Willy Meak selaku Ketua DPP Wilayah II Paroki St. Clara Tajah Lereh, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Kadishut LH Papua bersama timnya, yang sudah mendatangi masyarakat Flobamora di kawasan perkebunan sawit dalam momen pesta Paskah 2024.
“Kunjungan Gibran Jumat (26/1) akan bertemu dengan tokoh adat Papua perwakilan dari beberapa wilayah adat, kemudian kunjungan ke pasar untuk mensosialisasikan program visi misi Prabowo-Gibran ke depannya,” ucap Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo Gibran Wilayah Papua, Ronald Antonio, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (25/1).
Kunjungan diawali Danrem 174/ATW bersama para Kasi Korem 174/ATW, Dansat, para Kabalak Disjan ke kediaman Danlanud J.A. Dimara Kolonel Pnb.Onesimus Gede Ray Aryadi di Rumah Dinas Jln.Garuda Spadem, Komplek Dirgantara kel. Rimba Jaya, Kec. Merauke Kab. Merauke Papua Selatan.
Menurutnya, dengan mendukung penuh program program pemerintah sebagai wujud kepedulian dan peran serta atas kepercayaan pemerintah pusat yang telah memekarkan Provinsi Papua Pegunungan.
“Saya yakin dengan pencerahan yang dilakukan oleh para pemuka agama kepada para umat dan masyarakat, maka pemilu 2024 mendatang dapat berjalan dengan lancar, damai dan aman. Dan itu harapan kita bersama,” ujarnya.
Ia juga mengingat agar tokoh agama dan warga Kabupaten Jayapura untuk menghindari informasi yang berdampak pada ujaran kebencian, sehingga mengganggu keamanan di Kabupaten Jayapura.
Para tokoh itu, yang berkumpul di Jakarta, Kamis, menilai proses dialog dan penjajakan untuk berdamai itu perlu dilanjutkan kembali, yang dalam prosesnya perlu ada penengah yang terpercaya dan netral.
“Kepulauan Yapen masuk dalam 20 besar tingkat kerawanan politisasi sara, karena ada isu isu perbedaan agama, penolakan terhadap calon atau kandidat berdasarkan suku, agama dan ras,” terang Hardin.
Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 115/TK/Tahun 2023 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang ditetapkan di Jakarta, pada 6 November 2023.
Sebab, menurut Kundrat Tukayo, salah satu tokoh Pemuda Adat Tabi, masyarakat Papua menginginkan ketenangan dan kesejahteraan. Oleh karena itu, dirinya meminta kelompok tersebut menghentikan lobi-lobi politik yang memperjuangan kemerdekaan bagi Papua.