Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto menyampaikan pihaknya telah menindaklanjuti instruksi Wali Kota Jayapura terkait larang/pembatasan penjualan minuman keras (Miras) selama Pemilu.
Sebuah kejadian lucu dan menarik dalam dunia kriminal terjadi di Jayapura akibat mengkonsumsi miras kemudian melakukan pencurian. Kasus yang terbilang sangat jarang itu kini ditangani pihak Kejaksaan Negeri Jayapura usai perkaranya dilimpahkan oleh Polsek Jayapura Utara.
Penggerebekan dipimpin langsung Pjs Kapolsek Kota AKP Thomas Lakay dengan melibatkan sejumlah anggotanya. Dari penggerebekan di 2 tempat tersebut, satu pembuat berinisial JT langsung digelandang ke Mapolsek Kota Merauke. Sedangkan pembuat Sopi di lokasi lainnya berhasil melarikan diri.
Kapolsek Abepura, AKP.Soeparmanto mengatakan pengungkapan dan pengembangan kegiatan jual beli sepeda motor tersebut berawal adanya laporan dari warga bahwa adanya aksi jual beli sepeda motor bodong di market place facebook.
Soeparmanto menambahkan setelah diperiksa pihak Rumah Sakit Abepura, Jenazah Korban langsung dikembalikan ke pihak keluarga. “Pasca kejadian pihak keluarga langsung mendatangi rumah sakit, dan membawa pulang jenazah," bebernya.
Selain pengamanan Pemilu fokus Polsek Abepura saat ini razia alat tajam (Sajam) dan juga barang-barang terlarang lainnya seperti narkoba, pihaknya juga melakukan razia knalpot racing. Dimana hal itu menjadi atensi khusus, baik dari pemerintah kota tapi juga aparat Kepolisian Republik indoensia (Polri)
"Kegiatan ini dalam rangka menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran partisipasi masyarakat terhadap kamtibmas mewujudkan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif," Ujarnya.
Pasalnya, patroli tersebut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan Harkamtibmas, dengan tujuan untuk menampung segala informasi kamtibmas, isu-isu yang beredar maupun masukan dari masyarakat.
Soeparmanto mengatakan acara malam tutup tahun 2023 kali ini di wilayah Abepura sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dimana suasananya relatif sepi. Diapun mengakui bahwa hal ini terjadi karena imbas dari aksi anarkis masa pengarak jenazah LE baru baru ini.
Kapolsek mengaku belum diketahui kerugian dan jumlah keseluruhan kios yang terbakar, sebab saat ini aparat kepolisan sedang dalam proses penyelidikan dan pendataan. "Kami saat ini masih fokus pengamanan, atas insiden perarakan jenazah," katanya.