Dari hasil pemeriksaan tersebut, dari 36 titik longsor yang terjadi di jalan trans Jayapura-Wamena itu, beberapa titiknya ternyata terjadi jauh sebelum, 8 Februari 2026. Akan tetapi kepala PKK BBPJN Papua–Papua Pegununga
Puluhan alat berat tersebut akan difokuskan pada pemetaan kerusakan infrastruktur serta evakuasi puluhan kendaraan yang terjebak dan tertimbun material tanah. Ungkapnya kejadian tersebut terjadi disepanjang jalan yang be
Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengatakan longsor terjadi di sejumlah titik ruas jalan yang saat ini tengah dalam proses peningkatan oleh PT Hutama Karya. Akibatnya, akses transportasi dara
Akibat kecelakaan ini menyebabkan satu orang penumpang meninggal dunia.Kapolres Yalimo, Kompol Joni Samomsabra, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat kendaraan melaju dari arah Jaya
Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang menyatakan setelah adanya payung hukum terhadap pelarangan perearan miras di Kabupaten Jayawijaya yang telah ditetapkan akhir tahun lalu, akan menjadi pegangan bagi T
Asisten Satker PJN Wilayah IV Jayawijaya Budi Arianto menyatakan saat ini yang diharapkan dari PJN Wilayah IV Jayawijaya dapat mempercepat progres pekerjaan dan konvensional seperti biasa sebab kalau ini masih sesuai tar
Dengan tuntasnya pembangunan tersebut oleh Balai Besar Pelaksana Jalan (BBPJN) Papua, akademisi Universitas cenderawasih (Uncen) Prof. Dr. Drs. Avelinus Lefaan, BA, MS berpendapat, selain berdampak pada sektor ekonomi. D
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KPBU Jayapura-Wamena, Febryan Nurdiansyah dalam konferensi persnya di Abepura pada, Sabtu (22/11) mengatakan Jalan Trans Papua ruas Elelim-Wamena sepanjang kurang lebih 50 Km sudah berjalan
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan dari BPJN Papua Pegunungan sudah melaporkan kepada pemerintah Provinsi Papua Pegunungan jika ditahun depan jalan tersebut sudah selesai dikerjakan karena
Ini bisa diartikan jika jalan yang dibangun nantinya licin dan nyaman. Kepastian ini mendapat apresiasi dari anggota Komisi IV DPR Papua, Albert Meraudje, yang menilai progres pembangunan tersebut menunjukkan keseriusan