Korban dilaporkan tengelam oleh pihak keluarga pada, Rabu (22/1) lalu. Tak tunggu lama setelah mendapatkan informasi itu Tim SAR Jayapura sebanyak tujuh orang personil langsung ke Last Know Position (LKP) dengan membawah Peralatan SAR berupa Rescue Dmax, Truk personil, Perahu Karet, Mopel 25 pk,peralatan komunikasi dan PalSAR pendukung lainnya.
Pembangunan sarana irigasi tersebut merupakan realisasi dari Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3-TGAI) Kementerian Pekerjaan Umum. Dari jumlah yang ada total anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 16 miliar dengan total tenaga kerja sekira 1.050 orang.
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Nofdy Rampi mengatakan, untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah Kota Jayapura, pihaknya rutin melakukan pembersihan di sejumlah lokasi yang biasanya terkena dampak bencana.
“Kejadian terjadi pada Minggu 25 Agustus 2024 sekitar pukul 12.00 WIT di Kali Kabur MP-37 Barat dimana korban pendulang yang berjumlah 4 orang, 3 meninggal dunia dan seorang selamat,” kata Iptu Stefanus.
Jasad Michael ditemukan oleh anak yang merupakan penduduk setempat. Tim SAR gabungan yang menerima informasi itu pun langsung merespon ke TKP dan mengevakuasi jasad Michael dari tepi sungai.