Monday, January 5, 2026
27 C
Jayapura

Kasus Holtekamp, Lima Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka

AKP. Jahja Rumra (FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota menetapkan 3 orang dengan inisial YPL (30), NL (21) dan MM (28) sebagai tersangka atas kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Jalan raya Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jumat (24/1). Dengan korban bernama Albert Alfredo Ayomi.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra menyampaikan, ketiga orang tersebut telah mendekam di ruang tahanan Mapolresta Jayapura Kota.

ā€œKetiganya disangkakan pasal  76c Jo Pasal 80 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,ā€ ucap Jahja kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/1).

Baca Juga :  Di Jembatan Enggros Ditemukan Sesosok Mayat Laki-Laki

Selain 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembacokan terhadap korban, Polisi juga mengamankan 3 orang lainnya sesuai LP/20/I/2020/Papua/ Resta Jpr Kota/ Sek Tami, 25 Januari 2020, tentang kasus dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang yang terjadi di Jalan Raya Holtekamp Distrik Muara Tami, Jumat (24/1).

Adapun tiga orang tersebut lanjut Jahja dengan inisial KIK (30) warga Kampung Holtekamp,  DM (32) warga Koya dan YM.

ā€œJadi ketiga orang yang diamankan karena mereka yang melakukan pemalakan awal kepada sekalompok orang saat itu, hingga kasusnya menjadi panjang yang berbuntut pada pengeroyokan terhadap Alfredo Ayomi,ā€ tuturnya.

Dikatakan, dari 3 orang pelaku pemalakan tersebut, 2 orang dengan inisial KIK dan DM telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara YM sendiri belum dilakukan pemeriksaan lantaran saat diamankan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat Miras.

Baca Juga :  Dukung ABYU Jilid II Masyarakat Sumbang 668 Babi dan Satu Sapi

ā€œMereka disangkakan pasal 170 ayat 1 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara. Dimana saat ini diamankan di Polsek Muara Tami,ā€ ucapya singkat.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban serta meminta agar keluarga korban menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian.

ā€œKasus ini sudah dalam penanganan kami, sehingga kami harapkan tidak ada lagi aksi-aksi lainnya. Sebab, para pelaku telah kami amankan untuk mempertanggung  jawabkan perbuatannya,ā€ pungkasnya. (fia/nat)

AKP. Jahja Rumra (FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota menetapkan 3 orang dengan inisial YPL (30), NL (21) dan MM (28) sebagai tersangka atas kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Jalan raya Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jumat (24/1). Dengan korban bernama Albert Alfredo Ayomi.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra menyampaikan, ketiga orang tersebut telah mendekam di ruang tahanan Mapolresta Jayapura Kota.

ā€œKetiganya disangkakan pasal  76c Jo Pasal 80 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,ā€ ucap Jahja kepada Cenderawasih Pos, Senin (27/1).

Baca Juga :  Dukung ABYU Jilid II Masyarakat Sumbang 668 Babi dan Satu Sapi

Selain 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembacokan terhadap korban, Polisi juga mengamankan 3 orang lainnya sesuai LP/20/I/2020/Papua/ Resta Jpr Kota/ Sek Tami, 25 Januari 2020, tentang kasus dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan barang yang terjadi di Jalan Raya Holtekamp Distrik Muara Tami, Jumat (24/1).

Adapun tiga orang tersebut lanjut Jahja dengan inisial KIK (30) warga Kampung Holtekamp,  DM (32) warga Koya dan YM.

ā€œJadi ketiga orang yang diamankan karena mereka yang melakukan pemalakan awal kepada sekalompok orang saat itu, hingga kasusnya menjadi panjang yang berbuntut pada pengeroyokan terhadap Alfredo Ayomi,ā€ tuturnya.

Dikatakan, dari 3 orang pelaku pemalakan tersebut, 2 orang dengan inisial KIK dan DM telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara YM sendiri belum dilakukan pemeriksaan lantaran saat diamankan dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat Miras.

Baca Juga :  Banyak Gedung Retak, Masyarakat Diminta Tetap Waspada

ā€œMereka disangkakan pasal 170 ayat 1 KUHP ancaman hukuman 5 tahun penjara. Dimana saat ini diamankan di Polsek Muara Tami,ā€ ucapya singkat.

Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian telah melakukan pertemuan dengan keluarga korban serta meminta agar keluarga korban menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian.

ā€œKasus ini sudah dalam penanganan kami, sehingga kami harapkan tidak ada lagi aksi-aksi lainnya. Sebab, para pelaku telah kami amankan untuk mempertanggung  jawabkan perbuatannya,ā€ pungkasnya. (fia/nat)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya