Dalam pesannya Triwarno kepada 10 pelajar tersebut harus bisa menjaga nama baik, disiplin dan punya rasa tanggung jawab, karena sudah dipercaya dipilih untuk mengikuti seleksi Paskibra tingkat Provinsi Papua.
Triwarno mengatakan, sebagai generasi muda yang baru saja lulus harus mampu menunjukkan inovasi, dedikasi dan prestasi untuk bangsa Indonesia, Papua khususnya Kabupaten Jayapura. Jika ada yang mau mengabdi untuk negara, tentu harus punya semangat dan dorongan yang kuat, sehingga apa yang di cita-citakan bisa terwujud dengan baik.
Karena itu, dia juga berharap capaian persentase baik ini, bisa terjadi juga di lembaga pendidikan SD dan SMP se-Kota Jayapura. Menurutnya hal ini setidaknya telah menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Kota Jayapura selalu berada pada ranah barometer pendidikan di Papua. Tetapi juga di sisi lain, pendidikan yang tetap mengedepankan kualitas dan juga harus memiliki daya saing baik di tingkat regional, nasional dan juga global.
Dari jumlah itu, ada beberapa sekolah yang pelaksanaan ujiannya masih menerapkan kurikulum 2013, ada juga sebagian sekolah yang menggunakan kurikulum merdeka, yaitu sekolah-sekolah penggerak, angkatan pertama sebanyak 547 orang.
Putra mengatakan, dengan edukasi sejak dini diharap mereka bisa paham pentingnya menjaga keselamatan. Apa yang mereka dapat dari edukasi ini diharap juga bisa ditularkan kepada orang-orang terdekat mereka.
Penanggung Jawab Cabor Bola Voli Pekan Olaharaga Pelajar SMA-SMK Papua Selatan Notje D. Syahailatua kepada wartawan mengungkapkan, untuk cabor bola voli ini untuk putra diikuti 11 tim, sedangfkan untuk putri 9 tim.
Pekan Olahraga Pelajar ini sebagai iven perdana yang diselenggarakan setelah Papua Selatan dimekarkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Tujuannya sebagai sarana evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan olahraga pelajar di daerah Papua Selatan menuju Pra Popnas tahun 2024 dan Popnas tahun 2025.
Direktur UT Jayapura, Mujadi, mengatakan kegiatan pameran dan lomba menyanyi solo itu perdana dilakukan oleh mahasiswa UT, dengan tujuan menunjukkan eksistensi diri serta semangat mahasiwa UT kepada masyarakat yang ada di Papua.
Menurut Abdul, ujian sekolah yang telah dilaksanakan di sejumlah SMA dan SMK, sebagaimana diatur dalam Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) bahwa pendidikan itu mempunyai beberapa kriteria.
Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan penilaian yang diselenggarakan khusus bagi siswa SMK untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik. Selain sebagai alat penentu kelulusan, UKK juga berperan sebagai alat pengukur kemampuan dan kompetensi siswa selama menempuh pendidikan.