baca Juga :  Jalan Depapre Sentani Siap Dikerjakan Bulan ini

“Secara teknis berbagai masukan dari lapangan telah disampaikan saat ini terdapat 13 Sentral Penyedia Pangan Gizi (SPPG) yang tersebar di beberapa distrik, yaitu Sentani Timur ada 2, Sentani ada 5, Waibu 3, Sentani Barat 1, Kemtuk 1, dan Depapre 1,”katanya Selasa (18/11).

Bupati Jayapura Yunus Wonda melaksanakan pertemuan dengan para pengelola dapur makan bergizi gratis (MBG) di Kantor Bupati Jayapura, Selasa (18/11) (FOTO:Yohana/Cepos_

Rut mengungkapkan, kendala terbesar yang dihadapi para mitra dan yayasan pengelola SPPG adalah keterbatasan bahan baku. Untuk satu SPPG saja, kebutuhan harian mencapai sekitar 220 sak beras ukuran 20 kg serta 320 kg ayam.

“Jika jumlah SPPG terus bertambah, otomatis kebutuhan pangan juga meningkat. Kami berharap pemerintah daerah dapat mendorong masyarakat menjadi pemasok lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan, tujuan program MBG bukan hanya memastikan anak-anak menerima makanan bergizi, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui keterlibatan sebagai pemasok bahan pangan.

Baca Juga :  Jalan Sentani- Depapre Dikerjakan Bertahap

Berita Terbaru

Artikel Lainnya