“Pertanyaannya adalah, mengapa smelter ini harus dibangun di Pulau Jawa dan tidak di Papua, terutama mengingat bahwa masyarakat yang tinggal di dekat area tambang PT Freeport di Papua akan merasakan dampak langsung dari kegiatan ini,” bebernya.
Acara peresmian diawali dengan kunjungan Presiden beserta para menteri ke area smelter dan refinery didampingi oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas. Presiden meninjau proses produksi katoda tembaga dan menandatangani katoda tembaga pertama sebagai simbol dimulainya produksi.
Semlter PTFI diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, didampingi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas.