Thursday, May 9, 2024
23.7 C
Jayapura

Bangun Ruko Terbakar, Gapensi Terkendala

Puing-puing Ruko yang sebagian besar belum dihitung konsultan sehingga menjadi kendala bagi pengusaha Papua untuk memulai pekerjaan karena dilema bangunan ruko harus dihancurkan atau diperbaiki. ( FOTO: Denny/Cepos )

WAMENA – Gabungan Pelaksana Konstruksi  Nasional Indonesia (Gapensi) Jayawijaya masih mengalami kendala dalam pembangunan kembali ruko yang terbakar pada saat kerusuhan 23 September lalu yang dipercayakan oleh Presiden RI lewat Kementerian PUPR, lantaran adanya keterlambatan perhitungan yang dilakukan oleh Konsultan.

   Ketua Gapensi Jayawijaya Freed Hubi mengakui jika, hingga saat ini konsultan yang dipercayakan baru menghitung 50 puing bangunan dan itu pun untuk produk yang dihitung juga belum diserahkan kepada Gapensi Jayawijaya, tetapi untuk menjaga kepercayaan pemerintah yang telah diberikan kepada pengusaha Asli Papua di Jayawijaya maka untuk pelaksanaan pembersihan telah dilakukan 80 persen.

   “Sementara ini dari 10  hingga 20 ruko kini mulai masuk dalam tahapan pembangunan, namun masalah perhitungan ini yang dilakukan konsultan ini yang menjadi kendala dalam membangun ruko ini,”ungkapnya Sabtu (11/1) kemarin.

Baca Juga :  Kelompok Tani P3-TGAI Dibekali dengan Aplikasi Sistem  

   Ia menyatakan, perhitungan dari konsultan ini sangat dibutuhkan karena pihaknya belum tahu apakah bangunan bekar terbakar itu akan dirobohkan atau tidak, dikarenakan bangunan yang habis terbakar itu masa jenis dari beton itu akan menurun, sehingga kalau hanya dilakukan perbaikan semata maka kemungkinan kalau ada gempa bisa ambruk kembali.

    Untuk memulai pekerjaan ini, Kata Freed, Gapeni membutuhkan kepastian dari Konsultan dan balai untuk perhitungan bangunan yang harus dirobohkan dan yang harus dilakukan perbaikan, sehingga Gapensi meminta RAP dan gambar yang menjadi produk perhitungan konsultan sehingga bisa segera direalisasikan dalam pemangunan.

  Ditempat yang sama Koordinator Kelompok II Pengusaha Papua, Anton Wetipo mengakui kendala yang dihadapi pengusaha lokal itu rata –rata sama yakni tak memiliki Modal, namun arahan dari ketua gapensi yang untuk menggunakan modal sendiri untuk mengerjakan rumah tersebut.

Baca Juga :  Operasi Zebra Cartenz,  7 Sasaran Prioritas  Bakal Ditindak

  “kami masih menunggu kepastian dari konsultan untuk perhitungan bangunan yang akan diperbaiki mulai dari sebagian di pasar misi (Wouma), daerah Jalan SD Percobaan dan jalan Patimura Wamena ini yang menjadi wilayah Kerja kelompok II,”beber Anton. (jo/tri)

Puing-puing Ruko yang sebagian besar belum dihitung konsultan sehingga menjadi kendala bagi pengusaha Papua untuk memulai pekerjaan karena dilema bangunan ruko harus dihancurkan atau diperbaiki. ( FOTO: Denny/Cepos )

WAMENA – Gabungan Pelaksana Konstruksi  Nasional Indonesia (Gapensi) Jayawijaya masih mengalami kendala dalam pembangunan kembali ruko yang terbakar pada saat kerusuhan 23 September lalu yang dipercayakan oleh Presiden RI lewat Kementerian PUPR, lantaran adanya keterlambatan perhitungan yang dilakukan oleh Konsultan.

   Ketua Gapensi Jayawijaya Freed Hubi mengakui jika, hingga saat ini konsultan yang dipercayakan baru menghitung 50 puing bangunan dan itu pun untuk produk yang dihitung juga belum diserahkan kepada Gapensi Jayawijaya, tetapi untuk menjaga kepercayaan pemerintah yang telah diberikan kepada pengusaha Asli Papua di Jayawijaya maka untuk pelaksanaan pembersihan telah dilakukan 80 persen.

   “Sementara ini dari 10  hingga 20 ruko kini mulai masuk dalam tahapan pembangunan, namun masalah perhitungan ini yang dilakukan konsultan ini yang menjadi kendala dalam membangun ruko ini,”ungkapnya Sabtu (11/1) kemarin.

Baca Juga :  Pelantikan Dewan Terpilih Direncanakan 29 Mei

   Ia menyatakan, perhitungan dari konsultan ini sangat dibutuhkan karena pihaknya belum tahu apakah bangunan bekar terbakar itu akan dirobohkan atau tidak, dikarenakan bangunan yang habis terbakar itu masa jenis dari beton itu akan menurun, sehingga kalau hanya dilakukan perbaikan semata maka kemungkinan kalau ada gempa bisa ambruk kembali.

    Untuk memulai pekerjaan ini, Kata Freed, Gapeni membutuhkan kepastian dari Konsultan dan balai untuk perhitungan bangunan yang harus dirobohkan dan yang harus dilakukan perbaikan, sehingga Gapensi meminta RAP dan gambar yang menjadi produk perhitungan konsultan sehingga bisa segera direalisasikan dalam pemangunan.

  Ditempat yang sama Koordinator Kelompok II Pengusaha Papua, Anton Wetipo mengakui kendala yang dihadapi pengusaha lokal itu rata –rata sama yakni tak memiliki Modal, namun arahan dari ketua gapensi yang untuk menggunakan modal sendiri untuk mengerjakan rumah tersebut.

Baca Juga :  Kepala Bappeda Tolikara Tinjau Sejumlah Proyek Pembangunan

  “kami masih menunggu kepastian dari konsultan untuk perhitungan bangunan yang akan diperbaiki mulai dari sebagian di pasar misi (Wouma), daerah Jalan SD Percobaan dan jalan Patimura Wamena ini yang menjadi wilayah Kerja kelompok II,”beber Anton. (jo/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya