Beberapa titik dimaksud adalah Jalan Yos Sudarso, Jalan Belibis, Jalan Kartini, Jalan Pendidikan, Jalan Pattimura, Jalan Sam Ratulangi, serta jalur Budi Utomo. Akibat jadwal yang berubah itu, sampah di beberapa titik yan
Mirisnya dari penganiayaan secara brutal ini salah satu sopir dinyatakan meninggal dunia sedangkan satunya lagi harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius. Hingga kini polisi masih menyelidiki identitas
Kronologis kejadian, kata KBO Ipda Jhony Tuwing, berawal saat sepeda motor Honda Beat No Pol PA 4905 FD yang di kendarai oleh korban AU melaju dari arah barat ke timur di Jalan Ndoremkai, Kelurahan Bambu Pemali Merauke.
Kecelakaan ini menyebabkan satu korban meninggal dunia yakni seorang anak yang baru berusia 2 tahun berinisial KS. Sedangkan 2 lainnya YB dan MMT mengalami luka-luka.
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Kasi Huma
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay,S.I.K melalui Kasat Lantas Polres Jayapura AKP Robertus Rengil menjelaskan, kejadian bermula saat truk Mitsubishi Ragasa yang dikemudikan oleh SRL (28), warga Arso Timur, Kabupaten K
  Kasi Humas Prih Sutejo menjelaskan bahwa untuk kasus yang berentetan itu yang diawali dengan truk tabrak rumah yang menyebabkan 3 korban luka kemudian pembakaran 2 truk kemudian ditangani oleh Satlantas dan Satreskrim
"Kemarin itu masyarakat maunya truk itu di taruh saja di Pos, setelah ada penyelesaian dengan korban baru dievakuasi. Tapi sopir truk tetap tarik truk yang menabrak itu. Lalu masyarakat kejar, pak Sopir tambah kecepatan
Berdasarkan keterangan saksi Nando (29) di tempat kejadian perkara (TKP), kejadian bermula saat mobil bank sampah berjalan dari arah Koya, distrik Muara Tami menuju ke Kota Jayapura sesampainya diujung Jembatan merah sopir hilang kendali. Sehingga menyebabkan mobil oleng dan menabrak pembatas tengah Jembatan. Akibatnya mobil terbalik dan tanpak depan mobil hancur.
Kabupaten Yahukimo kembali tegang. Setelah cukup lama tenang, pada Rabu (31/6) terjadi kasus pembacokan yang dilakukan orang tak dikenal (OTK) yang mengakibatkan korban tewas. Korban bernama Abdul Muzakir tewas usai mengalami sejumlah luka bacok.
Dijelaskan, untuk korban meninggal dunia di tahun 2023 sebanyak 1 orang, untuk di tahun 2024 sampai saat ini juga memiliki 1 kasus meninggal dunia, sehingga di tahun 2024 ini tidak mengalami peningkatan dalam hal jumlah, sama dengan tahun lalu.