Kapolres AKBP Iip Syarif Hidayat menjelaskan bahwa pembangunan Mako ini merupakan respons atas tingginya aktivitas masyarakat di wilayah perairan yang ramai dari pagi hingga malam. Ia menyebut, intensitas keramaian terse
Jumpa Berlin yang berarti Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlin) menjadi agenda rutin Pemkab Waropen dalam menanamkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Pada kesempatan itu, para ASN
Menurut Bupati, peran keluarga sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Bahasa, kata dia, merupakan bagian penting dari jati diri suatu daerah, sehingga tidak boleh hilang hanya karena t
Menurutnya, jika sebelumnya pintu gerbang ke pedalaman lebih banyak melalui Nabire, Timika, Jayapura, Merauke, atau Manokwari, kini Waropen siap mengambil alih peran strategis tersebut. Dari Waropen, jalur darat dapat di
Mubes Adat ini dirancang sebagai ruang khusus bagi masyarakat adat untuk menyampaikan pandangan, aspirasi, serta pokok pikiran mereka demi kemajuan Waropen. Selain itu, forum ini juga menjadi wadah untuk memastikan pemba
Turut hadir Ketua DPRK Waropen, Ibu Yenika Dipan, bersama sejumlah Anggota DPRK, dan sejumlah Pimpinan Komisi DPRK Waropen, Wakil Bupati Yowel Boari, seluruh Pimpinan OPD Kabupaten Waropen, Perwakilan Baperinda Provinsi
Dipimpin langsung oleh Plt. Kepala BPBD Waropen, Damarce M. Maniburi, SE, rombongan datang atas arahan Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si. Saat tiba, kondisi air memang mulai surut, bahkan landasan Banda
Api dengan cepat menjalar dan melahap seluruh bangunan. Beruntung, Haji Bahar dan keluarganya yang tinggal di dalam rumah berhasil dievakuasi tepat waktu sehingga tidak ada korban jiwa. Sementara itu, bengkel yang berada
Jembatan kedua bahkan belum pernah dibangun permanen. Untuk bisa menyeberang, warga hanya mengandalkan batang kayu log dan bambu yang ditata seadanya. Diikat menggunakan kabel hitam tipis. Kondisi ini tentu berisiko ting
Untuk mencapai wilayah terdampak, tim harus menempuh perjalanan panjang dan penuh tantangan. Rombongan berangkat pada Selasa malam dari Pelabuhan Waren dengan menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 64 menuju Nabire, sebelum m